Media sosial dihebohkan dengan konten infografis yang menunjukkan Indonesia sebagai negara termiskin kedua di dunia. Seperti apa faktanya?
Dalam infografis tersebut, terlihat daftar 12 negara denganpresentase penduduk miskin terbanyak di dunia. Data yang diklaim bersumber dari World Bank itu menyebut Indonesia memilikipresentase penduduk miskin 60,3 persen, satu posisi di bawah Zimbabwe 84,2 persen.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unggahan ini menimbulkan pertanyaan bagi banyak pihak. Salah satunya datang dari pakar ekonomi UGM Wisnu Setiadi Nugroho, PhD. Dosen yang sering mengkaji pengentasan kemiskinan itu menyanggah informasi tersebut.
Menurutnya, pihak World Bank tidak pernah mengeluarkan dokumen baik melalui Global Poverty Line, Poverty and Inequality Platform (PIP), maupun Macro Poverty Outlook yang menyebutkan Indonesia sebagai negara termiskin kedua di dunia.
"Narasi tersebut tidak berasal dari World Bank, melainkan dari kesalahan dalam memahami dan mengonversi konsep daya beli," ujarnya dalam laman UGM, Kamis (12/2/2026).
Wisnu menjelaskan pihak World Bank mengukur kemiskinan internasional menggunakan garis kemiskinan berbasis PPP atau paritas daya beli, misalnya USD 2,15 PPP per kapita per hari, dan angka ini tidak boleh dikonversi menggunakan kurs pasar (current exchange rate).
Kendati demikian, banyak infografis di media sosial cenderung salah mengartikan seperti nilaiUSD PPP dikalikan dengan kurs pasar rupiah (Β±Rp16.000/USD). Faktanya, konversi yang benar harus menggunakan PPP conversion factor Indonesia, yang besarnya sekitar Rp4.700-Rp5.300 perUSD PPP.
"Akibatnya, garis kemiskinan dibesarkan hampir tiga kali lipat. Jumlah penduduk miskin menjadi sangat terdistorsi hingga muncul klaim ekstrem seperti lebih dari 60 persen penduduk Indonesia miskin," terangnya.
World Bank Tidak Pernah Mengeluarkan Peringkat Negara Termiskin
Mengenai ranking, Wisnu menjelaskan, World Bank tidak menyusun peringkat negara termiskin secara resmi. Secara faktual, Indonesia diklasifikasikan sebagai negara upper-middle income country.
Tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia juga jauh lebih rendah dibanding negara-negara berpendapatan rendah di Afrika Sub-Sahara.
"Indonesia jelas bukan termasuk negara termiskin di dunia, apalagi peringkat kedua. Namun isu kerentanan masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia,"tuturnya.
Apakah Indonesia Sudah Cukup Sejahtera?
Berdasarkan data BPS, garis kemiskinan nasional saat ini dinaikkan menjadi sekitar 1,5 kali. Hasilnya, proporsi penduduk yang tergolong miskin dan rentan dapat melampaui 50 persen populasi.
Secara statistik, penduduk Indonesia tidak tergolong miskin. Tapi, mereka rentan jatuh miskin akibat kenaikan harga pangan dan energi, guncangan kesehatan, kehilangan pekerjaan, atau penurunan jam kerja.
"Dalam diskursus ekonomika kesejahteraan, kelompok ini sering disebut sebagai near-poor atau economically vulnerable, dan jumlahnya jauh lebih besar dibanding angka kemiskinan resmi," ucapnya.
(nir/twu)











































