Rektor UI: Tidak Semua Dosen Perlu Jadi Profesor

Rektor UI: Tidak Semua Dosen Perlu Jadi Profesor

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 11 Feb 2026 11:00 WIB
Rektor UI: Tidak Semua Dosen Perlu Jadi Profesor
Rektor UI Heri Hermansyah (paling kiri) bersama Rektor UGM Ova Emilia dan Rektor Universitas Paramadina Didik J Rachbini pada RDPU Komisi X DPR dengan rektor PTN dan PTS di Jakarta, Selasa (10/2/2026). Foto: Dok UPM
Jakarta -

Rektor UI Prof Dr Ir Heri Hermansyah ST MEng IPU menyatakan tidak semua dosen harus menjadi profesor. Dosen-dosen menurutnya diperlukan dan perlu disediakan jalur khusus mengajar dengan pendapatan memadai laiknya profesor.

Heri menjelaskan, universitas terkemuka di dunia memiliki jalur karir dosen masa jabatan. Porsi mengajar lebih kecil, sedangkan penelitian inovasi lebih besar.

"Mereka banyak mendapatkan hibah-hibah dari berbagai lembaga pendanaan dan menjadi tulang punggung penelitian inovasi di universitas mereka," ucapnya pada Rapat Dengar Pendapat Umum Komisi X dengan Rektor PTN dan PTS di Jakarta, disiarkan di kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa (10/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, ada juga dosen universitas terkemuka dunia yang memang hanya berstatus sebagai pengajar. Kualitas pengajarannya yang bagus menurutnya tidak perlu diimbangi dengan menjadi profesor, tetapi pendapatannya sama memadainya.

"Harus disediakan jalurnya dia mengajar, tetapi ya tidak perlu menjadi profesor gitu, seperti itu. Dan yang lebih penting lagi, dua sistem ini bisa berjalan ya karena yang ngajar dengan jalur tenure itu pendapatannya juga kompetitif. Artinya, memilih jalur pengajar pun mereka tetap mendapatkan gaji yang memadai," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Ia mengatakan, jika didukung regulasi, hal ini dapat merespons kondisi dosen yang tidak memiliki gairah sebagai peneliti tetapi pengajarannya bagus, serta dosen yang penelitiannya bagus tetapi kurang dalam hal pengajaran.

"Ini sistem SDM yang sudah umum di universitas terkemuka di dunia tadi. Mungkin ini perlu diadopsi juga di kita didukung dengan regulasi," ucapnya.


Langkah ini menurutnya juga mendukung dosen yang ingin dan kerap membangun jaringan di luar kampus. Dosen berbasis inovasi penelitian juga memberikan lebih banyak ruang dengan lebih sedikit mengajar, tetapi menghasilkan berbagai karya dan mendatangkan pendanaan untuk menjalankan roda pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat di universitasnya.

"Ada dosen yang semuanya baik ya, networkingnya bagus, nggak pernah di kampus, dianggap beban oleh teman-temannya di dalam. Mau naik pangkat, dijegal. Kan sering juga fenomena seperti itu," ucapnya.




(twu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads