Satelit Ungkap Gelombang Raksasa 20 Meter Pembawa Badai, Ada di Lautan Ini

Satelit Ungkap Gelombang Raksasa 20 Meter Pembawa Badai, Ada di Lautan Ini

fahri zulfikar - detikEdu
Senin, 09 Feb 2026 12:30 WIB
Satelit Ungkap Gelombang Raksasa 20 Meter Pembawa Badai, Ada di Lautan Ini
Foto: Istockphoto/johnnorth/Ilustrasi gelombang tinggi
Jakarta -

Satelit mencatat gelombang laut terbesar yang pernah terdeteksi dari luar angkasa. Gelombang tersebut mencapai ketinggian 20 meter dan disebut membawa kekuatan badai dahsyat. Ada di mana gelombang raksasa itu?

Para ilmuwan berhasil melacak gelombang raksasa melalui pengamatan dari misi Surface Water and Ocean Topography (SWOT). Pencitraan didapat dari data altimetri radar dari satelit pengamatan Bumi termasuk SARAL, Jason-3, Copernicus Sentinel-3A dan -3B, Copernicus Sentinel-6 Michael Freilich, CryoSat dan CFOSAT.

Hasil pengamatan menunjukkan, adanya gambaran global mengenai bagaimana gelombang badai bergerak, bergabung, dan berevolusi saat menyebar ke seluruh planet, menurut Badan Antariksa Eropa (ESA).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gelombang Raksasa 20 Meter di Samudra Pasifik

Mengutip ESA, tim peneliti manganalisis data dari SWOT pada 21 Desember 2024. Mereka mengungkapkan, Badai Eddie (Storm Eddie) tercatat sebagai badai terbesar selama dekade terakhir berdasarkan ketinggian gelombang dan pada puncaknya tercatat ketinggian gelombang laut lepas mencapai 20 meter.

Selama dua minggu berikutnya, gelombang tersebut menempuh jarak lebih dari 24.000 kilometer, melintasi Selat Drake dan memasuki Atlantik tropis. Gelombang ini disebut "pembawa badai" karena terbentuk akibat kombinasi badai besar, angin kencang, hingga akumulasi energi yang masif di permukaan laut.

ADVERTISEMENT

Meski sangat dahsyat, badai tidak pernah mencapai daratan. Namun, kekuatan dan jangkauannya yang sangat jauh di lautan lepas, membuat ilmuwan terkejut.

Menurut studi yang terbit di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 16 September 2025, para peneliti dapat memperkirakan ukuran dan kekuatan badai. Misalnya, periode 20 detik berarti gelombang besar tiba setiap 20 detik.

Kenapa Bisa Muncul Gelombang Raksasa?

Peneliti dari Laboratorium Oseanografi Fisik dan Spasial di Prancis, Dr Fabrice Ardhuin, mengatakan badai dahsyat jarang terjadi. Penyebabnya, kemungkinan karena perubahan iklim.

"Perubahan iklim mungkin menjadi pendorongnya, tetapi bukan satu-satunya. Di pantai, kondisi dasar laut juga membentuk gelombang, misalnya, dan badai yang sangat besar ini jarang terjadi - kira-kira terjadi sekali dalam satu dekade - yang membuat sulit untuk membuktikan tren," ujarnya sekaligus sebagai pemimpin peneliti.

Menurutnya, hasil citra gelombang raksasa ini bisa menjadi informasi yang dapat membantu melindungi masyarakat pesisir dan infrastruktur kelautan seiring perubahan pola iklim. Ke depan, tim peneliti menyebut akan menguji temuan dengan pemodelan agar bisa melacak pergerakan badai dari waktu ke waktu.

"Langkah selanjutnya adalah menghubungkan temuan ini dengan perubahan iklim. Kami akan mengujinya dengan pemodelan. Sekarang kami dapat melacak tren intensitas badai dari waktu ke waktu," Dr Ardhuin.




(faz/nah)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads