Apakah Modifikasi Cuaca adalah Kebijakan yang Tepat? Begini Kata Pakar Iklim

ADVERTISEMENT

Apakah Modifikasi Cuaca adalah Kebijakan yang Tepat? Begini Kata Pakar Iklim

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 04 Feb 2026 18:00 WIB
Apakah Modifikasi Cuaca adalah Kebijakan yang Tepat? Begini Kata Pakar Iklim
Modifikasi cuaca. Foto: ANTARA FOTO/AJI STYAWAN
Jakarta -

Beberapa waktu ke belakang, BMKG dan pemprov melancarkan modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan. Namun muncul pertanyaan baru, apakah modifikasi cuaca adalah kebijakan yang tepat?

Seperti diketahui, Indonesia sedang berada di tengah-tengah puncak musim hujan. Beberapa daerah sampai terendam banjir akibat tingginya curah hujan.

Untuk mengatasi hal ini, pemerintah daerah/provinsi bekerja sama dengan BMKG melakukan modifikasi cuaca untuk mengurangi curah hujan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cara Modifikasi Cuaca

Melansir dari laman Indonesia Baik oleh Kominfo, tindakan modifikasi cuaca adalah menggunakan pesawat yang menghantarkan bahan semai berupa NaCl ke awan melalui udara.

ADVERTISEMENT

Selain itu, para peneliti telah mengembangkan metode penyampaian bahan semai ke dalam awan dari darat, di antaranya dengan menggunakan wahana Ground Based Generator (GBG) dan wahana Pohon Flare untuk sistem statis.

Kedua metode ini mempunyai prinsip kerja yang sama dalam menghantarkan bahan semai berupa garam ke awan, yaitu dengan memanfaatkan keberadaan awan orografik dan awan yang tumbuh di sekitar pegunungan sebagai targetnya. Metode GBG dan Pohon Flare untuk modifikasi cuaca digunakan di wilayah yang mempunyai topografi pegunungan.

Melalui metode GBG dan Pohon Flare, hujan diharapkan dapat turun lebih cepat dari siklus normalnya dan bisa membasahi lahan yang kering. Hujan juga diharapkan turun lebih dahulu di lautan sebelum sampai ke wilayah rawan agar banjir bisa dicegah.

Modifikasi Cuaca Menurut Pakar

Prof Eddy Hermawan selaku Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN berpendapat, tidak ada yang bisa memastikan jika hujan jatuh di wilayah perairan. Ia mencontohkan jika dirinya ingin menjatuhkan hujan di Waduk Jatiluhur.

"Saya pengen awan itu jatuh hujan di Waduk Jatiluhur, supaya ditampung dulu Siapa yang bisa menjamin kalau awan semai itu jatuh di Jatiluhur? Teknologi apa? TI mana misalnya, tidak ada. Tidak ada kepastian apapun," ujar Eddy dalam Media Lounge Discussion: Mengurai Banjir Jakarta Berbasis Riset di Gedung BJ Habibie, BRIN, Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Oleh karena itu, Eddy menyarankan untuk dilakukan kajian mendalam mengenai penerapan modifikasi cuaca.

"Perlu dikaji lebih mendalam supaya tepat waktu. Kapal (pesawat) harus tepat sasaran," ungkap Eddy.




(nir/twu)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads