Sejarah Perumusan Pancasila, Lengkap dengan Tokoh dan Lokasinya

ADVERTISEMENT

Sejarah Perumusan Pancasila, Lengkap dengan Tokoh dan Lokasinya

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Jumat, 30 Jan 2026 06:00 WIB
Sejarah Perumusan Pancasila, Lengkap dengan Tokoh dan Lokasinya
Ilustrasi lambang Garuda Pancasila Foto: Getty Images/iStockphoto/Niko Mufrida
Jakarta -

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahir Pancasila, yang merupakan dasar negara Republik Indonesia. Ternyata sejarah perumusannya telah dibahas dalam sidang pertama BPUPKI (Badan Penyelidikan Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia) yang berlangsung dari 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

Sejarah Perumusan Pancasila

Perumusan pancasila sebagai dasar negara diawali pembentukan BPUPKI atau Dokuritsu Junbi Cosakai pada 1 Maret 1945. Pembentukan BPUPKI adalah bentuk pemenuhan janji Koiso atau kemerdekaan terhadap Indonesia. Koiso adalah nama seorang Perdana Menteri Jepang yang bertugas menggantikan Perdana Menteri Tojo.

Tujuan BPUPKI adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia dan segala syarat untuk diakui sebagai negara merdeka. Dr. Radjiman Wedyodiningrat ditetapkan sebagai ketuanya dan Hibangase Yusio (dari Jepang) dan R.P. Soeroso resmi menjadi wakilnya. Sebanyak 62 anggota BPUPKI berkebangsaan Indonesia dan 7 orang anggota lainnya merupakan utusan Jepang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Pelantikan berlangsung di Gedung Chuo Sangi In (saat ini Gedung Pancasila) di Jakarta pusat pada 28 Mei 1945. Juga hadir pada kesempatan ini Jenderal Itagaki dan Letnan Jenderal Nagano. Persidangan BPUPKI berlangsung sebanyak dua kali. Sidang pertama dilakukan pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945.

ADVERTISEMENT

Sedangkan sidang kedua dilaksanakan pada tanggal 10 sampai 16 Juli 1945. Dikutip dari, buku Pasti Bisa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan untuk SMP/MTs Kelas VII, oleh Tim Ganesha Operation

Dikutip dari badilag.mahkamahagung.go.id, ketua BPUPKI membuka sidang dengan pidato yang menyeru bahwa, untuk mendirikan negara yang merdeka diperlukan dasar negara. Maka dari itu ia memerintah anggotanya untuk membuat usulan dasar negara.


Usulan Dasar Negara oleh 3 Tokoh

Dalam buku Panduan Belajar Dan Evaluasi Pendidikan Kewarganegaraan: Untuk SD Dan MI Kelas 6 karya M.Masan, menyebutkan ada tiga tokoh yang menyampaikan gagasan tentang rumusan dasar negara. Pada 29 Mei - 1 Juni 1945, Muhammad Yamin, Dr. Supomo, dan Ir. Soekarno menyampaikan gagasan usulan dasar negara versi mereka masing-masing:

1. Muhammad Yamin

Mr. Muhammad Yamin menyampaikan gagasannya pada tanggal 29 Mei 1945, sebagai berikut:

- Peri Kebangsaaan

- Peri Kemanusiaan

- Peri Ketuhanan

- Peri Kerakyatan

- Kesejahteraan Rakyat.

2. Soepomo

Dr. Soepomo menyampaikan gagasannya pada tanggal 31 Mei 1945 sebagai berikut:

- Persatuan

- Kekeluargaan

- Keseimbangan lahir dan batin

- Musyawarah

- Keadilan Rakyat

3. Sukarno

Ir. Sukarno menyampaikan gagasannya pada tanggal 1 Juni 1945 yang juga diperingati hingga kini sebagai hari lahir Pancasila.

- Kebangsaan Indonesia

- Internasional dan Peri Kemanusiaan

- Mufakat atau demokrasi

- Kesejahteraan Sosial

- Ketuhanan Yang Maha Esa


Pembentukan Panitia 9 dan Piagam Jakarta

Sidang pertama BPUPKI berakhir, dan masih belum menemukan titik terang untuk menetapkan dasar negara. Oleh karena itu dibentuklah panitia 9 yang beranggotakan:

Ir. Sukarno (Ketua)

Drs. Mohammad Hatta (Wakil)

K.H.A. Wahid Hasyim

Abdul Kahar Muzakir

Mr. A. A. Maramis

Abikusno Tjokrosujoso

Mr. Achmad Soebardjo

H. Agus Salim

Mr. Moh. Yamin

Kemudian mereka melaksanakan sidang pada tanggal 22 Juni 1945 yang menghasilkan Piagam Jakarta atau Jakarta Chapter. Berikut poin usulan dasar negara pada alinea ke-4 Piagam Jakarta :

Ketuhanan dengan menjalankan Syariat Islam bagi para pemeluknya.

Kemanusiaan yang adil dan beradab

Persatuan Indonesia

Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan, dalam permusyawaratan perwakilan

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Meskipun belum disahkan, namun pada sidang pertama BPUPKI telah disepakati bahwa dasar negara Indonesia disebut dengan 'Pancasila.'


Pada sidang BPUPKI kedua (10-16 Juli 1945), dilakukan penyempurnaan UUD (14 Juli 1954) dengan menggunakan tiga alinea pertama, serta konsep UUD dari alinea keempat Piagam Jakarta. Namun terjadi perubahan pada alinea keempat, yakni 'Ketuhanan dengan menjalankan Syariat Islam bagi para pemeluknya,' diubah menjadi 'Ketuhanan Yang Maha Esa.' Poin tersebut diubah karena Indonesia merupakan bangsa beragam dalam hal agama.


Demikian, penjelasan sejarah perumusan pancasila yang lengkap dengan tokoh dan lokasinya. Semoga bermanfaat ya detikers.




(sls/pal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads