Lumut mungkin terlihat sepele. Namun, siapa sangka tanaman kecil ini bisa membantu polisi mengungkap kasus pembunuhan.
Para peneliti menemukan potongan lumut sekecil apa pun dapat menyimpan "sidik jari" yang menunjukkan di mana sebuah kejahatan benar-benar terjadi.
Dilansir oleh Field Museum, penelitian terbaru menunjukkan lumut telah membantu memecahkan kasus kejahatan di berbagai negara selama lebih dari 150 tahun. Dalam salah satu kasus, bahkan potongan kecil lumut berhasil menuntun penyelidik menemukan jasad seorang anak yang dikubur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Tanaman Ini Bisa Menyala di Gelap, Kok Bisa? |
Lumut Kecil, Petunjuk Besar dalam Ilmu Forensik
Lumut termasuk kelompok tanaman sederhana bernama bryophyte, yang bisa tumbuh di tempat lembap seperti bebatuan, batang pohon, atau tanah basah.
Spesies lumut yang berbeda hanya bisa hidup di lingkungan tertentu dan hal itulah yang membuatnya berharga untuk penyelidikan forensik.
"Karena ukurannya sangat kecil, lumut punya banyak jenis mikrohabitat, bahkan di area yang kelihatannya sama, mereka bisa menemukan tempat yang cocok, entah di bawah bayangan, di kanopi, atau di bawah rerumputan," kata Matt von Konrat, Kepala Koleksi Botani di Field Museum Chicago, dikutip dari ScienceDaily.
Von Konrat menjelaskan penelitian ini menyoroti bagaimana peran botani sebagai bukti dalam investigasi dan betapa pentingnya lumut dalam hal tersebut.
"Dengan makalah ini, kami ingin menyoroti pentingnya bukti botani, karena besar kemungkinan penyidik sering mengabaikannya hanya karena mereka tidak tahu apa yang sedang mereka lihat. Kami berharap penelitian ini bisa menunjukkan betapa pentingnya tanaman kecil ini," ujar von Konrat.
Von Konrat dan mahasiswanya, Jenna Merkel dari George Washington University, meninjau 150 tahun literatur ilmiah tentang penggunaan lumut dalam penyelidikan kriminal. Hasilnya, ditemukan sedikitnya 10 kasus di berbagai negara seperti Finlandia, Swedia, Italia, China, dan Amerika Serikat yang melibatkan lumut dalam membantu menentukan lokasi, waktu, atau kondisi kematian seseorang.
Kasus yang Terungkap Berkat Potongan Lumut
Salah satu kasus paling bersejarah terjadi pada 2011 di Michigan, AS, saat seorang bayi bernama Kate dibunuh ayahnya dan jasadnya tidak segera ditemukan. Polisi menemukan fragmen tanaman mikroskopis di sepatu sang ayah. Dua tahun kemudian, tim yang dipimpin von Konrat memetakan jenis lumut, rumput, dan pohon di daerah itu untuk mencocokkan sampel dari sepatu dengan lokasi sebenarnya.
"Ada ratusan spesies lumut dan puluhan jenis rumput serta pohon di wilayah itu," jelas von Konrat.
"Tapi berdasarkan potongan kecil lumut yang kami temukan, kami tahu seperti apa jenis lingkungan mikro yang kami cari," lanjutnya.
Tim peneliti berhasil mempersempit area pencarian dari tujuh wilayah menjadi hanya 50 kaki persegi (sekitar 4,6 meter persegi). Dalam interogasi berikutnya, sang ayah mengonfirmasi bahwa itulah lokasi ia mengubur anaknya.
Menurut Merkel, penelitian ini membuktikan bahwa tanaman kecil bisa menjadi saksi bisu yang kuat dalam dunia forensik.
"Tanaman, khususnya bryophyte adalah sumber bukti forensik yang sering diabaikan padahal bisa membantu penyidik menghubungkan orang, tempat, dan kejadian," sebutnya.
Studi dalam tulisan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Forensic Sciences Reserch dengan judul "Green clues: unveiling the role of bryophytes in forensic sciences", 10 November 2025.
(nah/nah)











































