Mandi Air Hangat vs Air Dingin, Lebih Sehat yang Mana Menurut Sains?

ADVERTISEMENT

Mandi Air Hangat vs Air Dingin, Lebih Sehat yang Mana Menurut Sains?

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Jumat, 16 Jan 2026 07:00 WIB
Mandi Air Hangat vs Air Dingin, Lebih Sehat yang Mana Menurut Sains?
Foto: istockphoto/skynesher/Ilustrasi mandi
Jakarta -

Mandi air hangat sebelum tidur setelah lelah bekerja akan membuat tubuh lebih rileks. Di sisi lain, mandi air dingin bisa membuat tubuh terasa segar. Lalu, mana yang lebih sehat, mandi air hangat atau dingin?

Secara singkat, keduanya baik mandi air hangat atau dingin, sama-sama memberi manfaat. Setiap orang bisa menggunakan air dingin atau hangat sesuai kebutuhan.

Namun, bagaimana menurut sains?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kelebihan dan Kekurangan Mandi Air Hangat

Mayoritas orang mungkin memilih untuk mandi menggunakan air hangat untuk membuat tubuh rileks. Menurut data dalam Konferensi Internasional Gabungan tahun 2018 tentang Sistem Distribusi Air & Komputasi serta Kontrol Industri Air, menunjukkan rata-rata suhu air yang disukai berkisar pada 40-41Β°C. Tak heran, karena mandi air panas menimbulkan rasa nyaman dan rileks.

Manfaat Mandi Air Hangat

Menurut penelitian, mandi air hangat dapat meningkatkan kualitas tidur seseorang. Manfaat dari mandi air hangat meliputi, meredakan tubuh yang tegang, kelelahan otot, hingga osteoartritis. Selain itu mandi air hangat diketahui dapat melancarkan peredaran darah.

ADVERTISEMENT

Saat tubuh terkena air hangat, maka pembuluh darah akan melebar. Beberapa studi juga menyebut jika dengan mandi air hangat, mampu meringankan arteri yang kaku sampai meningkatkan aliran darah bagi pengidap gagal jantung kronis.

Risiko Mandi Air Hangat yang Terlalu Panas

Kendati demikian, mandi air hangat juga memiliki sisi yang harus diwaspadai. Air yang terlalu panas bisa membuat kulit dan rambut kering.

"Air panas menghilangkan minyak alami kulit sehingga menyebabkan kulit kering, gatal, dan akhirnya eksim," kata dokter kulit Sejal Shah kepada Women's Health, dikutip dari IFL Science.

"Demikian pula, air panas dapat menghilangkan minyak alami rambut, sehingga rambut menjadi lebih kering," imbuhnya.

Selain itu, kekurangan dari mandi air hangat dalam situasi tertentu dapat menurunkan tekanan darah, bahkan bisa sampai pingsan atau sinkop vasovagal.

"Saya pasti sudah mendengar cerita serupa setidaknya selusin kali; seseorang sedang mandi air panas, merasa pusing dan terbangun dalam genangan darah akibat cedera kepala," tulis ahli kardiologi intervensi, Hassan Makki kepada CIC Centers.

Kelebihan dan Kekurangan Mandi Air Dingin

Sementara itu, untuk mandi air dingin telah lama diyakini bermanfaat bagi kesehatan. Menurut catatan sejarah, dokter pada abad ke-18 dan ke-19, merekomendasikan mandi air dingin sebagai salah satu cara atau obat mujarab bagi penyakit "kegilaan."

Manfaat Mandi Air Dingin

Beberapa penelitian menyebut bahwa mandi air dingin mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Meski belum diketahui sepenuhnya, hal ini kemungkinan dikaitkan dengan sistem saraf simpatik.

Ketika saraf simpatik aktif karena air dingin, maka akan ada peningkatan hormon noradrenalin. Hal ini yang diduga menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah, ketika orang berendam dalam air dingin.

"Inilah yang kemungkinan besar menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah yang diamati ketika orang berendam dalam air dingin, dan dikaitkan dengan peningkatan kesehatan yang disarankan," jelas Lindsay Bottoms, Dosen Fisiologi Olahraga dan Kesehatan di Universitas Hertfordshire.

Seperti halnya mandi air hangat, saat kulit terkena air dingin, maka tubuh akan merespon suhu rendah yang kemudian mampu meningkatkan aliran darah. Hal ini yang menyebabkan suhu tubuh kembali hangat.

Menurut penelitian, saat kulit terpapar air dingin bersuhu sekitar 14Β°C, metabolisme akan meningkat 4,5 kali lipat. Oleh karenanya, mandi air dingin sering dikaitkan dengan pembakaran kalori dan menurunkan berat badan.

Menurut Bottoms, bermanfaat untuk mental. Salah satunya bisa meningkatkan kewaspadaan dan meringankan gejala depresi. Hal ini diduga karena, banyaknya jumlah reseptor dingin di kulit yang menghantarkan impuls saraf ke otak.

"Mandi air dingin mengirimkan sejumlah besar impuls listrik dari ujung saraf perifer ke otak, yang mungkin memiliki efek antidepresif," jelasnya.

Risiko Mandi Air Dingin Terlalu Lama

Namun demikian, terpapar air dingin terlalu lama dapat menyebabkan tubuh terkena serangan 'cold shock.' Ahli kesehatan dan air dari Cladding Direct, Glen Coulson menyampaikan, terpapar air dingin dalam waktu lama memiliki risiko.

"Menenggelamkan diri dalam air yang sangat dingin dapat menyebabkan tubuh mengalami syok air dingin," kata Coulson.

"[Hal itu] dapat menyebabkan sejumlah reaksi - mulai dari hiperventilasi hingga serangan jantung," imbuhnya.

Mana yang Lebih Baik bagi Kesehatan?

Jawaban dari para ahli ternyata ada di tengah-tengah. Karena sejatinya mandi air hangat ataupun dingin, memiliki manfaat dan risiko masing-masing. Ini harus disesuaikan dengan kesehatan dan kebutuhan setiap tubuh.

Namun, ahli memberi solusi untuk mandi dengan diawali menggunakan air hangat, lalu membilasnya dengan air dingin sesaat setelahnya. Jika cuaca sedang sangat panas, mandi air dingin bisa lebih baik tapi tidak boleh terlalu lama. Karena sebenarnya, mandi air dingin tidak bisa mendinginkan suhu dalam tubuh karena gelombang panas.

"Selalu disarankan untuk mandi dengan air hangat (yang tak terlalu panas), daripada mandi dengan air dingin," ujar Coulson.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads