Ini Mamalia Terkecil di Dunia! Tinggalnya di Tetangga Indonesia

ADVERTISEMENT

Ini Mamalia Terkecil di Dunia! Tinggalnya di Tetangga Indonesia

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 23 Jan 2026 06:30 WIB
Ini Mamalia Terkecil di Dunia! Tinggalnya di Tetangga Indonesia
Kelelawar hidung babi atau bumblebee bat (Craseonycteris thonglongyai). Foto: Jan Ebr & Ivana EbrovΓ‘ via Wikimedia Commons
Jakarta -

Tahukah kamu bahwa mamalia terkecil di dunia hidup di negara tetangga Indonesia. Hewan ini disebut sebagai mamalia terkecil karena ukuran tubuhnya.

Hewan ini dikenal sebagai kelelawar hidung babi atau bumblebee bat (Craseonycteris thonglongyai). Kelelawar terkecil ini hidup tak jauh dari Indonesia, tepatnya di Thailand bagian barat dan Myanmar bagian tenggara dan kini tergolong sebagai spesies langka.

Dikutip dari IFLScience, panjang tubuh kelelawar hiduung babi hanya sekitar 3 sentimeter dengan berat sekitar 2 gram, yang artinya beratnya setara dua penjepit kertas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Spesies ini merupakan penghuni asli gua-gua batu kapur di dataran banjir di barat Thailand dan tenggara Myanmar.

ADVERTISEMENT

Populasi Kelelawar Hidung Babi

Populasi kelelawar hidung babi di Thailand dan Myanmar tergolong kecil dan terisolasi satu sama lain. Studi genetik dan ekolokasi menunjukkan kedua kelompok tersebut jarang berbaur. Hal ini membatasi pertukaran gen di antara mereka.

Ketika populasi menjadi terfragmentasi seperti itu, risiko perkawinan sedarah meningkat dam mengurangi keanekaragaman genetik. Sayangnya, ini menyebabkan spesies tersebut lebih rentan terhadap penyakit, perubahan lingkungan, atau ancaman lainnya.

Kelelawar ini dulunya dikategorikan sebagai spesies yang terancam punah dalam Daftar Merah IUCN, meskipun statusnya telah ditingkatkan menjadi "hampir terancam". Para peneliti masih yakin jumlah mereka terus menurun, tetapi pemahaman yang lebih baik tentang habitat yang kurang dikenal, bisa jadi membantah anggapan tersebut.

Survei pada 2007 memperkirakan ada 3.800 individu dari mereka yang tersisa di dunia. Namun, para peneliti mencatat populasi kelelawar hidung babi sebagian besar telah dipelajari di Thailand. Di Myanmar diperkirakan, jumlah populasinya lebih banyak, meskipun belum ada studi yang kuat tentang populasi mereka di wilayah ini.

Fakta Uni Lainnya soal Si Mamalia Terkecil

Seperti kelelawar lainnya, spesies kelelawar ini memiliki ibu jari yang kecil dan gigi lengkap, yang berjumlah 28. Mereka mencari makan di sepanjang puncak hutan bambu dan jati, berburu lalat dan serangga kecil lainnya. Karena ukuran dan jumlahnya yang kecil, mereka tidak memberikan dampak besar pada serangga, yang mereka tangkap saat terbang atau dari dedaunan dan permukaan lainnya.

Kelelawar ini tidak hanya memakan lalat. Pada pembedahan perut kelelawar spesies ini, terungkap fakta ada berbagai macam bagian serangga. Termasuk dari pembedahan tersebut ditemukan kaki laba-laba dan fragmen kumbang.

Kelelawar hidung babi hanya keluar saat fajar sekitar 18 menit dan senja sekitar 30 menit untuk mencari makan, sisanya berada dalam kondisi torpor untuk menghemat energi.




(nah/nah)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads