Kata Riset, Ini Negara Paling Narsis di Dunia

ADVERTISEMENT

Kata Riset, Ini Negara Paling Narsis di Dunia

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Kamis, 22 Jan 2026 09:00 WIB
Kata Riset, Ini Negara Paling Narsis di Dunia
Ilustrasi riset Foto: thinkstock
Jakarta -

Riset ini mengungkap negara-negara dengan warga paling narsis di dunia. Narsisisme muncul dalam dua cara, ada yang suka memamerkan prestasi dan pencapaiannya, ada juga yang cenderung bersaing atau merendahkan orang lain.

Hasil riset menunjukkan beberapa negara warganya yang menonjol dalam tipe narsisisme tertentu, sementara negara lain terlihat lebih santai. Temuan ini menunjukkan bahwa narsisisme tidak sama di seluruh dunia, setiap negara punya caranya sendiri mengekspresikan percaya diri dan ambisi.

Studi dari Macy M. Miscikowski dari Departemen Psikologi Michigan State University, Amerika Serikat yang dipublikasikan di platform Taylor & Francis Online, 4 Desember 2025, menemukan bahwa Jerman menempati posisi teratas sebagai negara dengan tingkat narsisisme tertinggi di dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei ini melibatkan 45.000 orang dari 53 negara menunjukkan bahwa selain Jerman, lima negara dengan warga paling narsis adalah Irak, China, Nepal, dan Korea Selatan. Sementara itu, Serbia, Irlandia, Inggris, Belanda, dan Denmark menempati peringkat terendah, dan Amerika Serikat berada di peringkat 16.

ADVERTISEMENT

Faktor yang Mempengaruhi Narsisisme

Riset ini juga menemukan pola narsisisme yang berbeda berdasarkan usia, gender, dan status sosial. Orang muda cenderung lebih narsis, mungkin karena mereka sedang membangun identitas, mencari kemandirian, dan bersaing untuk status.

Pria lebih mungkin memiliki sifat narsis dibanding wanita, dan orang dengan status sosial lebih tinggi cenderung lebih narsis, baik karena mereka mengejar posisi lebih tinggi maupun karena merasa berhak mendapatkan lebih banyak penghargaan.

Selain faktor usia, gender, dan status sosial, para peneliti membagi narsisisme menjadi dua tipe untuk analisis lebih rinci yakni admiration (memamerkan prestasi atau kelebihan diri) dan rivalry (bersaing atau merendahkan orang lain).

Narsisisme tipe admiration paling tinggi ditemukan di Nigeria, Irak, China, Nepal, dan Turki, sedangkan terendah ada di Norwegia, Denmark, Irlandia, Rusia, dan Inggris.

Sementara itu, tipe rivalry tertinggi muncul di Jerman, Korea Selatan, Nepal, Irak, dan Rumania, dan terendah di Serbia, Meksiko, Kolombia, Austria, dan Afrika Selatan.

Menariknya, negara-negara yang lebih menekankan kolektivitas justru menunjukkan tingkat narsisisme admiration yang lebih tinggi. Temuan ini menantang anggapan bahwa narsisisme hanya muncul di budaya individualistis.

Negara paling kolektivis dalam studi ini termasuk Senegal, Bangladesh, Maroo, Nepal, dan Irak, sedangkan yang paling individualistis adalah Swedia, Denmark, Jerman, Norwegia, dan Finlandia.

Riset ini menunjukkan bahwa narsisisme bukan fenomena yang terbatas pada satu negara, satu generasi, atau satu tipe orang. Pola narsisisme muncul di mana-mana, seringkali dapat diprediksi, dan muncul karena alasan yang bisa dimengerti seperti konteks sosial, budaya, dan status individu.




(crt/pal)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads