Astronaut Ditarik Pulang Lebih Cepat dari Ruang Angkasa, Begini Kata NASA

ADVERTISEMENT

Astronaut Ditarik Pulang Lebih Cepat dari Ruang Angkasa, Begini Kata NASA

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 19 Jan 2026 11:30 WIB
Astronaut Ditarik Pulang Lebih Cepat dari Ruang Angkasa, Begini Kata NASA
Foto: NASA/Bill Ingalls
Jakarta -

Empat astronaut ditarik pulang lebih cepat dari ruang angkasa pada Jumat (16/1/2026) dini hari. Mereka sebelumnya dijadwalkan spulang sekitar satu bulan lagi.

Dilansir dari Science Daily, para astronaut ditarik karena salah satu di antaranya teridentifikasi mengalami masalah medis. Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) menyatakan, salah satu astronaut tersebut dalam keadaan stabil, tetapi pihaknya tidak bisa menjelaskan lebih jauh untuk melindungi privasi medisnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

NASA sendiri menyiapkan pengiriman keempat astronaut ke rumah sakit setibanya di Bumi. Langkah ini diambil agar mereka bisa mendapat evaluasi medis tambahan di Bumi.

Setelah itu, para astronaut akan berangkat ke Pusat Antariksa Johnson NASA di Houston, Texas. Di sana, mereka akan menjalani evaluasi pascapenerbangan standar dan pemulihan kondisi fisik.

ADVERTISEMENT

Empat Astronaut yang Pulang Lebih Cepat

Para kru Space X Crew-11 yang pulang lebih cepat dari ruang angkasa itu terdiri dari astronaut NASA Zena Cardman dan Mike Fincke; astronaut Badan Eksplorasi Ruang Angkasa Jepang (JAXA) Kimiya Yui; dan kosmonaut Rusia, Roscosmos Oleg Platonov.

Misi mereka dimulai pada 1 Agustus 2025. Apa saja aktivitasnya di ruang angkasa?

Penelitian Para Astronaut di Ruang Angkasa

Selama di ruang angkasa, mereka meneliti lebih dari 850 jam untuk menyiapkan kembalinya manusia ke Bulan, persiapan manusia ke Mars, dan meningkatkan kehidupan di Bumi, dikutip dari laman NASA.

Penelitian Tulang

Astronaut NASA Zena Cardman meneliti bagaimana manusia mengalami kondisi penurunan kepadatan, volume, dan tinggi tulang secara bertahap di ruang angkasa, yang disebut bone loss. Ia mempelajari aktivitas sel tulang dalam kondisi mikrogravitasi, agar bone loss astronaut di ruang angkasa dan osteoporosis manusia di Bumi dapat dikendalikan.

Pengamatan Bumi

Astronot JAXA Kimiya Yui memotret Bumi dari kubah Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Memfoto Bumi dari ruang angkasa bermanfaat untuk mendokumentasikan fitur geografis Bumi, pola cuaca, pertumbuhan perkotaan, perubahan permukaan Bumi, dan dampak bencana alam seperti badai dan banjir.

Dengan kubah dan jendela pandang lain di ISS, astronaut bisa mengamati alam semesta tanpa terganggu atmosfer Bumi. Dengan begitu, pengetahuan tentang alam semesta jadi lebih jelas.

Menguji Alat Penangkap Puing-Asteroid

Ruang angkasa juga diisi oleh puing-puing dan asteroid kecil. Pada misi ini, astronaut NASA Micke Fincke menjajal kemampuan kantung penangkap yang bisa membuka, menutup, dan mengembang, serta kedap udara. Kantung ini berfungsi untuk mengambil sampel puing luar angkasa maupun penambangan asteroid kecil.

Menguji Alat Cek Suhu

Ficke juga mencoba ikat kepala pemantau suhu. Alat ini melacak cara tubuh manusia mengatur suhu inti badan selama penerbangan di ruang angkasa.

Sensor yang sama juga diuji coba di Bumi. Alat ikat kepala ini bisa jadi bermanfaat untuk mencegah hipertermia pada orang-orang yang bekerja di lingkungan bersuhu tinggi.

Sementara itu, para peneliti juga mengembangkan penyediaan nutrisi bagi astronaut selama misi di ruang angkasa. Kekurangan satu nutrisi saja bisa menimbulkan penyakit bagi astronaut. Mereka salah satunya mengembangkan yogurt di Stasiun Luar Angkasa Internasional.

Kapsul SpaceX Dragon mereka mendarat di lepas pantai California, AS. Tim penyelamat lalu mengamankan pesawat ruang angkasa tersebut dan membantu para astronaut diberangkatkan ke RS.

Halaman 2 dari 2
(twu/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads