Mengapa Manusia Punya Lima Jari? Peneliti Telusuri Asal-usulnya

ADVERTISEMENT

Mengapa Manusia Punya Lima Jari? Peneliti Telusuri Asal-usulnya

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Sabtu, 17 Jan 2026 06:00 WIB
Mengapa Manusia Punya Lima Jari? Peneliti Telusuri Asal-usulnya
Foto: istockphoto/Iva Dimova/Ilustrasi jari tangan
Jakarta -

Kita tahu bahwa manusia memiliki ciri unik berupa sidik jari yang berbeda-beda. Namun, tahukah kita mengapa manusia memiliki lima jari pada kedua tangan dan kakinya?

Secara ilmiah, jawaban sederhananya yakni karena hasil evolusi. Jawaban ilmiah lain turut menjadi teka-teki bagi para ilmuwan, termasuk adakah nenek moyang makhluk hidup di permukaan bumi yang berkaitan dengan evolusi manusia atau tidak.

Nenek Moyang Makhluk Hidup di Bumi

Seorang profesor madya di departemen genetika Universitas Rutgers, Tetsuya Nakamura, menilik kembali ke masa ratusan juta tahun lalu. Ia mengatakan, semua tetrapoda, kelompok yang meliputi amfibi, reptil, burung, dan mamalia, berasal dari nenek moyang ikan yang sama.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jika Anda bertanya, 'dari mana kita berasal?' Nenek moyang kita yang sama adalah ikan," kata Nakamura, seperti dilansir Popular Science.

Ia menjelaskan, ikan memiliki evolusi yang berawal dari air kemudian mengembangkan organ agar bisa berjalan di darat. Itu terjadi selama Periode Devonian, sekitar 360 juta tahun yang lalu.

ADVERTISEMENT

Perlahan, menjauhi lumpur, menuju darat dan mengembangkan organ kaki empat pertama. Selanjutnya, mengembangkan spesies yang memiliki hingga delapan jari, lalu melepaskan beberapa jari hingga tersisa lima.

"Sejak saat itu, lima jari tangan dan lima jari kaki menjadi ciri standar bagi tetrapoda pertama di dunia," ujar Nakamura.

Pola lima jari tersebut kemudian 'dipatenkan' secara biologis oleh nenek moyang kita dari gen Hox. Mereka adalah sekumpulan pengendali utama cetak biru genetik letak anggota tubuh. Gen inilah yang menentukan seluruh keturunan setelahnya berevolusi dalam pola lima jari.

Lima Jari, Pola yang Bertahan hingga Kini

Menurut pakar, tidak seluruh vertebrata memiliki lima jari secara jelas pada tangan dan kaki mereka. Namun lebih dari 99 persen tetrapoda memiliki pola lima jari. Termasuk singa laut, paus, dan anjing laut yang punya lima benjolan pada pada sirip mereka.

Bahkan kelelawar terlahir dengan jari-jari panjang berselaput, yang membentuk sayap berpola lima jari. Hal ini juga terjadi pada kuda, saat berbentuk embrio ia sempat memiliki lima jari sebelum akhirnya membentuk kuku.

Fenomena polidaktili, yaitu lahir dengan jari lebih dari lima pada manusia tergolong langka. Kelainan ini hanya terjadi pada satu dari 500 hingga 1000 kelahiran. Hal ini berkaitan dengan gen sonic hedgehog yang diekspresikan secara berlebihan.

Jejak 'Jari Manusia' di Sirip Ikan

Pada 2016, tim ilmuwan dari Universitas Chicago menemukan bagaimana sirip ikan berevolusi menjadi jari tangan dan kaki. Nakamura yang tergabung dalam tim tersebut, mempelajari sirip-sirip ikan kecil seperti ikan zebra, medaka, dan ikan hias yang sering digunakan dalam penelitian genetik.

Para peneliti menggunakan alat bantu bernama CRISPR-Cas, yaitu teknologi pengeditan. Teknologi ini berfungsi untuk, menghapus gen Hox yang berperan dalam pertumbuhan anggota tubuh ikan.

Hasilnya kemudian dibandingkan dengan perkembangan embrio tikus, untuk menemukan hubungan genetik keduanya.

"Kami menemukan bahwa jari-jari kita dan sirip ikan menggunakan gen Hox yang sama dan fungsinya untuk berkembang," ujar Nakamura.

Menurutnya, itu menunjukkan bahwa sirip ikan dan jari-jari manusia berasal dari genetik yang sama walaupun wujud akhirnya berbeda. Kendati demikian, ia mengakui masih banyak yang perlu dipelajari dari perkembangan jari-jari manusia.

"Masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Seperti, bagaimana mereka berubah menjadi jari? Dan jenis gen dan molekul apa yang mengatur transformasi ini?" ujarnya.

Kemiripan Lain dari Ikan dan Tetrapoda

Ternyata, ditemukan kemiripan evolusioner lain pada ikan dan tetrapoda selain jari-jari. Tulang belakang vertebrata darat diketahui hasil evolusi dari sirip punggung ikan purba. Sementara struktur tulang bahu manusia merupakan hasil evolusi dari lengkungan insang, untuk bernapas dan makan.

"Meskipun ikan tidak memiliki leher. Entah bagaimana selama evolusi, manusia memisahkan tulang tengkorak dari tulang bahu, menciptakan ruang leher," ucap Nakamura.

Susunan organ seperti itu yang membuat manusia mudah menggerakkan kepala ke atas secara spontan. Hal tersebut dikenal dengan 'inovasi evolusioner;' yaitu sifat atau fitur baru yang memungkinkan organisme untuk beradaptasi lebih lanjut.

"Kita mengambil struktur yang ada di sirip ikan, dan tubuh kita mengubah perkembangannya dari waktu ke waktu menjadi jaringan seperti jari yang lebih cocok untuk daratan," tutur Nakamura.

Meski begitu, para peneliti tetap tidak bisa menyimpulkan secara pasti, mengapa manusia memiliki lima jari pada tangan dan kakinya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads