Aspek-aspek Geografi, Objek Studi, dan Contoh-contohnya

ADVERTISEMENT

Aspek-aspek Geografi, Objek Studi, dan Contoh-contohnya

Siti Nur Salsabilah - detikEdu
Minggu, 11 Jan 2026 06:00 WIB
Aspek-aspek Geografi, Objek Studi, dan Contoh-contohnya
Foto: Freepik/brgfx/Ilustrasi aspek-aspek geografi
Jakarta -

Aspek geografi meliputi aspek fisik dan aspek sosial (nonfisik). Aspek fisik mencakup tanah, air, hingga iklim, sedangkan aspek sosial berkaitan dengan kependudukan hingga budaya.

Dalam ilmu geografi yang mempelajari bumi dan seisinya, aspek geografi menjadi studi yang penting untuk dipelajari. Selain itu, ada juga objek studi geografi yang membahas tentang objek material seperti atmosfer, serta objek formal seperti fenomena di permukaan bumi.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak ulasan di bawah ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aspek Geografi dan Contohnya

Menurut buku Explore Geografi Jilid 1 untuk SMA/MA Kelas X karya Sri Wiyanti, dkk, dan E- Modul Geografi Kemendikbud 2019 karya M. Aji Ramdani, dkk membagi aspek geografi secara garis besar ke dalam aspek fisik dan aspek sosial.

1. Aspek Fisik

Aspek fisik dalam disiplin ilmu geografi membahas tentang unsur-unsur geosfer yang bersifat fisik, seperti tanah, air, iklim serta proses alamiahnya. Aspek fisik terdiri terbagi menjadi tiga yaitu:

ADVERTISEMENT

- Aspek topologi, membahas hal-hal terkait letak atau lokasi wilayah, bentuk muka buminya, luas area serta batas-batas wilayah dengan ciri-ciri tertentu.

- Aspek biotik, membahas karakteristik fisik manusia, hewan dan tumbuhan dari daerah yang berbeda.

- Aspek non-biotik membahas tentang tanah, air dan atmosfer (termasuk iklim dan cuaca).

Contoh dari gejala geosfer dari aspek fisik dalam kehidupan sehari-hari adalah, perubahan musim, gempa bumi dan gunung meletus.

2. Aspek Sosial

Aspek sosial atau nonfisik dalam ilmu geografi membahas tentang, manusia dengan bermacam-macam gejalanya sebagai objek studi pokok. Berikut poin pembahasan terkait aspek sosial:

- Aspek kependudukan yang membahas tentang adat, tradisi, kelompok masyarakat, dan lembaga sosial.

- Aspek ekonomi membahas tentang industri, perdagangan, pertanian, transportasi, pasar dan lain sebagainya.

- Aspek budaya membahas tentang pendidikan, agama, bahasa, kesenian, dll.

- Aspek politik yang membahas tentang urusan partai dan pemerintahan.

Contoh dari geosfer yang merujuk pada aspek sosial adalah mobilitas penduduk, urbanisasi, dan kemiskinan.

Pada umumnya aspek fisik dan aspek sosial saling berkaitan dalam terbentuknya fenomena tertentu di muka bumi, termasuk bagaimana manusia dan alam secara bersamaan saling berpengaruh. Geografi fisik menjelaskan penyebaran penampakan alam yang beragam serta pembentukan dan perubahannya dari kondisi masa lalu.

Sementara geografi manusia mendeskripsikan dan menerangkan kegiatannya, sekaligus meneliti hubungan antara manusia dan lingkungannya.

Objek Geografi dan Contohnya

Dalam buku Geografi: Jelajah Bumi dan Alam Semesta karya Hartono, mengurutkan objek studi dalam ilmu geografi yang terbagi menjadi objek material dan dan objek formal.

1. Objek Material

Objek ini dalam ilmu geografi yaitu geosfer, yang terdiri dari:

- Litosfer (lapisan kulit bumi)
- Atmosfer (lapisan udara)
- Hidrosfer (lapisan air)
- Biosfer (lapisan hewan dan tumbuhan), dan
- Antroposfer (lapisan manusia).

Dapat diartikan bahwa objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terjadi di permukaan bumi. Contoh dari objek material adalah permukiman, desa, kota, pariwisata, daerah aliran sungai, lahan, sumber daya, industri, kependudukan, wilayah, iklim, tanah, air dan lain sebagainya.

2. Objek Formal

Objek formal merupakan cara pandang dan berpikir terhadap gejala yang terjadi di permukaan bumi. Gejala yang terjadi meliputi kondisi fisik dan keadaan sosialnya. Cara pandang geografi terhadap objek formal dapat dilihat dari organisasi keruangan (spatial setting) yang terdiri dari:

- Pola persebaran gejala tertentu di permukaan bumi (spatial pattern);
- Hubungan yang tercipta antargejala atau fenomena tersebut (spatial system);
- Perkembangan atau perubahan yang terjadi pada gejala tersebut (spatial process).

Oleh sebab itu, geografi sebagai ilmu lebih dicirikan oleh objek formal dan metode pendekatannya daripada objek materialnya.

Berdasarkan pandangan objek formal geografi memunculkan beberapa pertanyaan 5W+1H. Pertanyaan tersebut bertujuan untuk mengetahui gejala-gejala di permukaan bumi sehingga menghasilkan penjelasan cara pandang geografi. Berikut pertanyaan-pertanyaannya:

- What: pertanyaan untuk mengetahui apa yang terjadi. Jawaban dari what menunjukkan gejala atau faktor alam dan gejala atau faktor manusia.

- Where: pertanyaan untuk mengetahui lokasi fenomena atau persebarannya di muka bumi. Jawaban dari pertanyaan ini menunjukkan ruang, atau tempat terjadinya gejala alam atau manusia.

- When: pertanyaan untuk mengetahui kapan terjadinya peristiwa. Jawabannya adalah menjelaskan tentang waktu kejadian suatu peristiwa dalam dimensi waktu.

- Why: pertanyaan untuk mengetahui sebab terjadinya suatu peristiwa. Jawabannya menjelaskan hubungan gejala-gejala geografi sebagai faktor yang utuh.

- Who: pertanyaan untuk mengetahui subjek atau individu dalam suatu peristiwa.

- How: pertanyaan untuk mengetahui bagaimana peristiwa tersebut diselesaikan dengan baik. Jawabannya menunjukkan kualitas dan kuantitas gejala dan interelasi/interaksi gejala-gejala pada ruang yang bersangkutan

Demikian penjelasan aspek dan objek geografi lengkap dengan contohnya. Semoga bermanfaat, detikers!

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads