Punya 30 Ribu Followers, Tupai Ini Ikut Berperan untuk AS dalam Perang Dunia II

ADVERTISEMENT

Punya 30 Ribu Followers, Tupai Ini Ikut Berperan untuk AS dalam Perang Dunia II

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Kamis, 08 Jan 2026 20:00 WIB
Seekor tupai bernama Tommy Tucker terkenal selama Perang Dunia II di AS.
Foto: Popular Science/Seekor tupai bernama Tommy Tucker terkenal selama Perang Dunia II di AS.
Jakarta -

Siapa sangka, tupai kecil yang jatuh dari pohon ternyata bisa 'berperan' bagi Amerika Serikat dalam Perang Dunia II. Seekor tupai kecil itu, bahkan menjadi penyemangat bagi pejuang-pejuang AS selama perang. Apa perannya?

Seekor tupai abu-abu timur (Sciurus carolinensis) yang diberi nama Tommy Tucker pertama kali ditemukan seorang gadis kecil, tetapi kemudian diasuh tetangganya seorang wanita paruh baya bernama Zaidee Bullis. Berawal dari pengasuhan Bullis ini, Tommy si tupai menjadi hewan yang terkenal di AS selama PD II.

Awal Mula hingga Terkenal

Di Washington DC, tupai seperti Tommy Tucker hampir ada di semua halaman belakang rumah. Namun, Tommy tidak menjalani kehidupan seperti tupai lainnya yang berada di pohon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejak diasuh oleh Bullis, Tommy yang berwarna kecoklatan dengan ekor panjang dirawat seperti 'hewan peliharaan' kesayangan. Ia dibawa ke mana-mana, bahkan memakai baju yang dibuat sendiri oleh Bullis.

Hari demi hari, Tommy berganti-ganti 'rupa' hingga memiliki 100 kostum, mulai dari mantel dan topi untuk pergi ke pasar, gaun lipit sutra untuk menjamu tamu serta gaun palang merah untuk berkunjung ke rumah sakit.

ADVERTISEMENT

Karena tampangnya yang unik dan mencolok, segera ia mendapat banyak perhatian. Ia sering dibawa keliling kota oleh Bullis, sang pengasuhnya.

Tidak hanya itu, Tommy Tucker juga sampai menghibur pasien anak-anak di rumah sakit dan mengisi acara sekolah dasar, lengkap dengan kostumnya, demikian menurut sebuah otobiografi The True Story Of Tommy Tucker, dikutip dari Popular Science.

Berperan dalam Perang Dunia II

Tentu saja, Tommy Tucker bukan berperan di medan perang secara langsung. Namun, ketenarannya terdengar sampai ke telinga para pejuang perang di AS.

Sekitar pertengahan tahun 1940-an, tupai itu memiliki anggota klub penggemar resmi sekitar 30.000 orang. Kondisi ini membuat Departemen Keuangan AS membuka stan khusus untuknya dengan latar kain satin merah, putih dan biru.

Dengan 'pertunjukan' itu, ia menjadi perantara untuk mendukung obligasi perang. Surat utang atau obligasi ini penting untuk membiayai operasi militer dan kebutuhan perang lainnya.

Tommy Tucker juga lebih sering tampil hingga mampu bersanding bersama Presiden Franklin D. Roosevelt. Ketenaran Tommy Tucker tidak berhenti di situ, karena foto-fotonya yang tersebar turut menjadi simbol patriotisme bagi para pejuang perang.

Para pejuang percaya, peran Tommy yang memberi energi positif selama perang turut menyulut semangat mereka. Itu membuat para pejuang percaya diri dalam menghadapi perang.

"Kami membawa foto Anda bersama kami saat terbang," tulis Sersan Angkatan Udara Angkatan Darat Morris A. Goodrich.

Namun, pada akhirnya kesibukan Tommy Tucker berkeliling tempat membawanya ke peristirahatan terakhir. Ia meninggal dunia dalam salah satu perjalanan tersebut, di Grand Canyon, pada 1949.

Tak berselang lama, keluarga pengasuhnya, Bullis juga meninggal dunia. Sisa-sisa tubuh Tommy bersama koleksi dan arsip ketenarannya, kemudian diwariskan dan sejak 2012 menjadi koleksi Smithsonian.

Kini, Tommy Tucker masih bisa dilihat di arsip Smithsonian, lengkap dengan gaun satin merah muda yang melekat di tubuh yang telah diawetkan.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads