Umumnya, kucing rumahan akan mengeong saat tuan rumah masuk pintu. Namun, peneliti menemukan jumlah suara ngeong kucing lebih banyak saat melihat penghuni rumah laki-laki.
Riset mengungkap, rata-rata kucing 4,3 kali mengeong dalam 100 detik saat menyapa laki-laki. Sedangkan rata-rata ngeong kucing saat menyapa tuan rumah perempuan 1,8 kali.
Kenapa berbeda, ya?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kenapa Kucing Lebih Banyak Mengeong pada Laki-laki?
Peneliti mengungkap, rupanya kucing cenderung lebih banyak mengeong pada laki-laki karena laki-laki lebih sedikit bicara pada mereka ketimbang tuan rumah perempuan. Mengeong pada laki-laki merupakan adaptasi kucing agar mendapat perhatian.
Sedangkan para perempuan pemilik kucing cenderung lebih banyak mengajak bicara kucing peliharaan mereka. Karena itu, para kucing tidak perlu banyak mengeong demi menarik banyak perhatian mereka.
"Kucing lebih sering menggunakan komunikasi vokal saat menyapa pengasuh jantan, pengasuh jantan mungkin lebih jarang menunjukkan perilaku verbal dibandingkan dengan pengasuh betina. Perbedaan ini dapat mendorong kucing untuk menggunakan sinyal vokal lebih aktif untuk mendapatkan respons dari pengasuh jantan," ujar penulis studi, dikutip dari Phys.org.
Penelitian Ngeong Kucing ke Pengasuh
Hasil studi tersebut diperoleh dari penelitian interaksi lintas spesies terhadap 31 kucing dan pengasuh utama mereka di rumah. Para tuan rumah menggunakan kamera yang terpasang di dada mereka, seperti ponsel atau GoPro.
Kamera tuan rumah berfungsi untuk merekam suara dan gerakan kucing pada menit-menit pertama, sealami mungkin, saat pemilik sampai rumah.
Peneliti mengamati 100 detik pertama dari setiap video. Dari situ, mereka serta menemukan 22 perilaku spesifik pada kucing. Perilaku tersebut meliputi mengeong, menggosokkan kepala ke kaki, dan menguap.
Ingin Dekat-Senang Pengasuh Pulang ke Rumah
Studi tersebut juga menemukan bentuk-bentuk komunikasi kucing dan tuannya. Para kucing rumahan menggunakan perilaku sosial yang ramah dengan menegakkan ekor mereka, mendekati lalu menggosokkan badan mereka ke tubuh tuannya. Kucing-kucing tersebut juga menunjukkan perilaku koping, seperti menguap, meregangkan badan, dan mencakar.
Peneliti mengartikan gerak-gerik tersebut sebagai bentuk komunikasi yang rumit pada kucing. Lewat perilaku mereka tersebut, para kucing mengutarakan keinginan untuk dekat pada pemiliknya, cara mengelola stres, atau ekspresi rasa lega karena pengasuhnya sudah sampai rumah.
Studi ini dilakukan di Turki, negara yang dikenal ramah kucing. Peneliti menyarankan penelitian lebih lanjut yang lebih luar dan populasi sampel lebih besar agar hasilnya lebih universal.
Penelitian yang dipimpin Yasemin Salgirli Demirbaş dari Universitas Ankara, Turki ini dipublikasi di jurnal Ethology dengan judul "Greeting Vocalizations in Domestic Cats Are More Frequent With Male Caregivers", 14 November 2025.
