Baru-baru ini mencuat pengakuan Israel atas kedaulatan Somaliland. Sejumlah negara menolak klaim tersebut, termasuk Indonesia.
Disampaikan oleh Dave Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, Israel mengakuinya secara sepihak. Menurut Dave, Indonesia harus menolak pengakuan tersebut.
"Sikap Indonesia menolak langkah Israel yang mengakui Somaliland sebagai negara merdeka adalah keputusan yang tepat dan konsisten dengan prinsip politik luar negeri kita," kata Dave dikutip dari detikNews, Jumat (2/1/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Memangnya, di manakah wilayah Somaliland itu berada? Mengapa Israel mengklaim kedaulatannya secara sepihak?
Fakta-fakta Menarik tentang Somaliland
1. Letak Wilayah Somaliland
Somaliland merupakan bagian dari wilayah Republik Federal Somalia, demikian dikutip dari Britannica. Letaknya berada di Tanduk Afrika.
Wilayahnya berbatasan langsung dengan Djibouti di barat laut, Ethiopia di selatan dan barat, serta Somalia di Timur.
Somaliland mempunyai garis pantai 850 kilometer di sepanjang Teluk Aden. Oleh karena itu, wilayahnya sangat strategis untuk kegiatan perdagangan.
2. Sejarah Singkat Somaliland
Wilayah Somaliland sangat bersejarah. Dahulu, wilayah ini bagian dari Tanah Punt yang dikenal orang-orang Mesir kuno.
Mengutip laman Kedutaan Besar Somaliland di Taiwan, Somaliland dahulu juga merupakan bagian dari protekrorat Inggris. Mereka mendapat kemerdekaan pada 26 Juni 1960.
Somaliland kemudian bergabung secara sukarela dengan Somaliland Italia. Kemudian keduanya membentuk Republik Somalia.
Sejak saat itu, Somaliland selalu menjaga perdamaian dan menggelar pemilihan umum secara teratur. Di sana juga dibangun lembaga-lembaga negara meski tidak diakui secara internasional.
3. Budaya dan Masyarakat Somaliland
Somaliland memiliki penduduk sekitar 5,7 juta orang. Sebagian besar terdiri dari etnis Somalia dan didominasi Muslim.
Mengutip laman resmi Kementerian Investasi dan Industri Somaliland, sebagian besar masyarakat Somaliland mengenakan pakaian barat saat bekerja. Namun, pakaian tradisional lebih disukai di pedesaan.
Mayoritas penduduk Somaliland beragama Islam. Mereka lebih banyak mengonsumi susu, mentega jernih, daging unta dan tidak mengkonsumsi daging babi, lemak babi, alkohol.
Masyarakat di sana terkenal memiliki semangat tinggi dalam wirausaha. Mereka punya identitas nasional yang berakar dari tradisi perdamaian dan pemerintahan lokal.
4. Politik di Somaliland
Sistem demokrasi terus dibangun di wilayah ini. Penduduknya secara teratur memilih presiden, parlemen, hingga pemimpin lokal.
Hingga kini, Somaliland mengembangkan kerja sama internasional dengan negara-negara seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Oman, Yaman, Norwegia, Denmark, Irlandia, Inggris, Kanada, Malaysia, dan masih banyak lagi.
5. Alasan Israel Mengakui Somaliland
Kondisi terakhir Somaliland sangat keruh setelah diakui oleh Israel. Mengutip BBC, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan negaranya mengakui "hak penentuan nasib sendiri" Somaliland.
Israel menjanjikan kerja sama dalam bidang kesehatan, teknologi, pertanian, hingga ekonomi. Deklarasi sepihak oleh Israel tersebut mendapat kecaman dari berbagai pihak.
Salah satunya China, lewat juru bicara Kementerian Luar Negerinya, Lin Jian mereka menentang pengakuan Israel atas Somaliland.
"Tidak ada negara yang boleh mendorong atau mendukung kekuatan separatis internal negara lain demi kepentingan pribadinya sendiri," katanya.
Beberapa analisis pun angkat bicara dan menyebut ada beberapa alasan strategis atas deklarasi Israel tersebut. Seperti disampaikan oleh analis Afrika yang berbasis di AS, Cameron Hudson yang menyebut langkah tersebut dilakukan Israel agar mendapat dukungan untuk melawan pengaruh Iran di Wilayah Laut Merah.
"Laut Merah juga merupakan jalur bagi senjata dan pejuang untuk mengalir ke Laut Merah menuju Mediterania Timur. Secara tradisional, laut ini telah menjadi sumber dukungan dan pasokan bagi para pejuang di Gaza. Oleh karena itu, kehadiran, kehadiran keamanan, dan kehadiran intelijen di muara Laut Merah hanya akan melayani kepentingan keamanan nasional Israel," katanya.
(cyu/nah)











































