Survei dari World Economic Forum (WEF) dan Mercer menemukan orang-orang yang bisa hidup panjang memiliki rahasia kebiasaan tertentu. Melalui kebiasaan itu, banyak orang terjaga kesehatan mentalnya sampai tua. Apa saja kebiasaan yang dimaksud?
Menurut survei yang dirangkum dari berbagai penelitian, hubungan sosial memiliki kaitan erat dengan bagaimana orang bisa panjang umur dan sejahtera secara mental. Dalam praktiknya, kerap ditemukan bahwa lansia yang merindukan masa mudanya, bukan teringat dengan pekerjaannya melainkan hubungan yang terjalin di tempat kerja.
Lalu apakah hubungan sosial menjadi rahasia orang bisa berusia panjang dan bahagia? Berikut penjelasannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua Kebiasaan yang Membuat Orang-orang Bisa Bahagia dan Berumur Panjang
1. Menjaga Hubungan Baik dengan Orang Lain
Kepala Pusat Kesehatan dan Pelayanan Kesehatan WEF, Shyam Bishen, mengatakan hubungan dengan orang lain memiliki dampak positif pada kesehatan mental. Dengan kesejahteraan mental ini, usia seseorang berpotensi lebih panjang.
"Hubungan sosial yang kuat dapat memberikan dukungan emosional, mengurangi stres, dan meningkatkan perasaan bahagia dan rasa memiliki, yang pada gilirannya dapat berdampak baik pada kesehatan fisik dan mendorong kehidupan yang lebih panjang dan sehat," kata Bishen, dikutip dari laman WEF.
Menurut direktur studi WEF, Profesor Robert Waldinger, orang-orang yang laing bahagia dan panjang usia, cenderung memiliki kehangatan hubungan dengan orang lain.
"Orang-orang yang paling bahagia, yang tetap sehat seiring bertambahnya usia, dan yang hidup paling lama adalah orang-orang yang memiliki hubungan paling hangat dengan orang lain ," ujarnya.
Hal ini bisa terjadi karena berhubungan baik dengan orang, bisa menurunkan stres sehari-hari. Dengan stres yang menurun, maka tubuh dan pikiran akan lebih stabil.
Sebaliknya, jika stres tidak menurun tekanannya, maka bisa berdampak buruk ke kesehatan. Pada gilirannya bisa mengikis sistem tubuh.
"Merawat tubuh Anda itu penting, tetapi menjaga hubungan Anda juga merupakan bentuk perawatan diri. Menurut saya, itulah penemuan yang mengejutkan," kata Waldinger kepada Harvard Gazette.
2. Membangun Rutinitas Pagi
Seorang profesor yang mengajar kelas tentang mengelola kebahagiaan di Harvard, Arthur Brooks, mengungkapkan bahwa membangun rutinitas pagi bisa meningkatkan kesejahteraan mental. Ini didapat setelah dirinya mempelajari ilmu perilaku, biologi, juga kebahagiaan.
Ia bahkan menganalisis kondisi emosional dirinya dengan alat psikologi yang disebut Positive and Negative Affect Schedule (PANAS). Dengan serangkaian tes, ditemukan bahwa rutinitas pada pagi hari, berkaitan erat dengan energi yang positif dan bisa menghindari intensitas energi negatif.
Rutinitas pagi yang dimaksud yaitu, bangun subuh sekitar pukul 4:30 pagi, melakukan aktivitas fisik setelahnya, meditasi atau menulis jurnal, dan mengonsumsi sarapan sehat.
"Penelitian menunjukkan bahwa bangun sebelum matahari terbit dapat meningkatkan kreativitas, fokus, dan daya ingat Anda," ujarnya, dikutip dari CNBC.
(faz/nwk)











































