Tawon Raksasa Vs Katak Jepang, Studi Buktikan Hewan Ini yang Menang

ADVERTISEMENT

Tawon Raksasa Vs Katak Jepang, Studi Buktikan Hewan Ini yang Menang

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Minggu, 28 Des 2025 19:00 WIB
Tawon Raksasa Vs Katak Jepang, Studi Buktikan Hewan Ini yang Menang
Foto: Shinji Sugiura/Universitas Kobe/Tawon raksasa ekor kuning Vs Katak kolam berbintik hitam
Jakarta -

Tawon raksasa yang memiliki corak ekor kuning dikenal sebagai lebah pembunuh bagi hewan-hewan seperti tikus dan lebah madu. Namun, sebuah eksperimen menemukan bahwa tawon raksasa yang mematikan ternyata kalah dengan spesies katak dari Jepang.

Berdasarkan studi baru yang terbit di Ecosphere pada 3 Desember 2025, peneliti menguji tawon raksasa dan katak dalam sebuah kotak. Hasilnya, ada satu spesies katak yang berhasil bertahan dari sengatan tawon raksasa, bahkan memakan tawon tersebut.

"Meskipun tikus dengan ukuran serupa dapat mati hanya dengan satu sengatan, katak-katak tersebut tidak menunjukkan kerusakan yang berarti, bahkan setelah disengat berulang kali," kata Shinji Sugiura , satu-satunya penulis studi dan seorang ahli ekologi di Universitas Kobe di Jepang, dikutip dari Smithsonian Magazine.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tingkat ketahanan yang luar biasa terhadap racun yang kuat ini menjadikan penemuan ini unik dan menarik."

Katak Bercak Hitam dari Jepang

Dalam percobaannya, peneliti menguji 45 jenis katak yang berbeda, dan masing-masing diberi satu tawon. Jenis-jenis tawon pembunuh yang diuji yakni V. simillirna, V. analis, dan V. mandarinia.

ADVERTISEMENT

Ditemukan bahwa 15 katak mencoba memakan setiap spesies. Saat katak-katak itu memakan tawon pembunuh, mereka sering disengat di mulut, lidah, dan mata tanpa dampak atau bahaya yang berarti. Tak satu pun katak memuntahkan tawon setelah memakannya.

"Dengan menggunakan sejumlah besar katak individu, saya secara kuantitatif menunjukkan bahwa banyak dari mereka berhasil menangkap dan memakan tawon, bahkan saat disengat," kata Sugiura

Salah satu jenis katak yang diuji tersebut yaitu katak kolam berbintik hitam (Pelophylax nigromaculatus). Sebelumnya, Sugiura juga telah meneliti katak kolam dan menemukan mereka dapat memangsa tawon berbisa tanpa menderita efek apa pun dari sengatannya.

Amfibi Tahan Terhadap Bisa dan Racun

Seorang ahli biologi di Hanover College di Indiana, Brian Gall, menjelaskan bahwa amfibi umumnya lebih tahan terhadap bisa dan racun lain yang mungkin mematikan bagi makhluk lain. Alasannya karena beberapa amfibi menghasilkan racun mereka sendiri .

Gall telah menemukan dalam eksperimennya sendiri bahwa katak Amerika dan katak Fowler dapat menelan semut beludru tanpa bahaya, yang cenderung dihindari hewan lain karena sengatan dan eksoskeletonnya yang tebal

"Amfibi tampaknya memiliki persenjataan sempurna untuk memangsa mangsa berbahaya," kata Gall, yang tidak terlibat dalam penelitian baru ini, kepada New York Times.

"Mangsa mereka dimakan utuh dan ditelan segera, dan mereka menghasilkan lendir dalam jumlah besar yang dapat menyelimuti mangsa tersebut," imbuhnya.

Racun Tawon Raksasa Bukan untuk Amfibi

Menurut Sugiura, racun tawon dirancang untuk melukai burung dan mamalia, yang kemungkinan besar menjadi ancaman bagi serangga tersebut di alam liar. Dalam hal ini, amfibi seperti katak kolam mungkin bukan predator yang umum bagi tawon.

Ke depan, Sugiura ingin mempelajari apakah katak kolam dapat bertahan hidup dari sengatan berbisa makhluk lain. Ia penasaran tentang seberapa besar ambang batas ketahanan katak, jika memang ada, terhadap sengatan tawon.

"Jika katak kolam memang memiliki mekanisme fisiologis yang menekan rasa sakit atau melawan racun tawon, pemahaman tentang hal itu suatu hari nanti dapat membantu kita mengembangkan cara-cara baru untuk mengurangi rasa sakit atau peradangan pada manusia," pungkasnya.

Penulis adalah peserta magangHub Kemnaker di detikcom.




(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads