Apa Itu Boxing Day? Kenali Sejarah Tradisi Sehari Setelah Natal

ADVERTISEMENT

Apa Itu Boxing Day? Kenali Sejarah Tradisi Sehari Setelah Natal

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikEdu
Jumat, 26 Des 2025 07:00 WIB
Apa Itu Boxing Day? Kenali Sejarah Tradisi Sehari Setelah Natal
Foto: iStock
Jakarta -

Boxing Day diperingati setiap 26 Desember, sehari setelah Natal. Lalu, apa itu Boxing Day dan sejarahnya? Berikut penjelasannya.

Dilansir dari Britannica, Boxing Day secara historis merupakan hari libur yang diisi dengan tradisi berbagi dan memberikan hadiah kepada masyarakat yang membutuhkan. Boxing Day diperingati setiap 26 Desember di Inggris dan negara-negara Persemakmuran, seperti Australia, Kanada, dan Selandia Baru.

Apa itu Boxing Day?

Boxing Day adalah hari yang diperingati pada 26 Desember, atau hari pertama setelah Natal. Menurut Kamus Merriam-Webster, Boxing Day awalnya merujuk pada hari kerja pertama setelah Natal yang kemudian ditetapkan sebagai hari libur resmi di beberapa negara Persemakmuran, seperti Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tradisi Boxing Day berasal dari kebiasaan memberikan kotak natal atau Christmas boxes, yakni bingkisan berupa uang atau hadiah kepada para pekerja jasa, seperti pelayan, tukang pos, dan pekerja rumah tangga, sebagai bentuk apresiasi atas pekerjaan mereka sepanjang tahun.

Sejarah Boxing Day

Dilansir dari The Guardian, Boxing Day secara umum diyakini berasal dari tradisi pemberian 'Christmas boxes', meski bentuk bingkisan tersebut dan waktu kemunculannya masih menjadi perdebatan. Salah satu pandangan menyebutkan bahwa tradisi ini bermula di gereja-gereja pada Abad Pertengahan.

ADVERTISEMENT

Saat itu, jemaat mengumpulkan sumbangan bagi kaum miskin dalam kotak amal, yang kemudian dibuka pada hari setelah Natal untuk menghormati Santo Stefanus, martir pertama dalam tradisi Kristen yang diperingati setiap 26 Desember.

Sementara padangan lain menyebutkan bahwa praktik ini bahkan lebih tua, berasal dari akhir Kekaisaran Romawi yang telah dipengaruhi ajaran Kristen, ketika pengumpulan dana untuk kaum miskin dilakukan atas nama Santo Stefanus.

Meski bukti sejarahnya terbatas, yang dapat dipastikan adalah bahwa Hari Santo Stefanus sejak awal dikaitkan dengan tindakan amal dan kepedulian publik.

Pemaknaan Boxing Day semakin menguat pada era Victoria di Inggris. Oxford English Dictionary mencatat istilah Boxing Day mulai digunakan sejak 1830-an, sementara pada 1871, Hari Santo Stefanus resmi ditetapkan sebagai hari libur bank.

Sebagai bagian dari semangat berbagi tersebut, banyak majikan pada era Victoria memberikan Christmas boxes kepada para pekerjanya. Di rumah tangga besar, para pekerja rumah tangga yang telah melayani majikannya pada Hari Natal diberi waktu libur pada Boxing Day untuk pulang menemui keluarga, dengan membawa bingkisan yang kerap berisi makanan sisa perayaan Natal.

Selain itu, berkembang pula kebiasaan masyarakat memberikan hadiah kecil atau uang kepada para pekerja jasa dan pedagang yang telah memberikan layanan sepanjang tahun. Meski istilah Boxing Day dipopulerkan pada abad ke-19, praktik berbagi ini sebenarnya telah ada sebelum periode tersebut.

Dalam perkembangannya, tradisi pemberian Christmas boxes mulai memudar seiring perubahan struktur sosial modern. Hubungan kerja yang semakin anonim dan berkurangnya relasi personal antara pemberi dan penerima jasa membuat praktik ini tidak lagi umum dilakukan.

Boxing Day pada dasarnya merupakan tradisi khas Inggris, yang kemudian menyebar ke negara-negara Persemakmuran seperti Australia, Kanada, dan Selandia Baru. Di negara-negara tersebut, Boxing Day kini lebih dikenal sebagai hari belanja besar-besaran dan acara olahraga.

Sebaliknya, istilah Boxing Day jarang digunakan di Amerika Serikat, dan 26 Desember umumnya bukan hari libur nasional. Di sebagian besar negara Eropa Barat, 26 Desember diperingati sebagai hari kedua Natal, dan tidak lagi sebagai peringatan Boxing Day.

Fakta Boxing Day

Dilansir dari The Fact Site, berikut fakta penting seputar Boxing Day yang perlu diketahui:

  • Boxing Day diperingati di berbagai negara di dunia, antara lain Australia, Austria, Kanada, Jerman, Greenland, Hong Kong, Jamaika, Kenya, Selandia Baru, Norwegia, Rumania, Swedia, Swiss, dan Inggris.
  • Di Afrika Selatan, Boxing Day dikenal sebagai Day of Goodwill, yang menekankan semangat berbagi dan membantu masyarakat kurang mampu.
  • Di Irlandia, Boxing Day disebut Saint Stephen's Day atau Feast of Saint Stephen, dan termasuk salah satu dari sembilan hari libur nasional resmi.
  • Di beberapa negara Eropa, Boxing Day dikenal sebagai Second Christmas Day atau Christmas II.
  • Tradisi Boxing Day berbeda-beda di setiap negara, tetapi umumnya meliputi belanja, pemberian uang atau hadiah kepada yang membutuhkan, serta menonton acara olahraga seperti sepak bola dan pacuan kuda.
  • Di Australia, Selandia Baru, Kanada, dan Inggris, Boxing Day dikenal sebagai hari belanja tersibuk dalam setahun, bahkan melampaui Black Friday dan Cyber Monday.
  • Di Inggris, Boxing Day telah diakui sebagai hari libur bank sejak 1871, dan menjadi bagian penting dari kalender libur nasional.

BLU by BCA hadir sebagai solusi perencanaan keuangan liburan yang praktis dan aman. Dengan fitur Goals atau Rencana, pengguna dapat menyisihkan dana secara bertahap khusus untuk kebutuhan liburan, mulai dari transportasi, akomodasi, hingga kegiatan wisata.




(nwk/nwk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads