Benarkah Manusia Punya Indra ke-6? Ilmuwan Ungkap Fakta Ini

ADVERTISEMENT

Benarkah Manusia Punya Indra ke-6? Ilmuwan Ungkap Fakta Ini

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Rabu, 24 Des 2025 20:30 WIB
Benarkah Manusia Punya Indra ke-6? Ilmuwan Ungkap Fakta Ini
Foto: Pexels/Maria Turkmani/Ilustrasi mencari benda di bawah pasir
Jakarta -

Ilmuwan mengungkapkan bahwa manusia memiliki kemampuan 'sentuhan jarak jauh' atau 'remote touch'. Kemampuan ini bisa membuat manusia mendeteksi objek yang belum disentuh secara langsung. Kok bisa?

Selama ini, panca indra manusia dipahami secara fisik, baik melalui penglihatan, pendengaran, penciuman hingga sentuhan. Terbaru, ilmuwan menemukan kemampuan manusia yang bisa mendeteksi objek sebelum menyentuh langsung. Para ilmuwan bukan menyebutnya sebagai indra ke-6, tetapi 'sentuhan jarak jauh'.

Analisis ini dilatarbelakangi oleh kemampuan burung pantai yang bisa mendeteksi mangsa di bawah pasir. Meski belum menyentuh, burung pantai bisa mendeteksi objek yang terkubur di bawah pasir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dengan konsep yang sama, peneliti dari Queen Mary University of London, Dr Elisabetta Versace dan rekan-rekannya menyelidiki apakah manusia memiliki kemampuan yang sama. Temuan tersebut kemudian dipresentasikan pada bulan September lalu di Konferensi Internasional IEEE tentang Pengembangan dan Pembelajaran (ICDL) 2025 di Praha, Republik Ceko.

ADVERTISEMENT

Manusia Bisa Deteksi Objek di Bawah Pasir

Dalam penelitiannya, para ilmuwan melakukan eksperimen dengan menyembunyikan sebuah kubus di bawah pasir. Para peserta studi diminta menggerakkan jari-jari mereka secara perlahan di atas pasir, untuk mencari sebuah kubus yang tersembunyi sebelum menyentuhnya secara langsung.

Hasilnya menunjukkan kemampuan manusia sama hebatnya dengan burung pantai dalam hal meraba benda yang tak terlihat. Peneliti menemukan bahwa tangan manusia sangat sensitif sehingga bisa mendeteksi keberadaan benda-benda yang terkubur, dengan merasakan pergeseran kecil pada pasir di sekitarnya.

Bahkan, saat ilmuwan membandingkan pendeteksian manusia dengan robot yang dilatih algoritma Long Short-Term Memory (LSTM), manusia lebih unggul.

"Manusia mencapai presisi yang mengesankan sebesar 70,7% dalam rentang deteksi yang diharapkan," papar ilmuwan dilansir Sci.News.

Sementara robot dapat mendeteksi objek dari jarak yang sedikit lebih jauh secara rata-rata, tetapi sering menghasilkan deteksi palsu, sehingga hanya menghasilkan presisi keseluruhan sebesar 40%.

"Ini adalah pertama kalinya sentuhan jarak jauh dipelajari pada manusia dan hal ini mengubah konsepsi kita tentang dunia persepsi (yang disebut 'medan reseptif') pada makhluk hidup, termasuk manusia," ujar Dr Versace.

Temuan ini membuktikan bahwa manusia bisa merasakan keberadaan suatu objek sebelum terjadi sentuhan langsung. Padahal, sebelumnya kemampuan merasakan objek hanya terhubung saat bersentuhan langsung.

Kemampuan untuk Teknologi Robot

Ilmuwan menyebut bahwa temuan sensivita alami dari manusia ini, berpotensi membuat teknologi robot semakin canggih. Terutama robot yang diaplikasikan di dunia nyata dalam proses penyelidikan, penggalian atau tugas pencarian dalam kondisi penglihatan terbatas.

"Wawasan ini dapat menjadi dasar pengembangan robot canggih yang mampu melakukan operasi yang rumit, misalnya menemukan artefak arkeologi tanpa merusaknya, atau menjelajahi medan berpasir atau berbutir seperti tanah Mars atau dasar laut," jelas Zhengqi Chen, mahasiswa doktoral di Queen Mary University of London.

Sementara peneliti di University College London, Dr Lorenzo Jamone, mengatakan penemuan baru ini menarik karena manusia dan robot bisa saling melengkapi.

"Eksperimen pada manusia memandu pendekatan pembelajaran robot, dan kinerja robot memberikan perspektif baru untuk menafsirkan data manusia," ujarnya.

"Ini adalah contoh bagus tentang bagaimana psikologi, robotika, dan kecerdasan buatan dapat bersatu, menunjukkan bahwa kolaborasi multidisiplin dapat memicu penemuan mendasar dan inovasi teknologi," tandasnya.

Penulis adalah peserta program Magang Hub Kemnaker di detikcom.



(faz/faz)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads