Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) semula mempunyai luas mencapai 81.793 hektar. Sayangnya kini hanya tersisa seluas 12.561 hektare atau sekitar 15% kawasan hutan yang masih dapat difungsikan sebagai hutan alami.
Salah satu langkah yang hendak dilakukan tim percepatan pemulihan ekosistem Tesso Nilo adalah relokasi. Meskipun ada perlawanan dari masyarakat yang tidak setuju, TNTN akan terus melakukan sosialisasi.
"Tim percepatan pemulihan ekosistem Tesso Nilo memutuskan untuk, yang pertama mengambil langkah-langkah pengamanan agar kawasan Taman Nasional itu bisa dikembalikan fungsinya sebagai kawasan konservasi, sebagai rumah untuk satwa liar, rumah untuk makhluk hidup lain yang tidak tampak ya. Kemudian juga merehabilitasi, memulihkan hulu-hulu sungai yang rusak sehingga tidak terjadi banjir nanti di kemudian hari. Kemudian juga mensosialisasikan kepada masyarakat bagaimana masyarakat mau untuk direlokasi," jelas Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro kepada detikcom pada Kamis (27/11/2025), dikutip dari detikTravel.
Berapa sih sebenarnya, luas lahan hidup yang dibutuhkan oleh kawanan gajah?
Luas Tempat Hidup Gajah
Luas tempat yang dibutuhkan oleh makhluk hidup dipengaruhi berbagai faktor misalnya ukuran para individunya, jumlah anggota kelompok, makanan, dan sumber daya alam dalam habitat tertentu.
Gajah adalah hewan perumput. Mereka kebanyakan makan rumput dengan beberapa daun, ranting, buah, akar, dan beri yang ditambahkan untuk menyeimbangkan pola makan.
Dikutip dari arsip The Elephant Sanctuary in Tennessee bertajuk "Acres for Elephants", seekor gajah seberat 7.000 pon misalnya (sekitar 3.175 kg) perlu makan 150-200 pon (68-90 kg) makanan setiap hari agar tetap bugar.
Seekor gajah harus berjalan berkeliling untuk menemukan rumput, daun, tanaman merambat, dan lainnya untuk mendapatkannya. Di alam liar, gajah menghabiskan 16 hingga 20 jam setiap hari untuk berjalan dan makan. Mereka juga bisa berjalan sejauh 30 hingga 50 mil untuk menemukan makanan yang cukup.
Kenapa Gajah Baik untuk Lingkungan?
Meski memiliki nafsu makan yang besar, faktany,a gajah baik untuk lingkungannya karena beberapa alasan.
Pertama, 50% hingga 80% nutrisi yang mereka konsumsi tidak tercerna sepenuhnya dan menjadi kotoran gajah. Feses mereka merupakan pupuk yang sangat baik.
Kedua, gajah menyebarkan benih dari berbagai tanaman saat mereka makan dan berjalan, membantu menanam kembali benih di lingkungan mereka.
Terakhir, nafsu makan gajah mencegah vegetasi tumbuh terlalu lebat.
Berjalan dan makan di area yang luas juga bermanfaat bagi gajah. Hal ini menjaga bentuk tubuh mereka, menjaga kuku kaki dan bantalan kaki mereka tetap baik, dan memungkinkan bersosialisasi dengan gajah lain. Semuanya penting untuk kelangsungan hidup gajah.
Matematika Tempat Tinggal Gajah
Kunci dari manfaat bersama seperti dipaparkan sebelumnya, adalah gajah harus memiliki teritori yang cukup luas di mana mereka dapat berjalan dan makan tanpa merumput secara berlebihan di satu area.
Sedangkan di Asia dan Afrika, manusia semakin banyak mengambil ruang gajah. Kemudian, gajah liar terdesak ke wilayah yang terlalu sempit untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Di alam liar, gajah Asia membutuhkan wilayah seluas 200 kilometer persegi hingga 1.000 kilometer persegi untuk mendapatkan makanan yang cukup. Variasi ukuran tersebut bergantung pada ketersediaan makanan.
Di area yang tanamannya melimpah dan tumbuh cepat, ruang yang dibutuhkan mendekati 200 km persegi. Di area yang sebagian hutannya telah ditebangi atau musim kemarau mencegah tanaman tumbuh cepat, gajah membutuhkan lebih banyak ruang, hingga 1.000 km persegi.
Satu kilometer persegi setara dengan 100 hektare. Di area yang banyak tanamannya, maka lahan yang dibutuhkan seekor gajah adalah:
- 200 km persegi x 100 hektare/km persegi = 20.000 hektare
Simak Video "Video: Hiks, Anak Gajah Tari Ditemukan Mati di TN Tesso Nilo"
(nah/twu)