Nama Generasi dan Tahunnya dari Silent hingga Beta, Kamu yang Mana?

Nama Generasi dan Tahunnya dari Silent hingga Beta, Kamu yang Mana?

Siti Nur Salsabilah Silambona - detikEdu
Minggu, 09 Nov 2025 07:00 WIB
Nama Generasi dan Tahunnya dari Silent hingga Beta, Kamu yang Mana?
Foto: Getty Images/ATHVisions/Ilustrasi Gen Z bekerja di kantor
Jakarta -

Dalam lima tahun terakhir, generasi Z (gen Z) banyak disebut di dunia digital. Golongan ini termasuk dari generasi yang tengah menghadapi masa remaja hingga dewasa muda. Tahun berapa Gen Z lahir?

Teori pengelompokan individu berdasarkan generasi, dipopulerkan oleh penulis William Strauss dan Neil Howe serta peneliti asal Ausralia Mark McCrindle. Secara umum, generasi dibedakan berdasarkan periode tahun kelahiran tertentu dalam kurun waktu sekitar 15 tahun.

Berikut ini nama-nama generasi dan tahunnya, merangkum Pew Research, Mental Floss, dan McCrindle.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nama Generasi dan Tahunnya dari Silent, Gen Z hingga Beta

1. Generasi Pendiam & Pembangun (Silent & Builder Generation)

Generasi pendiam (1928-1945) dan generasi pembangun (sebelum 1946) dikenal sangat menghargai stabilitas, kedamaian, serta nilai-nilai tradisional. Mereka tumbuh pada masa sulit depresi ekonomi dan Perang Dunia II yang membentuk karakter pantang menyerah, hemat, dan disiplin.

Kedua generasi ini berperan besar dalam membangun infrastruktur, lembaga sosial, dan sistem ekonomi yang menjadi fondasi bagi generasi-generasi setelahnya. Di tempat kerja, mereka dikenal loyal dan efisien tipikal bertanggung jawab dan menjunjung kredibilitas.

ADVERTISEMENT

2. Generasi Baby Boomer

Baby Boomer diidentifikasi untuk seseorang yang lahir pada 1946-1963. Tahun-tahun ini merupakan "ledakan kelahiran" setelah Perang Dunia II. Generasi ini tumbuh di era munculnya televisi dan perubahan sosial besar-besaran.

Generasi Baby Boomer dikenal idealis, vokal dalam gerakan keadilan sosial, dan berperan penting dalam lahirnya gerakan feminisme. Mereka juga menjadi pionir wirausaha sosial jauh sebelum istilah itu populer.

Sebagai generasi dengan tingkat kekayaan tinggi, mereka kerap disebut "bank milik ayah dan ibu" karena menopang finansial generasi setelahnya.

3. Generasi X (Gen X)

Generasi X lahir pada 1965-1979 dan dikenal sebagai generasi anti-kemapanan yang tumbuh di tengah revolusi komputer. Mereka merupakan jembatan antara dunia analog dan digital.

Gen X belajar mandiri sejak muda, menikmati masa kemakmuran ekonomi sebelum COVID-19, dan banyak yang sukses membangun bisnis sendiri. Mereka juga adaptif terhadap teknologi baru, tanpa kehilangan etos kerja khas generasi sebelumnya.

4. Generasi Y (Millennial)

Generasi milenial lahir kisaran tahun 1980-1994 (ada yang menyebut sampai 1996). Generasi ini banyak yang lebih memilih pengalaman daripada kepemilikan aset. Namun, naiknya harga properti dan stagnasi gaji membuat banyak dari mereka sulit membeli rumah.

Sebagai generasi digital native pertama, milenial tumbuh bersama ledakan internet dan media sosial seperti Facebook serta YouTube. Mereka kreatif, terbuka, dan cepat beradaptasi terhadap perubahan tren global.

5. Generasi Z (Gen Z)

Generasi Z lahir pada 1995-2009 (ada yang menyebut dimulai dari 1997 sampai 2012). Mereka hadir pada era digital dan menghadapi Pandemi COVID-19 saat masa sekolah atau kuliah.

Gen Z memandang pendidikan sebagai investasi jangka panjang dan menjunjung tinggi konsep lifelong learning atau pembelajaran seumur hidup. Meski sering dicap "serba instan", penelitian menunjukkan gen Z lebih peduli pada isu sosial, suka menjadi relawan, dan memiliki kesadaran finansial tinggi.

Generasi 'medsos' ini juga dikenal sebagai individu yang suka menabung sejak muda, tapi tetap mengejar makna dan keseimbangan hidup.

6. Generasi Alpha

Generasi Alpha merupakan anak-anak yang lahir kisaran tahun 2010-2024 yang tumbuh di dunia serba digital. Mereka sudah mengenal, bahkan menguasai gawai, media sosial, dan artificial intelligence (AI) sejak usia dini.

Pandemi, globalisasi, dan perkembangan teknologi menjadi faktor pembentuk utama mereka. Generasi ini cepat beradaptasi, berpikir kritis, dan melihat dunia tanpa batas geografis. Bagi mereka, dunia digital telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

7. Generasi Beta (Anak Masa Depan)

Setelah generasi Alpha, individu yang lahir pada 2025-2039, akan disebut sebagai Generasi Beta. Generasi ini merupakan anak-anak yang akan lahir di tengah dunia super digital.

Para ahli memperkirakan generasi Beta akan tumbuh sangat terhubung dengan teknologi, menjunjung keberagaman dan inklusivitas, memiliki rasa ingin tahu tinggi, dan lebih terbuka terhadap perubahan sosial.

Namun, tantangan global seperti krisis iklim, kemajuan AI, dan perubahan sosial akan membentuk karakter mereka seiring waktu. Generasi Beta disebut akan menjadi wajah baru dunia abad ke-21.




(faz/faz)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia
Hide Ads