Para arkeolog menemukan rahasia yang baru terkuak setelah Gunung Vesuvius meletus tahun 79 M. Apa itu?
Gunung Vesuvius meletus pada tahun 79 M dan mengubur Pompeii di bawah abu dan batu apung setinggi beberapa meter. Kota Romawi itu membeku seiring waktu.
Namun, penelitian baru menunjukkan kisahnya tidak berakhir di sana. Kehidupan merayap kembali di antara reruntuhan, dalam bentuk yang jauh lebih berbahaya, dan berlanjut selama berabad-abad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukti terbaru dari pekerjaan restorasi di bagian selatan kota mengungkapkan bahwa Pompeii kembali dihuni segera setelah letusan dan tetap dihuni hingga setidaknya abad ke-5.
"Para peneliti dan arkeolog di Pompeii hampir selalu mencatat [bahwa orang-orang telah pindah kembali], tetapi hal itu agak tertutupi oleh minat untuk menemukan karya seni tahun 79 M yang terpelihara dengan sangat baik dan menakjubkan," ujar Direktur Taman Arkeologi Pompeii, Gabriel Zuchtriegel, yang juga peneliti studi baru tersebut dilansir BBC Science Focus, Minggu (24/8/2025) dikutip, Jumat (29/8/2025).
Keluarga-keluarga membangun rumah sementara di lantai atas bangunan terpendam yang masih tersisa. Sementara itu, lantai bawah - yang dulunya lantai dasar - menjadi gudang bawah tanah dan gua-gua, dilengkapi dengan perapian, oven, dan bahkan penggilingan kecil.
"Itu lebih seperti permukiman kumuh - permukiman yang sangat rentan dan tidak terstruktur. Tentu saja bukan kota dalam arti umum; tidak ada kuil, tidak ada bangunan umum sejauh yang kami ketahui, melainkan sekelompok tempat perlindungan rentan yang dibangun di antara reruntuhan lantai atas kota Pompeii yang terlihat muncul dari abu dan tanah," ujar Zuchtriegel.
Jadi siapa yang memilih untuk kembali ke kota yang hancur itu? Menurut Zuchtriegel, penduduknya kemungkinan besar adalah mereka yang tidak punya pilihan lain.
"Tentu saja, Anda lebih suka tinggal di tempat lain jika memungkinkan. Namun, ada orang-orang yang mungkin tidak memiliki properti lain, mungkin tidak memiliki kerabat. Mereka masih akan mengenali kota tempat mereka dulu tinggal," tuturnya.
Ada juga insentif lain: kesempatan untuk menemukan harta karun yang terkubur di bawah abu.
"Ada juga sejumlah besar kekayaan yang tersembunyi di bawah tanah, seperti logam, patung, koin, dan marmer," kata Zuchtriegel.
Pendudukan kembali Pompeii sama sekali tidak sebanding dengan keadaan kota sebelum tahun 79 M.
"Jadi, orang-orang mungkin awalnya kembali untuk menggali sisa-sisa Pompeii di bawah tanah... Perlahan-lahan, vegetasinya kembali, dan berubah menjadi lanskap yang hijau dan subur," katanya.
Komunitas yang rapuh ini bertahan selama berabad-abad. Komunitas ini mungkin akhirnya musnah oleh letusan lain pada tahun 472 M, yang dikombinasikan dengan runtuhnya Kekaisaran Romawi Barat yang lebih luas.
"Mungkin ada penurunan demografi secara umum, migrasi, dan bentuk-bentuk kemiskinan serta kesulitan baru yang terkait dengan disintegrasi pemerintah pusat," kata Zuchtriegel.
(nwk/faz)