Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti soroti minat generasi masa kini untuk jadi pegawai birokrasi cenderung menurun. Hal ini dinilainya menjadi sebuah realitas yang harus diperhatikan.
"Kita juga melihat ada sebuah realitas baru di mana kecenderungan generasi Indonesia untuk menjadi pegawai itu cenderung menurun," tutur Mu'ti dalam acara Peluncuran Program Manajemen Talenta di Plaza Insan Berprestasi, Gedung A Kemendikdasmen, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Jumat (29/8/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Generasi saat ini menurut Mu'ti memilih untuk bekerja di sektor-sektor profesional yang secara pendapatan lebih menjanjikan. Mereka mulai meninggalkan profesi yang berkaitan dengan birokrasi.
"Mereka lebih memilih karier yang sifatnya challenging (penuh tantangan) daripada mereka berkarier di birokrasi dengan penjenjangan kepangkatan yang sangat ribet, naiknya lama. Ternyata tidak menjadi pilihan karier generasi masa depan," imbuhnya.
ASN Tulang Punggung Penyelenggaraan Negara
Turunnya minat generasi masa kini menjadi pegawai birokrasi menurut Mu'ti memang harus segera diperhatikan. Mengingat negara masih memerlukan Aparatur Sipil Negara (ASN).
"Secara realistis penyelenggaraan negara kita tidak bisa melepaskan diri dari pentingnya kita memiliki para pegawai negeri, para ASN yang memang mereka menjadi tulang punggung penyelenggaraan negara," jelasnya.
ASN menurut Mu'ti merupakan sosok yang memastikan bahwa semua tugas-tugas kenegaraan itu dapat terlaksana dengan baik. Untuk itu, ia memikirkan pentingnya Kemendikdasmen memiliki talent scout atau upaya untuk mencari talenta baru.
"Kalau tidak ada talent scout juga kita hanya akan menerima apa yang ada dan kadang-ladang itu sebuah tantangan yang tidak mudah untuk kita mengembangkannya menjadi talenta yang hebat," urai Sekum PP Muhammadiyah itu.
Untuk mengembangkan 10 ribu pegawainya Kemendikdasmen membangun sistem Manajemen Talenta.
(det/twu)