Gajah Betina Tua Berperan Pimpin Kawanan, Yang Jantan Ngapain?

Gajah Betina Tua Berperan Pimpin Kawanan, Yang Jantan Ngapain?

Devita Savitri - detikEdu
Kamis, 09 Feb 2023 17:00 WIB
African Elephants on the Masai Mara, Kenya, Africa
Ilustrasi kawanan gajah Foto: Getty Images/Andrew Linscott
Jakarta -

Berbeda dengan kawanan hewan lain pada umumnya yang dipimpin jantan, gajah betina tua ternyata punya peran pimpin kawanan gajah. Kok bisa ya?

Mengutip laman AZ Animals, Kamis (9/2/2023) pada dasarnya gajah adalah hewan yang sangat cerdas secara emosional. Sehingga mereka mampu mengekspresikan emosi komplek seperti kegembiraan, cinta, kemarahan, empati bahkan kesedihan.

Gajah juga merupakan hewan sosial yang sangat menikmati berinteraksi satu sama lain. Dengan demikian, gajah umumnya jarang hidup sendiri melainkan bergabung dalam satu kawanan.

Kawanan gajah merupakan kelompok keluarga gajah. Seperti arti keluarga mereka memiliki hubungan yang erat dan melindungi satu sama lain.

Bahkan saking eratnya, ketika satu anggota kawanan mati, mereka akan berduka selama beberapa minggu atau bahkan berbulan-bulan.

Keluarga memiliki arti ibu dan bapak serta anak-anaknya menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Tetapi hal itu tidak berlaku kepada kawanan gajah karena mereka bukan dipimpin oleh jantan melainkan betina. Begini penjelasannya.

Kawanan Gajah Dipimpin Betina Tua

Masih melansir dari sumber yang sama, kawanan gajah pada dasarnya memiliki struktur yang konsisten dalam multigenerasi. Struktur itu disebut matriarkal.

Matriarkal menurut KBBI berarti sistem pengelompokan sosial dengan seorang ibu menjadi kepala dan penguasa seluruh keluarga. Dengan demikian, kawanan gajah dipimpin oleh gajah betina.

Bukan sembarang betina, kawanan gajah akan memilih betina yang lebih tua dan berpengalaman untuk memimpin kawanan.

Hal tersebut ternyata sempat dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan tim peneliti dari Pusat Penelitian Perilaku Hewan di Universitas Exeter Inggris dilansir melalui laman Sci News.

Mereka awalnya melakukan penempatan gajah jantan dalam kawanan gajah berdasarkan umur yakni (10-15, 16-20, 21-25 dan 26+). Tujuannya untuk menemukan siapa yang mengambil posisi pemimpin dalam kawanan itu.

Namun ketika kawanan gajah berjalan, ditemukan bila kepemimpinan diukur berdasarkan usia yang paling tua dan bukan jantan melainkan betina.

Alasannya lantaran gajah betina dianggap yang paling efektif dalam membuat keputusan yang penting untuk keberlangsungan hidup kawanan. Karena sudah berhenti bereproduksi mereka mampu memimpin secara kolektif untuk mencari sumber makanan.

Satu kawanan yang berisi gajah betina bisa berkisar 3-25 gajah dan akan lebih besar karena bergabung dengan gajah jantan ketika musim kawin. Ketika bergabung kawanan gajah bisa berjumlah 500-1000 gajah dikutip dari laman Independent.

Setiap kali ibu pimpinan kawanan mati, nantinya gajah betina lain yang tertua kedua dalam kelompok akan menggantikannya. Namun, sebenarnya bagaimana kehidupan gajah jantan?

Kehidupan Gajah Jantan

Gajah jantan memang memiliki kehidupan yang berbeda. Meski begitu mereka juga sempat hidup dalam kawanan dan dekat dengan ibu mereka. Hal tersebut terjadi sejak masa bayi hingga remaja. Ketika gajah jantan mencapai usia pubertas yakni 12-15 tahun, mereka akan meninggalkan kawanannya.

Dengan demikian, gajah jantan dewasa memiliki kehidupan secara nomaden dan menyendiri. Namun, mereka juga memiliki kawanan.

Kawanan itu tak akan terlalu besar karena biasanya memiliki struktur longgar dengan usia yang kira-kira sama. Meski begitu, kawanan tetap harus dipimpin oleh satu sosok.

Dalam kawanan gajah jantan, mereka yang menjadi pemimpin adalah gajah tertua dan paling berpengalaman untuk memimpin dan siap melindungi kelompok.

Satu-satunya waktu gajah jantan akan berinteraksi dengan betina dewasa lainnya adalah selama musim kawin gajah betina, yang juga dikenal sebagai musim estrus atau musim "rutting".

Setelah keduanya kawin, mereka akan berpisah dan kembali ke kelompoknya. Karena gajah jantan cenderung tidak banyak berperan dalam membesarkan anaknya.

Sebaliknya, bayi mereka akan tetap bersama ibu yang akan membesarkan mereka di dalam kelompok kawanan bersama dengan bantuan dari saudara perempuan lainnya.

Setelah bayi gajah dewasa, betina akan tetap berada dalam kelompok. Sementara itu, generasi pejantan berikutnya akan pergi dan mengulangi proses di atas lagi.

Nah itulah alasan mengapa gajah betina tua ternyata punya peran pimpin kawanan gajah. Semoga informasi ini bermanfaat ya detikers!



Simak Video "Cerita Mawar de Jongh Perankan Psikopat"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia