Kisah Vladimir Komarov, Kosmonot yang Alami Bencana Luar Angkasa Pertama di Dunia

Kisah Vladimir Komarov, Kosmonot yang Alami Bencana Luar Angkasa Pertama di Dunia

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 01 Feb 2023 19:00 WIB
Undated portrait of Soviet cosmonaut Vladimir Komarov, who died during his second flight, onboard Soyuz 1, 23 April 1967, when the spacecraft crashed during its return to Earth. He was the first confirmed human to die during a space mission, and the first Soviet cosmonaut to travel into space more than once. Just before impact, Soviet premier Alexey Kosygin told Komarov his country was proud of him. (Photo by - / TASS / AFP)
Foto: TASS / AFP/Vladirim Komarov
Jakarta -

Pernah membayangkan manusia jatuh dari langit? Tentu saja bisa dipastikan nyawanya akan menghilang jika tanpa parasut atau alat terjun lainnya.

Peristiwa manusia jatuh dari langit ternyata pernah terjadi dalam sebuah bencana luar angkasa pertama di dunia.

Pada 24 April 1967, Space mengklaim korban pertama misi luar angkasa dengan kosmonot asal Uni Soviet yakni Vladimir Mikhailovich Komarov.

Ia jatuh ke tanah ketika parasut utama pada kapsul Peluncuran Soyuz 1 gagal dibuka, sebagaimana dikutip dari situs Wonderdome UK.

Komarov adalah kosmonot pertama yang terbang ke luar angkasa dua kali dan manusia pertama yang meninggal saat menjalankan misi luar angkasa.


Pesawat SOYUZ Tidak Aman

Saat itu, pesawat luar angkasa SOYUZ belum siap untuk melakukan penerbangan berawak. Para kosmonot yang terlibat, termasuk Komarov sendiri, tahu bahwa pesawat itu tidak aman.

Sebab, sebelum peluncuran berawak SOYUZ 1, terdapat tiga misi uji tak berawak dan semuanya berakhir gagal.

Pesawat pertama tidak berfungsi dan yang kedua meledak di landasan peluncuran, lalu yang ketiga tenggelam di laut.

Terlepas dari semua itu, pejabat negara memutuskan untuk melanjutkan peluncuran yang membawa Komarov tersebut.

Penerbangan Komarov di SOYUZ 1

Soyuz 1 diluncurkan pada 23 April 1967 dari Kosmodrom Baikonur pada pukul 03.35 waktu setempat. Peluncuran berjalan sesuai rencana, tetapi masalah dimulai segera setelah pesawat mencapai orbitnya.

Pertama, salah satu panel surya gagal dibuka. Komarov mencoba memutar pesawat ruang angkasa untuk mengarahkan panel kedua ke arah Matahari, tetapi tidak berhasil.

Kurangnya daya, juga mengancam dan membahayakan sistem pendukung kehidupan onboard. Navigasi juga tidak berfungsi.

Akhirnya, kontrol darat memutuskan untuk membatalkan misi secepat mungkin. Baru pada 27 jam dan 18 orbit mengelilingi Bumi, kosmonot itu akhirnya dalam perjalanan pulang.

Komarov berhasil mengarahkan kapal secara manual dan menembakkan retrorocket untuk melakukan pendaratan ke Bumi.

Namun sayangnya, parasut utama kapsul pendaratan gagal dibuka dan Vladimir Komarov menabrak Bumi dengan kecepatan 60 meter per detik atau sekitar 216 km per jam.



Simak Video "Catat! 5 Planet Sejajar Bakal Muncul di Akhir Maret"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia