Apa Jadinya Jika Dinosaurus Masih Hidup? Begini Kata Ilmuwan

Apa Jadinya Jika Dinosaurus Masih Hidup? Begini Kata Ilmuwan

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Jumat, 02 Des 2022 20:20 WIB
Dinosaurus
Foto: Reuters
Jakarta -

Dinosaurus adalah makhluk hidup yang telah punah. Hingga kini, keberadaan reptil besar tersebut hanya dapat dibuktikan melalui fosil-fosil yang ditemukan oleh para peneliti.

Namun, pernahkah terlintas di benak detikers apa jadinya jika dinosaurus tidak punah? Bisakah manusia hidup berdampingan dengan hewan bertubuh besar ini?

Melansir dari situs The Conversation, 66 juta tahun yang lalu asteroid sebesar 10 kilometer berkekuatan 10 miliar bom atom jatuh ke Bumi dan meluluhlantakkan spesies dinosaurus.

Akibat hantaman asteroid itu, terjadi berbagai macam bencana alam seperti gempa, tsunami, hingga kematian 90 persen makhluk hidup yang tinggal di Bumi. Ilmuwan mengungkap peristiwa inilah yang menyebabkan manusia mengalami revolusi.

Spesies mamalia termasuk primata mengalami perkembangan yang pesat setelah kepunahan dinosaurus.

Lantas, apa jadinya Bumi jika dinosaurus tidak punah?

Keberadaan Dinosaurus Jadi Penghambat Evolusi Manusia

Bayangkan saja jika asteroid tidak menghantam Bumi, mungkin evolusi manusia tidak akan pernah terjadi.

Meski manusia memiliki akal dan otak untuk berpikir, berbahasa, berkumpul dengan banyak komunitas, keberadaan dinosaurus akan menjadi penghambat dan mencegah manusia mendominasi Bumi.

Pada tahun 1980-an, seorang ahli paleontologi yang bernama Dale Russell mengatakan ada dinosaurus yang tidak pernah punah dan dapat berevolusi menjadi pengguna alat yang cerdas.

Saat itu, Russell menamakan dinosaurus yang berevolusi mirip menjadi manusia sebagai Dinosauroid.

Dinosauroid diyakini dapat berjalan tegak karena tubuhnya mirip dengan manusia. Sayangnya, spekulasi Russell tidak dibuktikan mengingat mayoritas spesies dinosaurus berbadan besar.

Tubuh Dinosaurus Kian Membesar

Tubuh dinosaurus kian membesar hingga menjadi raksasa seiring berjalannya waktu. Sebagai contoh, dinosaurus Brontosaurus yang memiliki berat 16-22 ton dan panjang 21-23 meter berevolusi menjadi dinosaurus dengan bobot 30-50 ton dan panjang tubuhnya mencapai 30 meter.

Walau begitu, perkembangan pada besar tubuh dinosaurus tidak dibarengi dengan otaknya. Menjelang Zaman Cretaceous atau 80 juta tahun lalu, otak tyrannosaurus hanya berbobot 400 gram.

Sementara itu, otak velociraptor memiliki berat 15 gram. Jika dibandingkan dengan otak manusia yang bobotnya mencapai 1,3 kilogram, otak dinosaurus jauh lebih ringan.

Oleh sebab itu, evolusi dinosaurus diyakini terhenti karena gagalnya perkembangan otak reptil besar itu. Meski demikian, ilmuwan yakin dahulu dinosaurus hidup bersama kawanannya.

Perkembangan Otak Dinosaurus Berbeda dengan Mamalia

Kehidupan yang mengelompok ini membuktikan kompleksitas dinosaurus. Namun, itu juga bisa terhenti karena otaknya yang tidak berkembang.

Di sisi lain, ilmuwan yakin otak dinosaurus dapat terus berkembang. Namun, hanya sedikit bukti yang menunjukkan dinosaurus dapat berevolusi hingga menjadi jenius seperti manusia.

Lain halnya dengan mamalia. Para ilmuwan menyatakan evolusi mamalia tidak dapat dihindari, ini dapat dilihat dari otak mamalia yang terus berkembang. Selain itu, ukuran mamalia juga berevolusi, namun tidak sampai menjadi raksasa.



Simak Video "Kerangka Dinosaurus Kecil Dijual, Tingginya 1,3 Meter"
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia