Rambut Bisa Kembali Hitam saat Stres Berkurang? Ini Jawaban Peneliti

Rambut Bisa Kembali Hitam saat Stres Berkurang? Ini Jawaban Peneliti

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 02 Des 2022 18:40 WIB
A young woman with gray hair. Early gray hair concept.
Foto: Getty Images/iStockphoto/Alina Humeniuk/Rambut Bisa Kembali Hitam saat Stres Berkurang? Ini Jawaban Pene
Jakarta -

Ada sebuah legenda di mana rambut Marie Antoinette, istri Raja Prancis Louis XVI berubah menjadi putih hanya dalam semalam sebelum dia dipenggal pada 1791. Meskipun legenda ini tidaklah akurat, tetapi rambut yang sudah tumbuh dari folikel, warnanya sudah tidak bisa lagi berubah.

Mengenai keterkaitan antara stres dan rambut yang memutih, sebuah studi dari para peneliti di Columbia University Vagelos College of Physicians and Surgeons pada tahun lalu diklaim sebagai riset pertama yang menawarkan bukti kuantitatifnya.

Para peneliti tersebut juga mengungkap apakah stres yang berkurang akan mengembalikan warna rambut seseorang.

Rambut yang Memutih Bisa Kembali Hitam, asal...

Studi kuantitatif mengenai rambut yang berubah menjadi putih ini dipublikasikan pada 22 Juni pada jurnal eLife.

Peneliti senior dalam studi tersebut, Martin Picard, memahami mekanisme yang memungkinkan uban kembali ke pigmennya yang semula, bisa menghasilkan petunjuk baru soal kelenturan penuaan manusia secara umum.

Selain itu, juga akan diketahui bagaimana pengaruh stres terhadap perubahan warna rambut ini.

"Data kami menambah semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penuaan manusia bukanlah proses biologis yang tetap dan linier. Namun, setidaknya bisa dihentikan atau dibalik untuk sementara," kata Picard.

Pakar behavioral medicine dari Columbia University Vegelos College of Physicians and Surgeons tersebut mengatakan, seperti halnya lingkaran pohon yang memuat riwayat sebuah pohon, rambut manusia juga memiliki informasi biologis.

"Saat rambut masih berada di bawah kulit sebagai folikel, mereka berada di bawah pengaruh hormon stres dan hal lainnya yang terjadi dalam pikiran dan tubuh kita. Selanjutnya, begitu tumbuh dari kulit kepala, mereka akan mengeras dan kondisi tersebut menjadi permanen," jelas Picard.

Para peneliti menganalisis rambut dari 14 orang relawan dan hasilnya dibandingkan dengan jurnal stres mereka masing-masing.

Ilmuwan pun mendapati bahwa beberapa rambut yang warnanya memudar, secara natural warnanya kembali seiring dengan hilangnya stres.

"Ada satu orang yang pergi berlibur dan lima helai rambut pada orang tersebut kembali menghitam selama liburan," kata Picard.

Kendati demikian, kembalinya pigmen rambut ini juga tidak selalu berlaku. Berdasarkan pemodelan matematika, rambut perlu mencapai titik tertentu sebelum mulai berwarna abu-abu.

"Pada usia paruh baya, saat rambut mendekati ambang karena usia biologis maupun faktor lainnya, stres akan mendorong rambut melewati ambang batas tersebut dan mengubahnya menjadi abu-abu," terang dia.

"Meski begitu, kami tidak berpikir bahwa mengurangi stres saat usia 70 tahun (dan sudah bertahun-tahun beruban), akan menggelapkan kembali warna rambutnya. Demikian juga meningkatkan stres ke anak usia 10 tahun akan cukup membuat rambutnya menjadi abu-abu," lanjutnya.



Simak Video "Golkar Maknai Jokowi soal Pemimpin Berambut Putih Ditujukan ke Airlangga"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia