Nyamuk DBD: Ciri-ciri, Gigitan, dan Cara Mencegah Perkembangbiakannya

Nyamuk DBD: Ciri-ciri, Gigitan, dan Cara Mencegah Perkembangbiakannya

Fahri Zulfikar - detikEdu
Jumat, 02 Des 2022 16:40 WIB
Aedes mosquito sucking blood
Foto: Getty Images/iStockphoto/Noppharat05081977/ilustrasi nyamuk dbd
Jakarta -

Nyamuk DBD adalah nyamuk yang menyebabkan penyakit demam berdarah. Nyamuk DBD yang umum dikenal adalah Aedes aegypti.

Melansir laman Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga (Unair), nyamuk Aedes aegypti adalah jenis nyamuk yang membawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah. Nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus tersebut hanya betina.

Selain virus dengue, nyamuk Aedes aegypti ini juga membawa virus zika, chikungunya, dan demam kuning.


Nyamuk DBD Aktif Menggigit di Siang Hari

Penyebaran virus oleh nyamuk Aedes aegypti umumnya lebih mudah terjadi di negara beriklim tropis, seperti Indonesia. Terutama saat memasuki musim hujan.

Sebab saat curah hujan yang tinggi, kondisi lingkungan bisa sangat mendukung bagi nyamuk DBD untuk berkembang biak dan meneruskan daur hidupnya.

Nyamuk DBD sendiri lebih aktif pada siang hari, namun dapat pula menggigit pada malam hari jika pencahayaan baik.

Secara umum, apabila seseorang digigit nyamuk DBD, kulit akan mengalami ruam merah. Terutama di sekitar dada hingga menjalar ke tangan.

Kemudian akan merasakan demam, sakit kepala, nyeri di beberapa bagian tubuh hingga pegal di area persendian.

Ciri-ciri Nyamuk DBD

Dikutip dari laman Dinas Kesehatan Kabupaten Kulonprogo, nyamuk DBD umumnya memiliki warna hitam dengan bercak putih pada tubuhnya.

Target yang digigit nyamuk ini utamanya adalah manusia. Nyamuk betina perlu menghisap darah untuk menghasilkan telur, sedangkan nyamuk jantan makan dari sari bunga.

Gigitan nyamuk Aedes aegypti terkadang tidak disadari. Hal ini karena nyamuk DBD biasanya menghampiri dari belakang tubuh dan menggigit di bagian siku atau pergelangan kaki.

Adapun ciri lain dari nyamuk DBD Aedes aegypti, yakni:

- Nyamuk Aedes aegypti dapat terbang sejauh 400 meter

Tak heran jika penyebaran virus dengue dapat terjadi hingga jarak yang jauh dari tempat nyamuk bersarang.


- Senang berada di air yang bersih

Nyamuk Aedes aegypti bersarang dan bertelur di genangan air yang jernih. Di dalam rumah, nyamuk ini banyak ditemukan berkembang biak di tempat penampungan air, misalnya bak mandi, vas bunga, talang air, atau tempat minum hewan peliharaan.


- Nyamuk ini juga dapat bersembunyi di sudut rumah yang minim cahaya

Tempat yang juga disukai nyamuk DBD ini seperti kolong tempat tidur atau di balik lemari. Di luar rumah, nyamuk ini bersarang dan berkembang biak di tangkai atau lubang pohon.


Cara Mencegah Perkembangbiakan Nyamuk DBD

Situs Ners Unair juga menyebutkan cara untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yakni dengan menerapkan 3M:

1. Menutup rapat tempat penyimpanan air

2. Menguras tempat penampungan air secara rutin, setidaknya seminggu sekali

3. Mengubur atau mendaur ulang barang bekas yang dapat menyebabkan air menggenang.

Selain itu, perlu juga dilakukan tindakan pencegahan tambahan untuk mencegah penyebaran virus melalui nyamuk ini, antara lain dengan:

1. Memasang kawat antinyamuk di jendela dan pintu rumah

2. Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air

3. Menanam tanaman pengusir nyamuk

4. Menggunakan kelambu saat tidur

5. Memelihara ikan pemakan jentik nyamuk.

Nah, itulah penjelasan mengenai nyamuk DBD beserta ciri dan cara mencegah perkembangbiakannya. Semoga menambah wawasan detikers, ya!



Simak Video "Bill Gates Dukung Riset Atasi Demam Berdarah di Yogyakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia