Apa Itu Program Marshall Plan? Sejarah, Tujuan dan Dampaknya

Apa Itu Program Marshall Plan? Sejarah, Tujuan dan Dampaknya

Putri Tiah - detikEdu
Kamis, 01 Des 2022 07:00 WIB
Kengerian Perang Dunia
Hancurnya kota karena Perang Dunia II. Pemerintah AS kemudian mencetuskan Marshall Plan untuk memberi bantuan (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Program Marshall Plan adalah suatu kebijakan luar negeri Amerika Serikat pasca Perang Dunia II yang diperuntukkan bagi negara-negara Eropa yang hancur akibat perang, khususnya Eropa Barat.

Mengutip di buku Bestie Book Sejarah SMA/MA Kelas X, XI, & XII oleh The King Eduka, usainya masa Perang Dunia II ditandai dengan Perang Dingin antara Amerika Serikat bersama dengan sekutunya di satu pihak dengan Uni Soviet.

Amerika Serikat dan Uni Soviet saling menaruh curiga satu sama lain. Masing-masing dari kedua belah pihak berusaha memperluas pengaruhnya dan bersaing dalam perekonomian, salah satu caranya dengan memberikan bantuan kepada negara-negara yang terkena dampak PD II.

Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan Marshall Plan? Berikut, simak penjelasan terkait Marshall Plan.

Latar Belakang Marshall Plan

Marshall Plan adalah program ekonomi berskala besar pada tahun 1947 - 1951 oleh Amerika Serikat yang bertujuan mendirikan kembali kekuatan ekonomi negara-negara di Eropa setelah Perang Dunia II selesai.

Inisiatif penamaan ini diambil dari Menteri Luar Negeri, George Marshall. Pembagian bantuan ini tidak hanya untuk negara Eropa namun juga negara Asia yang terkena imbas dari Perang Dunia II.

Mengutip dari Encyclopedia Britannica dan buku Nippon Pengubah Sejarah oleh Arisandi, latar belakang tercetusnya Marshall Plan terjadi pada 5 Juni 1947, Marshall berpidato menyerukan bantuan bagi Eropa di Universitas Harvard.

Marshall memberikan usulan agar negara-negara Eropa merancang program perbaikan ekonominya yang nantinya akan dibantu oleh Amerika Serikat.

Pada pertengahan Juni 1947, Inggris dan Prancis mengundang negara-negara Eropa ke Paris untuk melakukan pembicaraan rencana pemulihan ekonomi bersama.

Negara yang menolak hadir pada undangan tersebut yaitu Uni Soviet. Begitupun dengan Hungaria, Cekoslovakia, dan Polandia karena sudah di bawah kendali pengaruh Negara Tirai Besi.

Hasil dari pertemuan di Paris itu selanjutnya dibawa Komite Kerjasama Ekonomi (CEE) ke Kongres AS. Pada tanggal 2 April 1948, Kongres AS meluluskan Undang-undang Kerja Sama Ekonomi. Keesokan harinya, pada 3 April 1948, Presiden AS Harry S Truman menandatangani undang-undang tersebut.

Tujuan Marshall Plan

Di bawah Marshall Plan ini, Badan Kerjasama Ekonomi (ECA) mengucurkan aliran dana sebesar USD 13 miliar selama 1948-1951.

Marshall Plan awalnya dijadwalkan baru berakhir pada 1953, tetapi upaya memperpanjang kebijakan Marshall Plan gagal akibat biaya Perang Korea yang terus bertambah

Dalam apa yang disebut sebagai Doktrin Truman, dia meminta Kongres menyetujui pemberian bantuan kepada Yunani dan Turki yang sedang dalam tekanan Uni Soviet dan komunisme pada 1947.

Sebagian dana itu diberikan berupa hibah dan sisa pinjaman lunak jangka panjang, seperti dikutip dari buku Sikat Habis Semua Soal SBMPTN Soshum 2016 oleh Kika Nawangwulan, DKK.

Sebanyak 17 negara di wilayah barat dan selatan Eropa yaitu: Inggris, Austria, Belgia Belanda, Denmark, Perancis, Swedia, Islandia, Irlandia, Yunani, Italia, Luksemburg, Norwegia, Swiss, Turki, dan Jerman Barat.

Dengan langkah dapat berguna untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan industri Eropa serta menghidupkan kembali industri kimia, permesinan, dan baja.

Dengan Doktrin Truman membuat negara-negara yang semula di bawah rezim totaliter menjadi negara demokratis. Selain itu, tanpa bantuan luar negeri, proses pembangunan Eropa berlangsung lama.

Dampak Marshall Plan

Mengutip dari buku Akar-Akar Sejarah Bidang: Handbook Kebijakan Publik oleh Robert E Goodin, Marshall Plan secara efektif menghentikan gerak komunisme Eropa pasca Perang Dunia II.

Di sisi politik, bantuan AS melalui Marshall Plan membuat Eropa Barat tidak perlu berhemat untuk membiayai kesejahteraan rakyat dan hal ini membawa stabilitas politik.



Simak Video "Kereta Kargo Pembawa Bahan Kimia Beracun Anjlok di AS"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia