Ternyata Lidah Punya Kemampuan untuk Mencium Aroma, Kok Bisa?

Ternyata Lidah Punya Kemampuan untuk Mencium Aroma, Kok Bisa?

Anisa Rizki Febriani - detikEdu
Senin, 28 Nov 2022 07:30 WIB
5 Fakta Aneh Lidah Manusia yang Jarang Diketahui Orang
Ilustrasi lidah manusia (Foto: Getty Images)
Jakarta -

Siapa sangka kalau indera pengecap manusia punya kemampuan mencium aroma seperti hidung? Nah, dalam jurnal Chemical Senses peneliti dari Monell Chemical Senses menemukan fakta unik mengenai lidah.

Menurut mereka, sel pada lidah memiliki kemampuan untuk mencium aroma. Ini diketahui setelah mereka menumbuhkan sel-sel pengecap pada manusia di laboratorium dan hasilnya menunjukkan terdapat beberapa molekul penting yang juga ada pada indera penciuman.

Temuan menunjukkan komponen utama rasa makanan menjadi interaksi antara indera penciuman dan pengecap. Interaksi dapat dimulai pada lidah, bukan di otak sebagaimana yang diperkirakan sebelumnya.

Sel-sel Perasa Merespons Molekul Bau

Pada studi tersebut, ketika peneliti mendekatkan sel-sel perasa pada molekul bau, mereka memberikan respons. Bahkan, respons ini sama seperti yang terjadi pada sel penciuman.

"Kehadiran reseptor penciuman dan reseptor rasa dalam sel yang sama akan memberi kita kesempatan yang menarik untuk mempelajari interaksi antara rangsangan bau dan rasa pada lidah," kata salah satu peneliti Mehmet Hakan Ozdener, dikutip dari Science Daily pada Jumat (25/11/2022).

Rasa khas dari makanan dan minuman banyak berasal dari aroma ketimbang rasa. Rasa, yang mendeteksi molekul-molekul manis, asin, asam, pahit, dan gurih di lidah, berevolusi menjadi penjaga gerbang untuk mengevaluasi nilai nutrisi dan potensi racun yang masuk ke dalam mulut.

Sementara itu, aroma memberikan informasi rinci tentang kualitas rasa makanan. Sedangkan otak menggabungkan input dari rasa dan aroma untuk menciptakan sensasi tersendiri.

Manusia Memiliki Sel Perasa yang Kompleks

Penemuan ini menunjukkan bahwa sel-sel perasa manusia kemungkinan lebih kompleks dibanding perkiraan peneliti sebelumnya.

Hingga saat ini, rasa dan aroma dianggap sebagai sistem indera yang independen dan tidak saling berinteraksi hingga informasi masing-masing tiba di otak.

Penemuan ini membuktikan reseptor penciuman dapat memainkan peran dalam sistem rasa. Caranya yaitu berinteraksi dengan sel-sel reseptor pengecap rasa pada lidah.

Ular Jadi Inspirasi Penelitian

Ozdener mengatakan, penelitian tersebut terinspirasi oleh ular yang dapat mengendus udara sekitar dengan lidahnya yang menjulur, seperti dikutip dari Daily Mail.

Hasil dari penelitian itu mendorong para peneliti untuk mempelajari lebih dalam terkait indera penciuman manusia. Sebab, masih belum jelas molekul mana yang bereaksi dari 400 jenis reseptor penciuman.

Sel perasa atau pengecap yang dibiakkan di laboratorium dapat membantu menyaring dan menemukan molekul mana yang berhasil mengaktifkan reseptor tertentu.



Simak Video "Kisah Ilmuwan yang Celaka Karena Temuannya Sendiri "
[Gambas:Video 20detik]
(aeb/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia