Teks Narasi: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, hingga Contohnya

Teks Narasi: Pengertian, Ciri-ciri, Struktur, hingga Contohnya

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 30 Nov 2022 17:40 WIB
Pengertian teks prosedur secara umum adalah jenis tulisan yang memuat cara dalam melakukan sesuatu secara tepat. Simak serba-serbi teks prosedur.
Teks Narasi. (Foto: detikcom/Thinkstock)
Jakarta -

Teks narasi adalah teks yang menyajikan serangkaian peristiwa secara kronologis atau sesuai urutan waktunya.

Peristiwa dalam teks narasi bisa benar-benar terjadi, tetapi bisa juga hanya khayalan saja. Umumnya, teks narasi bertujuan untuk menghibur pembaca dengan kisah fisik maupun nonfiksi.

Contoh teks narasi antara lain cerpen, novel, dan cerita inspriratif. Teks narasi juga memiliki ciri khas yang membedakannya dengan teks lain. Simak penjelasan dari Modul 5 Bahasa Indonesia Teks Narasi dan Literasi Buku Fiksi-Nonfiksi Paket B Setara SMP kelas IX di bawah ini, ya.

Ciri Teks Narasi

  1. Teks berisi tentang cerita, kisah, dan peristiwa tertentu yang menggunakan gaya bahasa naratif.
  2. Cerita memiliki alur yang jelas dari awal hingga akhir cerita.
  3. Terdapat suatu peristiwa maupun konflik.
  4. Memiliki unsur-unsur pembentuk berupa tema, latar, alur, karakter, dan sudut pandang.

Struktur Teks Narasi

  1. Orientasi
    Pada bagian ini, penulis menjabarkan waktu, tempat, tokoh, serta watak dari setiap tokohnya dan apa yang sedang terjadi.
  2. Komplikasi
    Komplikasi berisi kejadian penting, sebab, dan pemicu yang menimbulkan konflik antar tokoh yang menimbulkan peristiwa lain sebagai akibat dari konflik sebelumnya, hingga mencapai puncaknya.
  3. Resolusi
    Pada bagian ini, konflik menurun dan dapat diselesaikan.
  4. Reorientasi
    Bagian penutup yakni reorientasi, berisi pesan moral cerita tersebut. Namun, bagian ini tidak wajib dalam sebuah teks narasi.

Jenis Teks Narasi

Teks narasi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Teks Narasi Informatif (ekspositoris)

Teks narasi informatif adalah karangan yang bertujuan menyampaikan sebuah informasi dengan tepat mengenai suatu peristiwa atau kejadian.

Contoh Teks Narasi Informatif

Perang Surabaya

Pada 10 November 1945, perlawanan rakyat Surabaya pecah akibat mengusir Belanda dan sekutunya dari tanah air. Perang ini dimulai sebagai akibat dari kemarahan tentara Inggris atas pembunuhan pemimpin mereka, Brigadir Mallaby. Konsekuensi atas tewasnya Mallaby tersebut datang dengan bentuk pemberian ultimatum kepada seluruh pejuang Surabaya saat itu untuk menyerah.

Alih-alih menyerah, ultimatum itu dianggap sebagai penghinaan atas prajurit dan rakyat. Mereka membentuk pasukan tempur untuk menghadapi pihak Inggris. Mengetahui bahwa ultimatum mereka telah ditinggalkan, Inggris sangat marah. Akhirnya pada pagi hari tanggal 10 November, mereka melancarkan serangan besar-besaran melalui laut, darat dan udara.

Sebanyak 30.000 infanteri, pesawat, tank, dan kapal perang dikerahkan. Kota Surabaya diserang habis-habisan oleh sekutu. Mereka melemparkan bom dan menghancurkan gedung-gedung pemerintah. Inggris dan sekutu pun memiliki rencana untuk menaklukan Surabaya dalam tiga hari, namun rencana itu gagal total. Semua pejuang dan rakyat Surabaya
turun ke jalan untuk berperang.

Semangat bertarung pahlawan saat itu muncul berkat seorang pemuda bernama Budi Utomo. Dia membuat pidato berapi-api yang memotivasi semua prajurit. Pertempuran Surabaya pun terjadi sekitar tiga minggu dan dimenangkan oleh sekutu. Meskipun Kota Surabaya akhirnya jatuh ke tangan sekutu, perlawanan rakyat Surabaya saat itu
membangkitkan semangat juang seluruh rakyat Indonesia.

2. Teks Narasi Artistik

Karangan narasi artistik adalah sebuah karangan yang menceritakan suatu kisah atau peristiwa yang bertujuan memberikan pengalaman estetis kepada pembacanya. Cerita dapat berupa fiksi atau nonfiksi dengan bahasa figuratif atau kiasan.

Contoh Teks Narasi Artistik

Pertarungan di Pagi Buta

Kala itu surya belum bangun. Ayam-ayam jago pun belum melakukan tugasnya. Namun, Pak Raden sudah keluar dari kediamannya. Kulitnya yang keriput dan tipis seolah-olah mempan dari hembusan angin yang sedari tadi berusaha membekukannya.

Tangan kanannya yang kekar memikul sebuah cangkul, sedangkan tangan kirinya memegang sebuah bingkisan. Pada waktu Pak Raden melangkahkan kaki menuju sawahnya, langkahnya terhenti saat tangisan bayi memecah keheningan pagi. Dengan ketakutan Pak Raden mencari asal bunyi itu. Betapa terkejutnya Pak Raden melihat seseorang bayi kecil tergeletak di bawah pohon beringin besar.

"Bayi siapa ini? Haruskah saya membawanya?" Pak Raden bimbang.

Ketika ia ingin mengangkat bayi itu, datang-datang seekor harimau menyerangnya, namun dengan sigap Pak Raden mengelak. Ternyata bunyi tangis bayi itu menarik perhatian harimau. Tampaknya harimau itu kelaparan. Dia pandangi bayi tadi menggunakan tatapan pemangsa.

Melihat hal itu, Pak Raden mengibaskan cangkulnya untuk menghalau hewan buas itu. Harimau itu melawan, tetapi Pak Raden berbalik menyerang, membuatnya jatuh dan terluka. Saat harimau hendak menerkamnya, Pak Raden merogoh cangkul di sampingnya dan mengibaskannya ke harimau itu.

Akhirnya cangkul itu melukai harimau dan membuatnya mati.
Kemudian Pak Raden mengangkat bayi itu dan membawanya
pergi untuk diurus menjadi anaknya sendiri.

3. Teks Narasi Sugestif

Narasi sugestif adalah teks narasi yang menceritakan sebuah peristiwa atau kisah dengan maksud terselubung kepada para pembaca atau pendengarnya.

Contoh Teks Narasi Sugestif

Apa yang Ditanam, Itu yang Dituai

Langit sangat panas hari itu, tetapi Budi tetap menarik gerobaknya. Dia berjalan di lorong pasar dan berharap seseorang membeli getuk yang dibuat ibunya. Hari itu, Budi sangat membutuhkan uang untuk biaya berobat ayahnya.

Pagi ini Budi mengendarai gerobaknya melintasi pasar, tetapi tidak ada yang membelinya. Budi hampir putus asa, pikiran jahat mulai merasukinya. Tapi Budi ingat kata-kata ibu, cukup berbuat baik untuk mendapatkan berkah dari Allah. Budi akhirnya menghilangkan semua pikiran buruk dan berdoa kepada Allah untuk mendapatkan uang untuk ayahnya.

Budi melanjutkan perjalanannya. Saat itu Budi melihat seorang laki-laki yang mengikuti seorang ibu-ibu.

"Tentu orang itu akan melakukan yang tidak-tidak!" pikir Budi.

Eh benar, pria itu mencopet tas ibu itu. Ibu itu berteriak, Budi secepat kilat mengejar dan melawan pencuri itu sampai jatuh. Maling itu melarikan diri dan Budi mengembalikan tas ibu itu.

"Terima kasih, Nak, untung ada kau," kata sang ibu.

"Iya, lain kali hati-hati, Bu" kata Budi sambil berjalan menjauhi ibu itu.

"Tunggu sebentar, Nak, ini ada sesuatu untukmu," kata sang ibu.

"Tidak perlu, Bu," Budi menolak dengan lembut.

Wanita itu kagum dengan kebaikan Budi. Dia melihat gerobak Budi seraya berkata, "Oke, jika kamu tidak mau mengambilnya, biarkan aku membeli semua barangmu."

Budi senang dan terharu, akhirnya ia bisa membeli obat untuk ayahnya.

"Terima kasih Bu," ucap Budi.

Nah, itulah pengertian, ciri-ciri, struktur, jenis hingga contoh teks narasi. Semoga membantu, detikers!



Simak Video "Media Narasi Laporkan Dugaan Peretasan ke Bareskrim"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia