4 Fungsi Teks Cerita Sejarah dan Cara Penyajian yang Tepat

4 Fungsi Teks Cerita Sejarah dan Cara Penyajian yang Tepat

Rahma Harbani - detikEdu
Selasa, 23 Agu 2022 13:45 WIB
Detik-detik proklamasi
Ilustrasi. Apa fungsi teks cerita sejarah? (BBC Indonesia)
Jakarta -

Sesuai namanya, teks cerita sejarah adalah teks yang berisikan fakta kejadian di masa lalu atau latar belakang sesuatu yang memiliki nilai sejarah. Dengan demikian, ada fungsi teks cerita sejarah yang terkandung di dalamnya.

Mengutip Modul Pembelajaran SMA Bahasa Indonesia terbitan Kemendikbud, teks cerita sejarah dapat bersifat naratif atau deskriptif. Sebab itulah, penyajian teksnya menggunakan urutan peristiwa dan urutan waktu.

Kronologis menjadi bagian penting agar tidak terjadi anakronik dalam sejarah. Anakronik sendiri dimaknai buku Pengantar Ilmu Sejarah oleh Helmi Hakim sebagai penempatan tokoh, objek, peristiwa, atau kebiasaan yang tidak sesuai dengan urutan waktunya.

Kronologis dalam teks cerita sejarah juga penting agar tidak ada kekeliruan dalam penyampaian informasi. Di samping itu, teks cerita sejarah juga memiliki beragam fungsi sebagai berikut.

4 Fungsi Teks Cerita Sejarah

1. Fungsi Rekreatif

Fungsi rekreatif sebagai fungsi teks cerita sejarah artinya memberikan rasa gembira dan senang kepada pembaca.

2. Fungsi Inspiratif

Fungsi teks cerita sejarah selanjutnya adalah berperan sebagai fungsi inspiratif. Artinya, teks cerita sejarah memberikan inspirasi, imajinasi, dan kreatifitas untuk keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara untuk lebih baik lagi.

3. Fungsi Instruktif

Sebagai salah satu bagian dari materi pembelajaran di sekolah, teks cerita sejarah tentu berfungsi sebagai instruktif atau alat bantu dalam pembelajaran.

4. Fungsi Edukatif

Terakhir, fungsi teks cerita sejarah adalah fungsi edukatif. Fungsi ini menjadikan teks cerita sejarah sebagai petunjuk dan pelajaran kehidupan bagi manusia dalam berperilaku.

Untuk mendukung fungsi-fungsi teks cerita sejarah di atas, alangkah baiknya penyusunan teks dapat memerhatikan aturan struktur dan bentuk penyajiannya yang tepat. Informasi selengkapnya dapat disimak pada ulasan berikut.

Struktur Teks Cerita Sejarah

1. Pendahuluan (Orientasi)

Orientasi merupakan bagian pembuka teks cerita sejarah. Biasanya bagian ini berisikan pengenalan mengenai tokoh maupun kejadian.

2. Peristiwa (Event)

Peristiwa berisikan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi. Peristiwa ditulis berdasarkan urutan waktu atau kronologis.

3. Penutup (Reorientasi)

Penutup atau reorientasi berisikan komentar atau pendapat penulis tentang peristiwa yang diceritakan. Bagian ini disusun berdasarkan kehendak penulis.

Bentuk Penyajian Teks Cerita Sejarah

Teks cerita sejarah disajikan dalam bentuk narasi dan diceritakan secara kronologis. Teks cerita sejarah juga termasuk salah satu teks narasi yang memiliki unsur tokoh, latar, dan konflik di dalamnya.

Di samping itu, aspek kronologis juga perlu diperhatikan sebagai ciri utama dari struktur teks cerita sejarah. Sebab itu, kalimat yang digunakan cenderung pada keterangan waktu dalam bentuk lampau dan frasa adverbial.

Contoh teks cerita sejarah adalah Perang Diponegoro, Jenderal Soedirman, Sejarah Candi Borobudur, Terbentuknya Danau Toba dan Pulau Samosir, Legenda Roro Jonggrang, Biografi Nelson Mandela, dan lain-lain.

Demikianlah informasi mengenai fungsi teks cerita sejarah hingga struktur dan bentuk penyajian dalam teksnya yang tepat. Semoga bermanfaat, ya!



Simak Video "Kobaran Api Melahap Bangunan Toko 3 Lantai di Tabanan Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(rah/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia