Ilmuwan Temukan Makanan Tertua di Dunia, Diduga Sejenis Ganggang

Ilmuwan Temukan Makanan Tertua di Dunia, Diduga Sejenis Ganggang

Fahri Zulfikar - detikEdu
Senin, 28 Nov 2022 19:00 WIB
Algae photosynthetic organism near the coast of Niteroi, Rio de Janeiro Brazil
Foto: iStockphoto/Grafissimo/ganggang diduga sebagai makanan tertua hewan
Jakarta -

Tim ilmuwan internasional dari Australian National University (ANU) menemukan jejak makanan tertua di dunia dalam fosil berumur 550 juta tahun. Jejak tersebut menggambarkan bagaimana hewan saat itu bertahan hidup dengan makanan.

Para peneliti menganalisis fosil purba dari periode Ediacaran yang telah ditemukan di Rusia pada 2018 lalu. Hasil temuan ini telah dipublikasikan dalam jurnal Current Biology pekan ini.


Diketahui, bahwa beberapa kehidupan tertua di Bumi disebut juga sebagai biota Ediacaran. Kelompok ini didasarkan pada fosil paling awal yang pernah ditemukan, kemudian memberikan bukti organisme multisel yang kompleks.

Makanan Tertua dalam Fosil Diduga Berupa Ganggang

Dalam sebuah spesimen fosil tua Kimberella yang mirip siput, tim ilmuwan mendeteksi molekul fitosterol yang tersimpan di usus makhluk tersebut.

Fitosterol adalah produk kimia pada tumbuhan yang biasa ditemukan pada ganggang dan bakteri dari dasar laut.

Penulis studi Jochen Brocks, profesor di Universitas Nasional Australia, mengatakan alga yang kaya nutrisi mungkin telah berkontribusi pada pertumbuhan Kimberella (fosil yang dianalisa ilmuwan).

"Makanan kaya energi ini mungkin menjelaskan mengapa organisme biota Ediacaran begitu besar. Hampir semua fosil yang ada sebelum biota Ediacaran bersel tunggal dan berukuran mikroskopis," kata Brocks, dikutip dari CNN International.

Sudah Bisa Mencerna Makanan Seperti Hewan Modern

Ahli paleontologi ini juga berpendapat bahwa Kimberella kemungkinan adalah salah satu makhluk paling maju di era Ediacaran dengan mulut dan usus.

Selain itu, Kimberella juga dipercaya sudah bisa mencerna makanan dengan cara yang sama seperti hewan modern.

"Para ilmuwan sudah mengetahui bahwa Kimberella meninggalkan bekas makan dengan mengikis alga yang menutupi dasar laut, yang menunjukkan bahwa hewan tersebut memiliki usus," papar Brocks.

"Setelah menganalisis molekul usus Kimberella, kami dapat menentukan apa yang dimakannya dan bagaimana ia mencerna makanan," tutupnya.



Simak Video "Dokter Sarankan Masyarakat Hijrah Konsumsi ke Makanan Rebus-rebusan"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia