Sejarah Hewan Aves dan Manusia, Tak Sekedar Jadi Peliharaan!

Sejarah Hewan Aves dan Manusia, Tak Sekedar Jadi Peliharaan!

Devita Savitri - detikEdu
Rabu, 09 Nov 2022 07:30 WIB
A male Bee Hummingbird feeds from a plant held by a person in the Hummingbird Garden at Playa Larga in Cuba
Bee hummingbird, salah satu jenis hewan aves kecil di dunia. Foto: Getty Images/iStockphoto/James Bloor Griffiths
Jakarta -

Hewan aves adalah salah satu kelas vertebrata yang ditandai dengan adanya bulu. Tidak hanya itu, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), aves disebut berdarah panas dan memiliki sayap yang berkembang dari kaki depan.

Berdasarkan anatominya, hewan aves tergolong pada kelompok hewan vertebrata atau memiliki tulang belakang.

Dalam buku Ensiklopedia Anatomi Hewan Vertebrata: Amfibi dan Burung oleh Ardian Pgs, aves adalah hewan yang bisa terbang atau biasa disebut dengan burung.

Meski begitu, ada beberapa jenis hewan yang tergolong dalam aves tetapi tidak bisa terbang seperti ayam, bebek, angsa, dan kalkun.

Nia Kurniawan dan Adityas Arifianto dalam bukunya, Ornitologi: Sejarah, Biologi, dan Konservasi, menyebutkan bahwa aves merupakan kelas vertebrata dengan jumlah terbanyak kedua setelah pisces (ikan) dan memiliki persebaran yang luas.

Dari hutan hujan tropis, gurun, hingga kutub utara dan selatan, hewan aves dapat hidup di di tujuh benua dan dapat hidup di habitat yang sangat ekstrem.

Burung tercatat mampu terbang hingga ketinggian 11.000 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan bisa menyelam hingga kedalaman 540 meter di bawah air.

Mengenai spesiesnya, hingga kini aves diperkirakan memiliki total jumlah 9.700 jenis yang teridentifikasi.

Dengan banyaknya jenis, ukuran tubuh burung juga bervariasi. Ada yang kecil, dengan massa hanya 1,6-2 gram dan panjang 5-6 cm, yakni jenis bee hummingbird. Ada juga burung yang memiliki tinggi hingga 2,8 m dengan berat 156 kilogram, yakni burung unta.

Burung tertua di muka bumi diwakili oleh fosil archaeopteryx di periode Jurassic. Archaeopteryx juga disebut sebagai leluhur burung ciri khas bulu, tulang berongga, kantung udara, gaya hidup bipedal dan kaki melang yang memiliki empat ruas jari.

Sejarah Hewan Aves dan Manusia

Sudah ada sejak zaman Jurassic, hewan aves memiliki peran tersendiri dalam perkembangan peradaban manusia.

Bila selama ini, burung dikenal sebagai sumber makanan atau peliharaan, ternyata perannya jauh dari itu. Hewan aves juga berpengaruh pada kebudayaan bahkan segi spiritual manusia.

Bila melihat peninggalan sejarah, leluhur manusia telah mengabadikan burung dalam berbagai jenis karya dan lukisan-lukisan di gua Perancis, hieroglif Mesir, hingga lukisan kuno di India dan Cina.

Mesir memanfaatkan burung dalam naskah hieroglif dengan adanya burung ibis yang dihormati sebagai simbol dewa Thoth atau dewa ilmu pengetahuan bangsa Mesir.

Hewan aves juga sering digunakan manusia sebagai simbol untuk kebebasan, bahkan lambang negara, dan juga perdamaian. Contohnya yakni penggunaan burung merpati putih untuk menampilkan nilai-nilai tersebut.

Kemampuan terbang aves juga menginspirasi ilmuwan untuk menciptakan model pesawat terbang yang kini menjadi salah satu alat transportasi udara yang penting.

Bulu burung masih menjadi bahan kerajinan serta menjadi bagian penting dalam upacara adat masyarakat tradisional. Sekarang, bulu burung biasa digunakan sebagai produk sampingan peternakan dengan nilai ekonomi yang cukup tinggi.

Kini, hewan aves banyak yang dikembangbiakkan sebagai makanan manusia yakni ayam dan bebek.

Namun juga, beberapa hewan aves tidak diternakkan namun dibudidayakan lantaran sudah terancam punah. Contohnya seperti Burung Cendrawasih, Merpati Mahkota Biru, Merak Hijau, Elang Flores, dan Jalak Bali.

Nah untuk itu, mari ikut jaga kelestarian hewan aves dengan tidak melakukan perburuan secara liar ya, detikers!



Simak Video "Pengusaha Sapi ini Banting Setir Budidaya Burung Murai"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia