Kisah Para Anjing Pelacak Bantu Temukan Korban Gempa Cianjur

Kisah Para Anjing Pelacak Bantu Temukan Korban Gempa Cianjur

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 28 Nov 2022 17:00 WIB
Pencarian korban gempa Cianjur terus dilakukan. Selain SAR gabungan, pencarian itu juga mengerahkan anjing pelacak.
Anjing pelacak dikerahkan untuk bantu pencarian korban hilang gempa Cianjur. Foto: AP/Tatan Syuflana
Jakarta -

Tim anjing pelacak dikerahkan untuk membantu tim gabungan dalam pencarian korban hilang akibat longsor dan gempa Cianjur.

Semula, salah satu anjing pelacak K9, Ari, bersama pawang Bripda Debi Apriliyani berhasil menemukan satu titik yang mengindikasikan adanya korban tertimbun tanah longsor di Desa Cijedil, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur pada Kamis (24/11/22). Hingga Jumat, ditemukan 4 jenazah dari oleh tim K9.

"Satwa K9 Ari dengan pawang Bripda Debi berhasil menemukan satu titik sumber bau yang diperkirakan terdapatnya korban," kata Kadiv Humas Polri Irjen Pol Prof Dr Dedi Prasetyo MHum MSi MM, dikutip dari laman Polri, Senin (24/11/22).

K9 adalah anjing yang dilatih membantu polisi dan penegak hukum lainnya untuk menemukan orang hilang, mencari obat-obatan, bahan peledak, menemukan bukti di Tempat Kejadian Perkara (TKP), melindungi orang, menyerang penjahat yang melarikan diri atau menyerang petugas, dan lain-lain.

Sementara itu, anjing pelacak Coco kemudian menemukan 3 korban gempa. Anjing jenis labrador dari SAR Dog Jawa Tengah ini menemukan ketiga jenazah di bawah longsoran tanah di kawasan Cicendil.

"Coco berhasil membantu tim gabungan menemukan tiga posisi korban di hari yang sama, lokasinya di Cicendil, Cianjur. Jadi hari itu ada 8 korban ditemukan, tetapi Coco menemukan 3. Itu dalam satu hari yang sama," kata Ketua SAR Dog Jawa Tengah Rahmat Hidayat yang juga pelatih Coco, dikutip dari detikNews.

Anjing Pelacak di Evakuasi Korban Gempa https://www.detik.com/tag/anjing-pelacak

Bripda Debby Apriliyani menuturkan, para anjing pelacak di evakuasi korban gempa diterjunkan ke lokasi yang berdasarkan informasi terdapat warga tertimbun longsor.
Debby menuturkan, empat anjing dikerahkan tiap turun ke satu lokasi. Ia bertugas mengendalikan dan menjadi pawang satu anjing.

"Kendala sih kalau anjingnya nggak ada, cuma memang ke lokasi kita gendong karena medannya agak susah dan agar tidak terjadi luka pada anjingnya," jelasnya.

"Paling kalau nggak ketemu ya karena memang (ekskavator) bekonya nggak bisa menjangkau titik yang didapat oleh anjing saja," imbuh Debby.

Sementara itu, Bripda Indah Saraswati Dhuha turut menjadi pawang anjing bernama Pedro untuk mencari korban hidup.

Indah menuturkan, Pedro juga dirangsang dengan bau busuk sintetis untuk memicu instingnya agar bisa lebih membantu proses pencarian korban hilang yang sudah meninggal.

Ia menambahkan, anjing pelacak tersebut juga dilatih dengan bermain petak umpet saat istirahat.

"Itu untuk manasin dan ngasah instingnya saja agar bisa menemukan titik dan akhirnya dapat reward bola," kata Indah.

Ia bercerita, Pedro bisa berjalan sendiri ke lokasi pencarian. Dengan dituntun, anijng pelacak ini bisa menerjang gundukan tanah akibat longsor. Untuk menjaga satwa K9 ini, Indah menyiapkan air, makanan anjing, dan P3K. Waktu pencairan pun dibatasi.

"Biasanya disuruh mencarinya selama 20 menit saja, karena kalau lebih biasanya nggak fokus. Kalau mau lanjut lagi, istirahat dulu satu jam, baru mulai lagi," pungkas Indah.



Simak Video "1 Korban Belum Ketemu, Tim SAR Lanjutkan Pencarian Korban Longsor Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia