Mengenal Lebih Dalam Sesar Cimandiri: Segmen, Sesar Aktif yang Memotong dan Petanya

Nograhany Widhi Koesmawardhani - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 11:00 WIB
Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)
Foto: Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)
Jakarta -

Gempa Cianjur M 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11/2022) lalu disebut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dipicu pergerakan Sesar Cimandiri Beberapa pakar dan akademisi tak sependapat mengenai Sesar Cimandiri pemicu gempa Cianjur.

Lantas seperti apa sih Sesar Cimandiri itu?

Sesar adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami pergerakan baik berupa geseran, naik atau turun, demikian definisi menurut laman Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Disebutkan dalam Jurnal Universitas Padjadjaran (Unpad) Volume 15, Nomor 3, Desember 2017 berjudul Tektonik Sesar Cimandiri Provinsi Jawa Barat, terdapat enam struktur sesar regional di wilayah Jawa Barat, yaitu Sesar Cimandiri, Sesar Cipeles, Sesar Baribis, Sesar Lembang, Sesar Pelabuhan Ratu, dan Sesar Citanduy.

Peta jalur Sesar Cimandiri (jurnal Unpad: unpad.ac.id)Peta jalur Sesar Cimandiri (jurnal Unpad: unpad.ac.id)

Dari 6 struktur itu, Sesar Cimandiri yang paling berperan terhadap sebaran batuan berumur Paleogen di permukaan. Paleogen adalah periode dalam skala waktu geologi yang merupakan ronde pertama dari era Kenozoikum dan berlanjut selama 42 juta tahun, selang 65-23 juta tahun yang lalu. Paleogen ini terdiri dari kala Paleosen, Eosen, dan Oligosen, dan dilanjutkan oleh kala Miosen pada periode Neogen, demikian menurut laman unkris.ac.id.

Sejumlah peneliti meyakini Sesar Cimandiri sebagai sesar mendatar dekstral yang terbentuk sebagai hasil reaktivasi dari sesar-sesar tua ketika subduksi zaman Kapur berlangsung. Peneliti lainnya menyimpulkan berbeda, yaitu sebagai sesar naik yang terbentuk pada Akhir Tersier atau berumur post-Miosene Tengah.

Jalur Sesar Cimandiri melintasi Perbukitan Jampang, Perbukitan Warungkiara, Perbukitan Walat dan Perbukitan Rajamandala. Segmen bagian barat membentang mulai dari Pelabuhanratu hingga Perbukitan Walat, sedangkan segmen bagian timur membentang mulai dari perbatasan Sukabumi-Cianjur hingga mencapai Gunung Tangkuban Perahu (Bandung Utara).

Peta jalur Sesar Cimandiri (jurnal Unpad: unpad.ac.id)Peta jalur Sesar Cimandiri (jurnal Unpad: unpad.ac.id)

Sesar Cimandiri segmen barat, kelurusan Sesar Cimandiri dicirikan dengan adanya kelurusan Lembah Cimandiri yang diapit oleh Perbukitan Jampang di bagian selatan dan Perbukitan Walat-Warungkiara yang berada di sebelah utaranya. Jalur sesar Cimandiri bagian timur, berada di bagian utara dari rangkaian perbukitan Rajamandala.

Peta Potensi Gempa Nasional di Pulau Jawa dan Potensi Magnitudonya (bnpb.go.id)Foto: Peta Potensi Gempa Nasional di Pulau Jawa dan Potensi Magnitudonya (bnpb.go.id)

Sedangkan menurut peneliti geoteknolog LIPI (sekarang terintegrasi BRIN), Eddy Z Gafar, dalam prosiding seminar geoteknologi LIPI 2006 berjudul Deformasi Kerak Bumi Segmen-segmen Sesar Cimandiri, membagi Sesar Cimandiri yang membentang dari Pelabuhan Ratu-Tangkuban Perahu menjadi 7 segmen:

1. Segmen Pelabuhan Ratu-Citarik
2. Segmen Citarik-Cadasmalang
3. Segmen Ciceureum-Cirampo
4. Segmen Cirampo-Pangleseran
5. Segmen Pangleseran-Cibeber
6. Segmen Cibeber-Padalarang
7. Segmen Padalarang-Tangkuban Perahu

Sesar Cimandiri, masih menurut Eddy, dipotong beberapa sesar lain yang cukup besar: Sesar Citarik, Sesar Cicareuh, Sesar Cicatih. Ketiga sesar yang memotong Sesar Cimandiri itu melalui daerah yang cukup labil. Apabila terjadi gemba bumi pada lajur sesar ini akan merusak daerah yang labil tersebut.

Eddy juga menuliskan, dari hasil plotting beberapa gempa yang terjadi beberapa puluh tahun terakhir, titik pusat gempa berada pada lajur sesar yang memotong lajur Sesar Cimandiri. Sehingga bisa disimpulkan, sesar-sesar yang memotong Sesar Cimandiri sebagai sesar aktif.

Sesar Cimandiri Terkait Gempa Cianjur

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami, BMKG Daryono dalam akun Twitter-nya @daryonobmkg mencuitkan pada Selasa (22/11/2022) lalu, "Gempa Sukabumi-Cianjur Mag.5,6 merupakan jenis gempa tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif pada zona sistem Sesar Cimandiri".

BMKG membagi Sesar Cimandiri menjadi 3 segmen yakni:

1. Segmen Cimandiri
2. Segmen Nyalindung-Cibeber
3. Segmen Rajamandala

Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)Foto: Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)

Dalam artikel opininya di koran Kompas berjudul Mewaspadai Gempa Kerak Dangkal yang diterbitkan Kamis (24/11/2022) yang ditulis ulang di feed akun Instagramnya @daryonobmkg, dia menjelaskan episenter gempa terletak di daratan tepatnya di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur dengan kedalaman 11 km. Mengacu peta sebaran seismisitas di Indonesia periode tahun 2009-2021 tampak bahwa lokasi esisenter Gempa Cianjur terletak di zona seismik aktif, yang ditandai dengan banyaknya episenter aktivitas gempa di wilayah tersebut.

Hasil monitoring sistem di Nasional Tsunami Warning Center (NTWC) BMKG menunjukkan bahwa parameter gempa Cianjur dapat disebarluaskan dengan sangat cepat dalam waktu 1 menit lebih 18 detik.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal (shallow crustal earthquake) yang dipicu aktivitas sesar aktif di sekitar Sesar Cimandiri. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme sesar geser mengiri (left-lateral strike-slip)," tulis Daryono.

Daryono juga mencuitkan di Twitternya pada Selasa (22/11/2022) lalu, peta seismisitas Jawa Barat-Banten, tahun 2009-2021, "Tampak bahwa di lokasi epicenter merupakan area seismik aktif".

Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)Foto: Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)

Dia juga memaparkan riwayat gempa merusak di kawasan Sukabumi-Cianjur di sekitar Sesar Cimandiri dan peta sebarannya.

Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)Foto: Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)
Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG) Foto: Sistem jalur Sesar Cimandiri & riwayat gempanya (BMKG)

Menurut Daryono, dampak gempa Mag. 5,6 sangat merusak di Sukabumi & Cianjur diakibatkan:

1. Kedalaman gempa yang dangkal.
2. Struktur bangunan tidak memenuhi standar aman gempa.
3. Lokasi permukiman berada pada tanah lunak (local site effect-efek tapak) dan perbukitan (efek topografi).



Simak Video "Mengenal Sesar Cimandiri yang Akibatkan Gempa Bumi di Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(nwk/erd)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia