Peneliti ITS soal Gempa Cianjur: Sesar Cimandiri Bukan Penyebab

Peneliti ITS soal Gempa Cianjur: Sesar Cimandiri Bukan Penyebab

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 11:30 WIB
Sesar Cimandiri diduga menjadi penyebab gempa di Cianjur, Senin (21/11/2022). Gempa tersebut diketahui terasa hingga DKI Jakarta dan wilayah sekitarnya.
Foto: BMKG/Peneliti ITS soal Gempa Cianjur: Sesar Cimandiri Bukan Penyebab
Jakarta -

Peneliti senior Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim (Puslit MKPI) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Dr Ir Amien Widodo Msi mengatakan, gempa di Cianjur adalah akibat lempeng tektonik yang bergerak dan menekan wilayah Indonesia sejak jutaan tahun yang lalu.

Namun, menurutnya sumber gempa darat sesar aktif tersebut masih belum diketahui pasti.

Sesar Cimandiri Bukan Sebab Gempa Cianjur

Amien mengatakan, apabila merujuk pada peta, di dekat Cianjur terdapat Sesar Cimandiri yang membentang mulai Teluk Pelabuhan Ratu sampai Cianjur. Sesar tersebut pernah mengguncang Sukabumi pada 2001 lampau.

Meski begitu, menurutnya Sesar Cimandiri bukan penyebab gempa di Cianjur pada Senin (21/11/2022) lalu.

"Namun, letak sesar yang berada jauh di sebelah utara tempat kejadian dipastikan bukan penyebab dari gempa Cianjur ini," tegasnya, dikutip dari laman resmi ITS pada Rabu (23/11/2022).

Gempa di Cianjur disebut memiliki guncangan yang cukup terasa. Meski kekuatannya kecil, posisi gempa yang dangkal berdampak pada kerusakan bangunan di atasnya.

Gempa yang terjadi kemarin juga tidak berpotensi tsunami karena asalnya dari daratan.

Berharap Pemerintah Lebih Memetakan Sesar

Amien berharap, pemerintah lebih memetakan sesar yang ada di Indonesia dan memberi pemetaan sebagaimana seharusnya jarak dan model bangunan rumah.

Dia menekankan, "Perlu diingat bahwasanya gempa tidak membunuh, tetapi bangunanlah yang menyebabkan korban sehingga pemetaan perlu dilakukan."

Dosen Departemen Teknik Geofisika ITS itu juga menyebut, gempa adalah suatu peristiwa yang tidak dapat diprediksi kemunculannya. Kendati demikian, berdasarkan kejadian-kejadian yang sudah pernah dialami di Indonesia, gempa yang terjadi semestinya dijadikan acuan mitigasi.

Mitigasi sendiri terdiri dari dua, yakni struktural yang berfokus pada pembangunan infrastruktur dan mitigasi nonstruktural yang berfokus pada edukasi masyarakat.

Tanggung Jawab Keselamatan Terbesar dari Diri Sendiri

Amien menjelaskan, berdasarkan hasil survei gempa Kobe 1995, pertolongan pada saat terjadinya gempa terbagi menjadi beberapa sumber, yakni:

1. Pertolongan yang berasal dari diri sendiri dengan persentase sebesar 35 persen

2. Pertolongan dari keluarga sebesar 32 persen.

3. Pertolongan dari tetangga 28 persen

4. Pertolongan dari luar 5 persen

Menurutnya, dapat dikatakan bahwa tanggung jawab keselamatan terbesar berasal dari diri sendiri.

"Tanamkanlah pengetahuan tentang gempa agar bisa selamat," kata dia.

Amien pun berharap, masyarakat bisa mengembalikan literasi kebencanaan. Dia menyampaikan, semestinya masyarakat tidak berpikir bahwa bencana adalah takdir, azab, atau kutukan.

"Penumbuhan pengetahuan akan ancaman di sekitar akan mengurangi risiko bencana," ucapnya.



Simak Video "Mengenal Sesar Cimandiri yang Akibatkan Gempa Bumi di Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/nwk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia