Mengenal Kantong Semar, Tumbuhan Insektivora yang Terancam Punah

Mengenal Kantong Semar, Tumbuhan Insektivora yang Terancam Punah

Putri Tiah - detikEdu
Sabtu, 26 Nov 2022 13:00 WIB
Nepenthes bicalcarata atau kantong semar taring, salah satu tumbuhan yang dilindungi.
Nepenthes bicalcarata atau kantong semar taring, salah satu tumbuhan yang dilindungi. Foto: Wikimedia Commons
Jakarta -

Kantong semar dengan nama latin Nepenthes adalah tumbuhan yang termasuk golongan insektivora. Tumbuhan insektivora adalah tumbuhan yang memakan serangga dan hewan kecil, di mana tumbuhan insektivora dapat mengeluarkan cairan (enzim tripsin dan pepsin) yang berfungsi untuk menjebak mangsanya.

Mengutip dari buku Cerdas Sains Kelas 4-6 SD oleh Yuliand Setyaningsih, kantong semar tumbuh di daerah yang sedikit mengandung nitrogen dan miskin zat hara. Supaya kebutuhan nitrogen dan nutrisinya dapat tercukupi dengan cara memangsa serangga-serangga kecil.

Morfologi Kantong Semar

Kantong semar dapat hidup secara epifit, yaitu menempel pada batang atau cabang pohon lain. Tanaman ini bisa hidup di hutan hujan tropis dataran rendah, hutan pegunungan, hutan gambut, hutan kerangas, gunung kapur dan padang savana.

Warna daun kantong semar, umumnya berwarna hijau dan kekuningan, bahkan terkadang daun berwarna merah sampai keunguan. Bentuk daun kantong semar rata-rata lanset (Ovatus) dan lonjong (Oblongos).

Batang kantong semar merambat menyerupai batang tanaman anggur dan tanaman vanili. Warna batangnya umumnya berwarna hijau, terkadang berwarna ungu tua atau merah. Ketebalan batang kantor semar 0-3 mm.

Batang dan bentuk daun kantor semar memiliki bentuk berbeda-beda tergantung masing-masing spesiesnya, dan terkadang dapat digunakan untuk mengklasifikasikan antar spesies seperti dikutip dari jurnal Jenis Dan Karakteristik Tumbuhan Kantong Semar (Nepenthes Spp.) Di Kawasan Burni Ramung Kecamatan Putri Betung Kabupaten Gayo Lues oleh Sri Murni.

Mengutip di buku Kumpulan Materi Ajar Kreatif oleh Nanda Hidayati, kantong semar memiliki daun yang berbentuk seperti piala, di mana bagian dalam daun tersebut mengeluarkan nektar (cairan manis pembuat madu) untuk memancing serangga datang mendekatinya.

Di dinding daun juga dilapisi lilin, menyebabkan serangga yang datang akan jatuh terpeleset masuk ke dalam perut kantong semar dan sulit untuk keluar. Serangga yang sudah di dalam perut kantong semar selanjutnya mengalami proses pencernaan.

Pada proses mencerna serangga, kantong semar dibantu oleh dua macam cairan (enzim), yakni enzim kitinase yang berfungsi untuk memecah kerangka keras miliki serang dan asam fosftase yang bertugas menyerap kandungan fosfor yang ada di dalam serangga seperti dikutip dari Candrajiwa Indonesia, GLOSARIUM (Kamus Ringkas) 2021 oleh Budhi Setiano Purwowiyoto.

Persebaran kantong semar di Indonesia tercatat telah ditemukan di Kalimantan 32 jenis, Sumatera 29 jenis, Sulawesi 10 jenis, Papua 9 jenis, Maluku 4 jenis dan Jawa 2 jenis. Sedangkan menurut data yang dikeluarkan LIPI menyatakan bahwa pada tahun 2001-2012 telah tersimpan 59 jenis. Kemudian, Laporan LIPI tahun 2013 hasil koleksi kantong semar telah bertambah menjadi 72 jenis dari berbagai pulau di Indonesia.

Seperti dikutip dari jurnal Eksplorasi Dan Karakterisasi Kantong Semar (Nepenthes Sp) Di Kawasan Hutan Jalan Merek-Sidikalang, Lae Pondom, Merek, Kabupaten Karo oleh Muhammad Rafi'I Ma'arif Tarigan penemuan kantong semar di Indonesia diantaranya, di Kalimantan Utara berjenis Nepenthes rajah. Di Gunung Slamet, Purworejo, Jawa Tengah berjenis Nepenthes adrianii.

Adapun di Taman Wisata Baning, Sintang, Kalimantan Barat menemukan 4 jenis kantong yaitu Nepenthes ampullaria, Nepenthes bicalcarata, Nepenthes rafflesiana, dan Nepenthes reinwardtiana.

Manfaat Kantong Semar

Kantong semar memiliki beberapa manfaat, antara lain manfaat ekologi kantong semar digunakan sebagai pengendali hama. Manfaat medis terdapat pada cairan kantong semar yang masih tertutup sebagai obat mata, obat batuk, mengecilkan pori-pori dan kulit yang terbakar. Batang kantong semar digunakan sebagai tali pengikat sangkar burung dan pagar.

Serta, manfaat estetika untuk digunakan sebagai tanaman hias, seperti dikutip dari jurnal Keanekaragaman Jenis Kantong Semar (Nepenthes spp.) di Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) PT. Muara Sungai Landak Kabupaten Mempawah oleh Waironius Jeffri, dkk.

Kantong Semar Terancam Punah

Mengutip dari jurnal KAJIAN KANTONG SEMAR DI HUTAN LINDUNG GUNUNG MAHAWU oleh Anggel Ulundeda, Dkk.
Kantong semar merupakan salah satu keanekaragaman hayati yang dilindungi karena menjadi kekayaan Indonesia.

Kantong semar menjadi floral yang dilindungi di Indonesia, karena mengalami tekanan akibat eksploitasi yang berlebihan dan kerusakan habitat. kerusakan habitat yang terjadi diantaranya, bencana alam, pertambangan, dan konversi menjadi lahan pertanian.

Pemerintah memberikan status konservasi tanaman kantong semar termasuk tanaman yang dilindungi berdasarkan Undang-Undang No.5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya serta Peraturan Pemerintah No. 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa.

Dilansir dari situs Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, menurut data IUCN Red List, sedikitnya 27 spesies mengalami ancaman kepunahan. Bahkan 4 diantaranya merupakan spesies dengan status Critically Endangered (kritis) dan empat lainnya berstatus Endangered (terancam).

Berdasarkan P.106 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi di Indonesia, 3 jenis merupakan tumbuhan yang dilindungi yaitu Nepenthes gymnamphora Nees, Nepenthes lingulata. Jenis kantong semar yang dilindungi IUCN Red List karena berstatus Critical endangered yaitu Nepenthes sumatrana.



Simak Video "Mendulang Cuan dari Kebun Sayuran Hidroponik"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia