Apa Itu Bias? Begini Pengertian, Jenis, dan Dampaknya

Putri Tiah Hadi Kusuma - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 09:00 WIB
Two girls whispering talking to each other on mobile phone, communicating online, flat vector illustration. Young women gossiping, spreading rumors, telling secrets online.
Bias memicu penilaian yang tidak akurat pada seseorang atau objeknya. Begini pengertian dan dampak bias. Foto: Getty Images/iStockphoto/SiberianArt
Jakarta -

Bias adalah istilah yang menggambarkan kecenderungan terhadap perspektif tertentu atau ideologi. Bias umumnya juga dilihat sebagai perspektif "satu sisi".

Mengutip laman Oxford Dictionary, bias adalah prasangka yang mendukung atau menentang suatu hal, orang, atau kelompok, dibandingkan dengan yang lain. Bias biasanya dilakukan dengan cara yang dianggap tidak adil.

Dampak Bias

Salah satu hasil bias yaitu prasangka. Prasangka adalah keyakinan yang terbentuk sebelumnya, pendapat, atau penilaian terhadap sekelompok orang atau seseorang sebelum mengetahui lebih jauh.

Bias pribadi menyebabkan seseorang sudah punya pendapat yang terbentuk sebelum mengenal seseorang atau sesuatu, seperti dikutip dari Psikologi Industri dan Organisasi oleh Seta A. Wicaksana.

Bias atau pendapat prasangka tersebut juga membuat segala keputusan dan sikap menjadi tidak akurat. Bias pun mempengaruhi cara diri melihat dan merespon keberagaman.

Dasar prasangka bisa dari jenis keberagaman, seperti ras, jenis etnis, usia, kecacatan, agama, atau bahkan karakteristik pribadi lainnya.

Mengutip Psychology Today, pada tingkat individu, bias dapat berdampak negatif pada hubungan pribadi dan profesional seseorang.

Sementara itu, dampak bias di masyarakat dapat menyebabkan penganiayaan dan perlakuan tidak adil terhadap suatu kelompok, seperti penjajahan, dan perbudakan.

Jenis Bias

Berikut jenis bias seperti dikutip dari buku Prasangka, Konflik, dan Komunikasi Antarbudaya oleh Alo Liliweri:

1. Bias Kognitif

Bias kognitif terjadi dalam proses atau terjadi sejak awal. Bias kognitif biasanya mempengaruhi nilai mendasar dalam cara berpikir, menilai, mengingat, atau proses kognitif lainnya.

Dalam bias kognitif, seluruh proses kognitif memengaruhi penilaian dan kesimpulan yang tidak masuk akal. Bias kognitif menyebabkan distorsi perseptual, penilaian tidak akurat, interpretasi yang tidak masuk akal, atau yang secara umum disebut dengan irasionalitas.

2. Bias Konfirmasi

Bias konfirmasi paling sering mempengaruhi antaretnis. Contoh, pada bias konfirmasi jenis ingroup bias, orang cenderung nyaman bersama dengan orang yang dianggap seperti diri sendiri, misalnya pada kelompok yang sama dengannya.

Sementara itu, di bias konfirmasi jenis out-group homogeneity bias atau homogenitas, orang-orang dalam kelompok sejenis cenderung melihat anggota kelompok mereka lebih bervariasi dan individualistis daripada anggota kelompok lain yang dinilai lebih homogen.

Di bias konfirmasi jenis system justification, orang cenderung mengikuti arus atau mengikuti preseden daripada membangun sesuatu baru dan berbeda.



Simak Video "Penjelasan Camat soal Warga 'Sembah' Pemakaman Etnis Tionghoa di Bogor"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/twu)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia