Deklarasi Djuanda: Sejarah, Isi, dan Tujuannya dalam Memperjuangkan RI

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 08:30 WIB
Ir Djuanda (dok. Perpusnas)
Foto: Ir Djuanda (dok. Perpusnas)/Deklarasi Djuanda: Sejarah, Isi, dan Tujuannya dalam Memperjuangkan RI
Jakarta -

Indonesia memiliki wilayah yang sangat luas yakni sekitar 1,937 juta kilometer daratan dan 3,1 juta kilometer teritorial laut. Bicara soal luas laut dan laut Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) maka tidak bisa terlepas dari peran adanya Deklarasi Djuanda.

Deklarasi Djuanda adalah salah satu perjuangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan batas wilayah laut. Wilayah laut perlu diperjuangkan karena di dalamnya terdapat sebuah kesatuan yang dapat dilihat baik dari aspek politik, sosial budaya, hingga pertahanan-keamanan.

Dengan adanya Deklarasi Djuanda, maka Indonesia menyatakan kepada dunia tentang laut Indonesia termasuk laut sekitar, di antara dan di dalam kepulauan Indonesia yang menjadi satu kesatuan wilayah NKRI.

Sejarah Deklarasi Djuanda

Mengutip buku Rindu Pancasila oleh Merajut Nusantara (2010), pada awalnya batas wilayah laut Indonesia sudah dibuat oleh pemerintah kolonial Belanda. Hal tersebut termaktub dalam Territoriale Zee en Maritieme Kringen Ordonantie atau Ordonansi Lingkungan Maritim dan Teritorial Laut 1939.

Ordonansi tersebut berisikan bahwa lebar wilayah laut Indonesia adalah tiga mil mulai dari garis rendah di pantai masing-masing pulau Indonesia. Oleh karena itu, di antara ribuan pulau Indonesia, terdapat laut-laut bebas yang dapat membahayakan kesatuan dan persatuan Indonesia karena berpotensi dimanfaatkan banyak pihak.

Untuk itu, dibuatlah deklarasi dalam menanggapi hal tersebut oleh Perdana Menteri Ir. H. Djuanda pada 13 Desember 1957 yang kini kita kenal sebagai Deklarasi Djuanda. Namun, pengajuan deklarasi tersebut tampaknya tidak langsung disetujui dan diterima.

Pada tahun 1960, Indonesia mencoba mengajukan Deklarasi Djuanda di UNCLOS II. Pengajuan tersebut tampaknya belum berhasil. Hingga pada 18 Februari 1960, dibuatlah landasan hukum kuat terkait Deklarasi Djuanda. Sayangnya, hal tersebut tak lantas membuat Deklarasi Djuanda langsung diterima oleh beberapa negara, melainkan masih ada yang menentangnya.

Setelah memperjuangkannya selama bertahun-tahun, akhirnya Deklarasi Djuanda diterima oleh dunia dan sudah tercantum dalam Konvensi Hukum Laut PBB (United Nations Convention on the Law of the Sea atau UNCLOS) pada tahun 1982. Namun secara resmi, Deklarasi Djuanda baru diakui dan diratifikasi oleh 60 negara pada tahun 1994.

Isi Deklarasi Djuanda

Mengutip buku Kisi-kisi Terbaru UN+USBN SMP/MTs 2018 oleh Edu Penguin (2017), isi dari Deklarasi Djuanda adalah sebagai berikut:

a. Bahwa Indonesia menyatakan sebagai negara kepulauan yang mempunyai corak tersendiri

b. Bahwa sejak dahulu kala kepulauan nusantara ini sudah merupakan satu kesatuan

c. Ketentuan ordonansi 1939 tentang Ordonansi, dapat memecah belah keutuhan wilayah Indonesia

Tujuan Deklarasi Djuanda

Tujuan dari dibuatnya Deklarasi Djuanda adalah sebagai berikut:

a. Untuk mewujudkan bentuk wilayah Kesatuan Republik Indonesia yang utuh dan bulat

b. Untuk menentukan batas-batas wilayah NKRI, sesuai dengan asas negara kepulauan

c. Untuk mengatur lalu lintas damai pelayaran yang lebih menjamin keamanan dan keselamatan NKRI



Simak Video "Agum Gumelar Ingatkan Soliditas TNI-Polri: Hati-hati Isu Propaganda!"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia