Apa Itu Sesar Lembang? Begini Sejarah dan Catatan Aktivitasnya

Apa Itu Sesar Lembang? Begini Sejarah dan Catatan Aktivitasnya

Trisna Wulandari - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 20:00 WIB
Sesar lembang
Sesar Lembang. Foto: Tri Ispranoto
Jakarta -

Sesar Lembang adalah rekahan bergeser (sesar) terdekat dari Kota Bandung, memanjang hingga sekitar 29 km dari Gunung Batu Lembang hingga Padalarang. Selain Sesar Cimandiri yang sempat disebut sebagai penyebab Gempa Cianjur lalu, Sesar Lembang kini juga jadi perbincangan.

Sesar Lembang adalah contoh jenis sesar rotasi yang bergerak ke kiri. Bagian tertinggi sesar ini setinggi 450 m di Gunung Palasari Maribaya, turun ke ketinggian 40 m di Cisarua.

Sesar Lembang juga mencakup kawasan Batunyusun, Gunung Batu, Gunung Lembang, Cihideung, Jambudipa, dan berakhir di ujung utara Padalarang, seperti dicatat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Ada empat kecamatan yang berada di garis Sesar Lembang, yaitu Parongpong, Cisarua, Lembang, dan Padalarang.

Sejarah Sesar Lembang

Sesar Lembang diperkirakan terbentuk akibat perkembangan Kompleks Gunung Api Sunda-Burangrang di antara Padalarang dan Sumedang. Karena perkembangannya, muncul zona depresi di Lembang sebagai sesar turun.

Sementara itu, tubuh Gung Sunda runtuh. Magma mengalami penurunan buoyancy sehingga Sesar Lembang turun ke arah utara.

Dalam perkembangannya, Sesar Lembang yang semula sesar turun menjadi sesar mendatar.

Potensi dan Aktivitas Sesar Lembang

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat, Sesar Lembang bergerak dengan kecepatan 0.2-2,5 mm/tahun.

Sesar Lembang yang masih aktif diperkirakan berpotensi menyebabkan gempa dengan magnitudo 6,5-7, dengan periode terulang sekitar 170-670 tahun.

Mengutip catatan PVMBG, sesar Lembang sempat aktif pada 2010-2012. Pada 2011, terjadi gempa dengan magnitudo 3,3. Akibatnya, 384 rusak dan 9 di antaranya rusak parah.

Lalu hingga 2021, tidak ditemui catatan akan gempa akibat Sesar Lembang.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandung, ada potensi pelepasan energi periodik Sesar Lembang per 500 tahun sekali.

Dari studi tentang kejadian gempa di masa lalu (paleoseismologi), Sesar Lembang terakhir melepaskan energi besar sekitar tahun 1600-an.



Simak Video "Mengenal Sesar Cimandiri yang Akibatkan Gempa Bumi di Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia