Pakar Unpad Duga Sesar Baru di Balik Gempa Cianjur, Bukan Sesar Cimandiri

Pakar Unpad Duga Sesar Baru di Balik Gempa Cianjur, Bukan Sesar Cimandiri

Nikita Rosa - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 11:00 WIB
Ilustrasi Kenapa Ada Gempa Susulan
Pakar Unpad Duga Sesar Cimandiri Bukan Penyebab Gempa Cianjur. (Foto: detikcom/Mindra Purnomo)
Jakarta -

Gempa bumi berkekuatan 5,6 menghantam Cianjur pada Senin (21/11). Banyak pihak menyebutkan Sesar Cimandiri menjadi penyebab gempa yang menelan 268 korban itu. Namun, pakar geologi dari Universitas Padjajaran (Unpad) berpendapat lain.

Dosen Fakultas Teknik Geologi (FTG) Unpad Dr Ir Ismawan, M T, meragukan penyebab gempa bumi berkekuatan 5,6 di Cianjur itu dipicu pergerakan Sesar Cimandiri. Salah satu yang mendukung hipotesis tersebut adalah lokasi episenter atau pusat gempa gempa yang berada jauh dari bentangan Sesar Cimandiri.

"Yang jelas, saya yakin ini bukan bagian dari Sesar Cimandiri, meskipun arahnya sama," jelas Ismawan dalam laman Unpad dikutip Rabu (23/11/2022).

Menurutnya, kawasan Cugenang yang menjadi episenter gempa Cianjur berjarak sekitar 10 kilometer di sebelah utara dari jalur patahan Cimandiri. Jalur Sesar Cimandiri sendiri bermula dari Pelabuhan Ratu kemudian membentang ke arah timur dan berbelok ke utara di sekitar kawasan episenter gempa kemarin.

Dugaan ini juga diperkuat dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa lebar dari Sesar Cimandiri adalah berkisar 8-10 meter. Selain itu, kontur dari Sesar Cimandiri memiliki kemiringan ke arah selatan, sehingga lokasi episenter gempa dipastikan berada di luar jalur sesar tersebut.

Dugaan Ada Sesar Baru

Kepala Laboratorium Geodinamik FTG Unpad itu menganalisis, kemungkinan gempa Cianjur diakibatkan oleh pergerakan sesar baru yang belum banyak diketahui orang. Jika melihat lokasi episenter yang berada dekat dengan Gunung Gede, maka kemungkinan jejak-jejak sesar tersebut tertutupi oleh endapan gunung api.

"Ini dimungkinkan karena kalau sesar lama biasanya ada jejak-jejak pelurusan yang menunjukkan bahwa di situ ada sesar. Di sana karena batuan vulkanik, jejak pelurusannya itu kelihatan tidak ada," ujarnya.

Ismawan mengatakan, dilihat dari focal mechanism atau tipe tumbukan gempa Cianjur, ada dua kemungkinan jalur sesar yang belum teridentifikasi tersebut, yaitu: barat-timur atau utara-selatan. Namun, kemungkinan besar, jalur sesar tersebut mengarah ke barat-timur.

Ismawan juga menyanggah bahwa gempa bumi tersebut diakibatkan oleh aktivitas gunung api.

"Justru sebaliknya, dikhawatirkan aktivitas sesar tersebut apakah akan memicu aktivitas vulkanik atau tidak," terangnya.

Mengapa Gempa Cianjur Berdampak Parah?

Ismawan mengatakan, gempa Cianjur kemarin memiliki kekuatan yang cukup besar. Ini diperparah dengan lokasi episenter yang berada di daratan serta kedalaman gempa yang cukup dangkal, yaitu 10 kilometer. Hal ini menyebabkan banyak bangunan di atasnya menjadi rusak parah.

"Sesar-sesar yang di darat memang tidak akan menimbulkan tsunami, tetapi akibat primernya itu gedung-gedung banyak yang roboh. Kalau kedalamannya cukup dangkal, gempa kecil pun bisa merusak," ujarnya.

Lanjutnya, peristiwa gempa Cianjur menjadi pelajaran berharga bagi masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat yang hidup di kawasan patahan. Analisis mengenai gempa dipicu pergerakan sesar baru menandakan bahwa bisa jadi ada banyak sesar baru yang belum teridentifikasi yang dapat memicu gempa besar.

"Kemarin kejadian satu daerah yang selama ini tidak disinggung ada patahan ternyata menghasilkan gempa bumi cukup besar. Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran," tutur Ismawan.



Simak Video "Kapolri Pastikan Beri Trauma Healing untuk Para Korban Gempa Cianjur"
[Gambas:Video 20detik]
(nir/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia