7 Fungsi Darah bagi Tubuh serta Karakteristik yang Harus Siswa Tahu

Cicin Yulianti - detikEdu
Kamis, 24 Nov 2022 07:30 WIB
ilustrasi cek darah
Foto: ilustrasi/thinkstock/7 Fungsi Darah bagi Tubuh serta Karakteristik yang Harus Siswa Tahu
Jakarta -

Sebagai manusia, kita akan selalu membutuhkan nutrisi, oksigen, dan substansi penting lainnya untuk dapat bertahan hidup. Selain itu, kita juga memerlukannya untuk pengangkutan zat yang dilakukan oleh fungsi darah.

Darah merupakan salah satu hal penting dalam menentukan hidup seseorang. Jika seseorang mengalami banyak kehabisan darah, maka nyawanya bisa menjadi taruhan. Oleh karena itu, fungsi darah dalam tubuh kita adalah sebagai penentu kehidupan.

Pada umumnya, seorang dewasa dengan berat sekitar 70 kg akan memiliki darah dalam tubuhnya sekitar 5,5 liter. Banyaknya darah bergantung pada berat tubuh dan ukuran badan seseorang.

Karakteristik Darah

Mengutip buku Sistem Peredaran Darah oleh Heri Setiadi (2020), darah merupakan jaringan ikat khusus yang di dalamnya terdiri dari sel-sel darah, keping darah, dan plasma darah. Berikut adalah karakteristik dari darah:

- Darah memiliki karakteristik yang lebih berat juga lebih kental dibandingkan air

- Darah memiliki bau yang khas

- pH dari darah adalah 7,35 - 7,45

- Darah memiliki warna yang bervariasi, karena memiliki pigmen khusus yang disebut haemoglobin (Hb). Warna darah bisa merah terang hingga merah tua kebiruan, bergantung pada kadar oksigen yang dibawa oleh sel darah merah

- Jumlah volume darah yang beredar di dalam tubuh adalah sekitar 8% dari berat badan. Rata-rata orang dewasa dalam keadaan sehat memiliki darah sekitar 5 liter. Jika dibandingkan -pada wanita, darah pada laki-laki memiliki volume yang lebih banyak. Hal tersebut bergantung pada ukuran tubuh dan berbanding terbalik dengan jaringan lemak (adipose) di dalam tubuh.

Apa Fungsi Darah?

Fungsi darah bagi tubuh manusia antara lain adalah sebagai berikut:

(1) Mengangkut gas pernapasan seperti oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2), serta nutrisi, dan hormon.

(2) Mengangkut sisa-sisa metabolisme dari sel tubuh untuk kemudian dikeluarkan dari tubuh. Pengangkutan tersebut dilakukan oleh plasma darah, di mana karbondioksida akan dikeluarkan melalui paru-paru, sedangkan urea dikeluarkan melalui ginjal.

(3) Mengatur tingkat keasaman (pH) dan komposisi ion cairan interstisial atau cairan jaringan.

(4) Sebagai pertahanan diri dari serangan mikroorganisme seperti virus, bakteri, jamur, atau sejenisnya. Selain itu, fungsi darah adalah sebagai sistem imun, karena melawan senyawa toksik dan patogen di dalam tubuh.

(5) Mempertahankan dan mengatur suhu tubuh.

(6) Mencegah kehilangan cairan jika terjadi sebuah luka, karena di dalam darah terdapat substansi yang berperan dalam pembekuan darah (trombosit).

(7) Mengatur keseimbangan antara darah dengan cairan interstisial.



Simak Video "Cuci Darah Bukan Terapi yang Tepat untuk Gagal Ginjal Akut"
[Gambas:Video 20detik]
(nwy/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia