Bagaimana Proses Pembekuan Darah Pada Manusia? Ini Penjelasannya

Bagaimana Proses Pembekuan Darah Pada Manusia? Ini Penjelasannya

Cicin Yulianti - detikEdu
Jumat, 18 Nov 2022 10:00 WIB
close up of doctor bandaging one hand after an accident
Jika terluka darah akan mengalami pembekuan. Bagaimana prosesnya? (Foto: thinkstock)
Jakarta -

Ketika kita terluka, maka darah akan keluar dan mengalami proses pembekuan darah secara otomatis. Bagaimana proses pembekuan darah itu sendiri? Unsur dalam darah yang memiliki peran penting dalam proses pembekuan darah adalah keping darah.

Keping darah disebut juga sebagai sel darah pembeku atau trombosit. Keping darah memiliki sifat mudah pecah jika keluar dari pembuluh darah atau terkena benda yang kasar.

Proses Pembekuan Darah

Proses pembekuan darah jika tubuh kita mengalami luka, misalnya terluka karena jatuh hingga berdarah. Mengutip buku Biologi 2: Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan SMP Kelas VIII oleh Kadaryanto dkk (2007), proses pembekuan darah pada manusia adalah:

  • Pada saat terluka, permukaan yang terkena luka akan menjadi kasar. Proses pembekuan darah diawali dengan keping darah yang menyentuh permukaan luka, kemudian keping darah tersebut akan pecah.
  • Ketika pecah, keping darah tersebut akan mengeluarkan enzim trombokinase atau tromboplastin.
  • Kemudian enzim trombokinase akan mengubah protrombin menjadi trombin dengan bantuan ion kalsium dan vitamin K. Protrombin merupakan zat yang larut dan dihasilkan oleh hati.
  • Selanjutnya, trombin akan mengubah fibrinogen yang larut dalam plasma darah menjadi fibrin yang berupa benang-benang halus.
  • Fibrin tersebut nantinya menjerat sel-sel darah merah kemudian membentuk gumpalan sel-sel darah merah dan membentuk gumpalan, alhasil darah akan membeku.

Proses pembekuan darah ini sangat ditentukan oleh nutrisi yang dibutuhkan seperti kalsium atau vitamin K. Jika seseorang kekurangan vitamin K, proses ini akan menjadi lebih sulit. Padahal, pembekuan darah yang sukar dapat membahayakan nyawa seseorang.

Biasanya, pembekuan darah sukar terjadi pada penderita hemofilia. Hemofilia sendiri merupakan salah satu penyakit keturunan yang dapat menyebabkan kematian.

Faktor Pembekuan Darah

Selain bergantung pada trombisit, ternyata terdapat beberapa faktor lain yang mempengaruhi cepatnya proses pembekuan darah. Mengutip dari buku Bahan Ajar Teknologi Laboratorium Medik (TLM) Hematosis yang dikeluarkan oleh Kemenkes (2018), berikut beberapa faktor pembekuan darah di dalam tubuh manusia:

· Faktor I (Fibrinogen)

· Faktor II (Prothrombin)

· Faktor III (Thromboplastin, Tissue Thromboplastin)

· Faktor IV (Ion Calcium)

· Faktor V (Proakselerin, Labil Factor)

· Faktor VI (unknown)

· Faktor VII (Prokonvertin, Stabil Factor)

· Faktor VIII (Faktor Antihemophilia, Anti Hemophilic Globulin)

· Faktor IX (Komponen Tromboplastik Plasma, Chrismas Factor)

· Faktor X (faktor stuart-prower)

· Faktor XI (Plasma Thromboplastin Antecedantfaktor antihemofilia C)

· Faktor XII (Faktor Hageman, Contack faktor)

· Faktor XII (Faktor Hageman, Contack faktor)

· Faktor XIII (Faktor Stabilisasi Fibrin, Fibrinase)

Cara Menghentikan Pendarahan

Selain melalui proses alami, pembekuan darah ketika seseorang terluka bisa dilakukan melalui cara-cara berikut ini:

· Hal pertama yang perlu diperhatikan ketika berusaha menghentikan luka adalah kondisi tangan kita bersih. Hal tersebut berupaya untuk mencegah infeksi yang bisa terjadi di area luka.

· Melakukan penekanan pada area luka menggunakan kasa, tisu atau kain bersih namun tidak boleh terlalu keras.

· Untuk memperlambat pendarahan, maka angkatlah area luka ke atas.

· Membersihkan luka menjadi cara untuk menghilangkan kotoran yang dapat menimbulkan infeksi. Luka dapat dibersihkan menggunakan bahan/cairan antiseptik.

· Langkah terakhir dalam menghentikan pendarahan adalah menutup lukanya menggunakan kain kasa atau perban.



Simak Video "Perkembangan Terakhir Indra Bekti: 2 Kali Dioperasi, Mulai Siuman"
[Gambas:Video 20detik]
(pal/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia