Mengenal Gua Braholo yang Baru Jadi Cagar Budaya, Rumah Ras Australo-Melanesoid

Novia Aisyah - detikEdu
Rabu, 23 Nov 2022 19:30 WIB
Gua Braholo di Kabupaten Gunungkidul menjadi salah satu Cagar Budaya Nasional Kategori Situs di Indonesia. Foto diambil Rabu (16/11/2022).
Foto: Pradito Rida Pertana/detikJateng/Mengenal Gua Braholo yang Baru Jadi Cagar Budaya, Rumah Ras Australo-Melanesoid
Jakarta -

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim baru saja menetapkan 15 Cagar Budaya Nasional periode Januari-Oktober 2022. Salah satu di antaranya ada Gua Braholo di Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta yang merupakan hunian manusia prasejarah.

Menurut hasil ekskavasi (penggalian), diketahui bahwa Gua Braholo ditinggali manusia purba paling tidak sejak akhir zaman Pleistosen sampai Holosen.

Situs purbakala tersebut ditemukan oleh Bidang Prasejarah Pusat Penelitian Arkeologi Nasional saat survei di seluruh wilayah Gunung Sewu pada 1996. Penemuan pun ditindaklanjuti dengan ekskavasi pada 1997 dan 1998.

Mengutip laman Kebudayaan Kemdikbud, Gua Braholo menunjukkan indikator hunian terkuat melalui penemuan permukaan, contohnya sisa fauna yang melimpah dan artefak batu.

Dihuni Sekitar 33.000-3.000 Tahun Lalu

Gua yang berlokasi di lereng sebuah bukit karst di Desa Semugih ini diperkirakan telah dihuni sekitar 33.000 sampai 3.000 tahun yang lalu. Gua Braholo diduga ditinggali suatu komunitas besar dengan berbagai aktivitas.

Penggalian yang pernah dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi DIY menemukan berbagai artefak dari lapisan tanah budaya yang berbeda.

Lapisan budaya terbawah yang mewakili zaman Pleistosen akhir, memperlihatkan artefak dari batu dan tulang-tulang fauna yang besar.

Kemudian, pada lapisan budaya yang berumur kira-kira 12.000-6.000 tahun, artefak yang ditemukan termasuk ke dalam teknologi pra neolitik, misalnya alat batu, tulang, dan cangkang moluska.

Sementara, pada lapisan budaya teratas ditemukan artefak dengan ciri neolitik, antara lain fragmen gerabah, kapak persegi dan fosil tulang, beberapa jenis biji-bijian, dan fragmen tulang fauna.

Sebagian Besar Penghuninya Ras Australo Melanesoid

Manusia prasejarah juga menggunakan Gua Braholo sebagai tempat penguburan. Di sana ditemukan tulang 8 individu yang dikubur dengan suatu sistem tertentu.

Praktik penguburan di situs ini diperkirakan berlangsung dalam rentang waktu sekitar 9.000-4.000 tahun lalu.

Menurut analisis morfologinya, sebagian manusia purba yang dikubur di Gua Braholo mempunyai karakter ras Australo-Melanesoid.

Migrasi manusia ras tersebut ke Nusantara diperkirakan dari Asia Tenggara Daratan setidaknya mulai 11.000 tahun lalu, yakni saat terjadi kenaikan permukaan air laut.

Penelitian secara intensif di Gua Braholo pada 1990-an berjalan selama lima tahun. Misi tersebut dipimpin Prof Truman Simanjuntak dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Jakarta dan didukung The Toyota Foundation.

Kini Gua Braholo ditetapkan sebagai Situs Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Mendikbudristek nomor 58/M/2022.



Simak Video "Penemuan Arkeologi di Indonesia yang Menggemparkan Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia