Apa Itu Resesi? Begini Dampak dan Kiat Menghadapinya

Apa Itu Resesi? Begini Dampak dan Kiat Menghadapinya

Trisna Wulandari - detikEdu
Senin, 21 Nov 2022 15:30 WIB
Young woman in disposable face mask taking dairy products from shelf in the supermarket, holding bottle and smartphone, scanning bar code on product through mobile phone, walking with trolley cart
Dampak resesi antara lain menurunnya daya beli masyarakat. Foto: Getty Images/iStockphoto/Prostock-Studio
Jakarta -

Resesi adalah periode perekonomian saat pendapatan, produksi, dan pekerjaan menurun sehingga turut menurunkan permintaan barang dan jasa.

Menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), resesi atau menurunkan perekonomian negara ditandai dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) negatif, peningkatan angka pengangguran, hingga nilai pertumbuhan ekonomi riil negatif dalam 2 kuartal berturut-turut.


Dampak Resesi

  1. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di berbagai perusahaan, termasuk penutupan usaha atau penghentian operasi perusahaan, karena ekonomi melambat sehingga sektor riil menahan kapasitas produksinya.
  2. Investor cenderung menempatkan dananya pada bentuk investasi yang aman karena kinerja instrumen investasi menurun.
  3. Daya beli masyarakat menurun karena warga akan lebih mencermati penggunaan uang dengan fokus pada pemenuhan kebutuhan hidup terlebih dahulu di tengah ekonomi yang sulit.


Kiat Menghadapi Resesi

Untuk menghadapi resesi, butuh strategi pemasaran seperti meningkatkan produk yang sudah ada, memperkenalkan produk baru, mempertahankan dan memperluas pelayanan konsumen, mendorong penekanan pada produk unggulan, dan menonjolkan nilai produk, seperti dikutip dari Dasar-dasar Pemasaran oleh Juliana, SE MM dkk.

Sementara itu bagi masyarakat, berikut kiat menghadapi resesi:

  1. Kurangi utang, segera lunasi, atau ajukan restrukturisasi pada lembaga jasa keuangan terkait, seperti dikutip dari laman OJK.
  2. Jangan menambah beban pengeluaran seperti utang untuk mengantisipasi kondisi keuangan saat resesi ekonomi terjadi.
  3. Dana 20 persen yang digunakan untuk investasi dapat dialokasikan untuk dana darurat pada instrumen likuid.
  4. 4. Persiapkan dana darurat, makin besar proporsinya, makin siap untuk mengantisipasi kebutuhan di saat resesi, terutama jika terkena PHK atau perusahaan tutup.
  5. Atur ulang portofolio investasi ke bentuk yang lebih aman, misalnya emas.
  6. Lakukan konsumsi seperti biasa karena bisa bantu ekonomi tetap tumbuh, di samping menyisihkan uang untuk kebutuhan, asuransi kesehatan, tabungan, dan investasi.
  7. Memanfaatkan peluang usaha kecil yang dapat menopang kebutuhan keluarga atau menjadi tambahan penghasilan.

OJK menegaskan, resesi adalah bagian dari siklus ekonomi yang dapat dilalui dengan pemulihan. Karena itu, pemerintah dan masyarakat dapat menerapkan kiat menghadapinya.



Simak Video "Dua Mata Pisau Resesi Bagi Pengusaha"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia