Presiden Prancis Jalan Kaki 2 Km di Bali, Pakar UNS: Tunjukkan Indonesia Aman

Presiden Prancis Jalan Kaki 2 Km di Bali, Pakar UNS: Tunjukkan Indonesia Aman

Trisna Wulandari - detikEdu
Jumat, 18 Nov 2022 11:30 WIB
Momen ketika Macron menggendong bayi di pinggir jalan, Selasa malam (15/11/2022).
Momen ketika Presiden Prancis Emmanuel Macron menggendong bayi di pinggir jalan, Selasa malam (15/11/2022). Foto: Istimewa
Jakarta -

Presiden Prancis Emmanuel Macron berjalan kaki di Bali sejauh sekitar 2 Km usai jamuan makan malam KTT G20 Bali, Selasa (15/11/2022) lalu.

Saat itu, Macron hendak kembali ke hotel dengan mobil kepresidenan Mercedes Benz G Class. Dengan setelan kemeja putih dan celana panjang yang sama saat jamuan, kepala negara tersebut turun dari mobil, berjalan kaki dalam pengawalan ketat, menyapa, dan berswafoto bersama warga Bali yang ia temui di jalan sekitar pukul 22.00 WITA.

Macron juga sempat menggendong dan mencium bayi dari seorang ibu bernama Ni Luh Ana Putri Ani. Video Macron jalan-jalan di Bali dan mencium bayi diunggah warganet ke TikTok hingga viral.

Menyorot aksi Macron yang dinilai "berani" jalan-jalan di Bali, pakar pariwisata Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Dr Deria Adi Wijaya, SSTPar MSc menyebut tindakan sang presiden membuktikan bahwa Indonesia sangat aman.

Standar aman tersebut, menurut Deria, jadi berlaku bagi wisatawan lokal, turis mancanegara, delegasi asal negara-negara lain, bahkan tamu setingkat VVIP yang menghadiri konferensi internasional seperti undangan KTT G20 tersebut.

"Tentunya menunjukkan bahwa Indonesia sangat aman di mata dunia, pemimpin negara sekelas VVIP bisa turun ke jalan dan bisa menikmati waktu santai," kata Dr Deria yang juga Kepala Program Studi D3 Usaha Perjalanan Wisata (UPW) Sekolah Vokasi (SV) UNS, dikutip dari laman resmi kampus, Jumat (18/11/2022).

Kesan Positif Pariwisata Indonesia

Deria juga menyoroti keramahtamahan Pemerintah Indonesia, khususnya Presiden Joko Widodo, dalam menyambut kepala negara dan delegasi KTT G20.

Menurutnya, pihak Indonesia memberikan perasaan nyaman dan aman pada para kepala negara dan delegasi konferensi. Di samping itu, mantan Wali Kota Surakarta dua periode tersebut juga dinilai menyambut para tamu tidak seperti orang asing sehingga merasa seperti berada di rumah sendiri.

"Perdana Menteri Kanada dan Inggris saja bisa meluangkan waktu untuk ngobrol. Mereka merasa nyaman di Bali sehingga bisa dibilang keramahtamahan bangsa kita melalui Pak Jokowi membuat mereka tidak seperti orang asing," katanya.

Menurut Deria, rasa aman dan nyaman yang dirasakan kepala negara dan delegasi KTT G20 merupakan hal yang sangat positif. Sebab, aksi mereka turut membuktikan kesiapan Indonesia sebagai salah satu destinasi bertaraf internasional.

Lebih jauh, pariwisata juga merupakan sektor utama pendulang devisa dan menjadi penggerak ekonomi, khususnya Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Harapannya, kesan positif pariwisata Indonesia tersebut dapat meningkatkan kesejahteraan warga.

"Itu harapannya, bahwa citra pariwisata Indonesia siap menerima kunjungan, siap menjadi tuan rumah yang baik untuk menjamu, dan memberikan kesempatan berwisata yang baik untuk wisatawan lokal maupun mancanegara," pungkasnya.



Simak Video "Melihat Lokasi KTT G20 yang Bakal Digelar Hari Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(twu/pal)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia