Darah Berwarna Merah tapi Kenapa Pembuluh Darah Bisa Terlihat Biru?

Novia Aisyah - detikEdu
Jumat, 19 Agu 2022 18:30 WIB
Akuratkah tes kehamilan menggunakan denyut nadi tangan
Ilustrasi pembuluh darah. Foto: Getty Images/iStockphoto/mediaphotos
Jakarta -

Pembuluh darah seseorang bisa menampakkan warna yang bermacam-macam, mulai dari hijau, biru, hingga ungu. Namun, hal itu hanya tampak ketika dilihat melalui kulit.

Penyebabnya pun tidak sekadar karena warna kulit saja. Ada beberapa alasan mengapa pembuluh darah kita bisa tampak berwarna demikian, meskipun darah dan pembuluh darah itu sendiri berwarna merah.

Penyebab Pembuluh Darah Bisa Terlihat Berwarna Biru

Mengutip dari ABC News, ada beberapa faktor yang menyebabkan hal ini. Di antaranya adalah bagaimana mata kita melihat warna, perilaku cahaya saat menyentuh tubuh, sampai sifat khusus darah.

Pertama-tama, cahaya bergerak dalam dinamika puncak dan palung, di mana jarak antara setiap palung itu disebut dengan panjang gelombang. Warna cahaya yang berbeda mempunyai gelombang yang panjangnya berbeda pula.

Cahaya merah mempunyai panjang gelombang sekitar 700 nanometer. Sementara, cahaya ungu mempunyai panjang gelombang sekitar 400 nanometer dan sisanya tersebar di antaranya.

Kita akan melihat sesuatu sebagai warna tertentu saat cahaya warna tersebut mengenai mata kita, baik secara langsung dari sumber cahayanya atau dipantulkan dari suatu permukaan.

Maka, untuk memahami warna yang muncul di pembuluh darah kita, maka perlu dipahami juga apa yang terjadi pada panjang gelombang cahaya yang berbeda saat mengenai kulit. Juga seberapa jauh bisa melakukan perjalanan melalui kulit kita dan apa yang terjadi saat sampai ke pembuluh darah.

Cahaya yang menyentuh kulit pada siang hari pada dasarnya berwarna putih. Cahaya putih itu adalah campuran semua panjang gelombang yang terlihat.

Untuk mengerti mengapa pembuluh darah kita bisa terlihat biru, maka cukup melihat ujung spektrum merah dan biru saja. Cahaya merah punya panjang gelombang yang panjang, sehingga kecil kemungkinan untuk dibelokkan oleh material.

Cahaya merah juga bisa dengan mudah untuk lewat. Dia bisa merambat dengan baik melalui kulit ataupun jaringan tubuh dan mencapai sampai 5-10 milimeter di bawah kulit di mana ada banyak pembuluh darah di sana.

Pada saat sampai ke pembuluh darah, cahaya merah diserap hemoglobin. Fenomena ini umumnya dimanfaatkan oleh petugas medis dalam menemukan pembuluh darah

Sementara, cahaya biru punya panjang gelombang yang pendek, sekitar 475 nanometer dan tersebar atau dibelokkan jauh lebih mudah ketimbang cahaya merah. Dan karena mudah tersebar ini, maka tidak terlalu meresap ke dalam kulit. Saat cahaya biru terkena kulit, sebagian besar dibelokkan kembali.

Warna pembuluh darah yang terlihat oleh kita juga bisa bervariasi, bergantung seberapa dalam dan tebal vena. Vena yang sangat sempit dekat dengan permukaan tidak akan terlihat biru. Vena berwarna biru cenderung terlihat pada orang yang punya kulit sangat pucat.



Simak Video "WHO Bicara soal Potensi Penularan Cacar Monyet Lewat Transfusi Darah"
[Gambas:Video 20detik]
(nah/lus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia