Tata Surya Kuno Ditemukan Ilmuwan Inggris, Dipenuhi 'Kuburan' Planet

Tata Surya Kuno Ditemukan Ilmuwan Inggris, Dipenuhi 'Kuburan' Planet

Fahri Zulfikar - detikEdu
Rabu, 16 Nov 2022 15:30 WIB
Ilustrasi Gugus Bintang
Foto: Pixabay/WikiImages/ilustrasi tata surya di galaksi
Jakarta -

Luar angkasa selalu menyimpan misteri bagi para ilmuwan. Baru-baru ini, para astronom berhasil menemukan tata surya kuno misterius yang berbeda dari tata surya kita yang berada di dalam galaksi bimasakti.

Temuan itu berawal dari Peneliti University of Warwick di Inggris, Abbigail Elms, yang melihat bintang kerdil putih berusia lebih dari 10 miliar tahun. Jarak bintang itu sekitar 90 tahun cahaya dari Bumi.

Dalam penelitian yang diterbitkan di jurnal sains Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, dijelaskan bahwa bintang itu memiliki inti panas yang tersisa dari bintang mati yang mirip dengan matahari dan dikelilingi oleh kuburan pecahan planet yang disebut planetesimal.

"Tapi tata surya ini tidak seperti apa pun di sekitar kita. Itu penuh dengan unsur-unsur seperti lithium dan potasium. Yang terpenting, tidak ada planet di tata surya kita yang memiliki komposisi seperti itu. Ini benar-benar misteri," kata Elms dikutip dari Mashable SEA.

Terbentuk Sebelum Matahari dan Bumi

Elms menerangkan bahwa tata surya ini sudah tua. Hal itu berarti katai putih atau bintang kecil yang sudah tidak bersinar (disebut WDJ 2147-4035) dan tata surya di sekitarnya, terbentuk dan mati sebelum matahari dan Bumi lahir.

Simpulan tersebut muncul dari adanya bongkahan bekas planet di sekitar WDJ 2147-4035 yang merupakan planetesimal tertua yang pernah ditemukan di galaksi bimasakti di sekitar katai putih.

Bagaimana Astronom Mengetahui Tata Surya Kuno Ini?

Elms bersama para peneliti menemukan katai putih dengan menggunakan observatorium di luar angkasa yang disebut Gaia. Saat mengorbit matahari, pesawat luar angkasa yang jauh ini memetakan bintang dan galaksi di kosmos.

Kemudian setelah melihat katai putih, para peneliti beralih ke instrumen yang disebut "X-Shooter", yang terletak di dataran tinggi Chili, untuk mendeteksi apa yang ada dan tidak ada di atmosfer bintang.

X-Shooter sendiri adalah sejenis alat astronomi sangat berharga yang disebut spektrometer.

Bahan Kimia dalam Bintang di Tata Surya Kuno

Pada katai putih WDJ 2147-4035, astronom menemukan bahan kimia seperti litium, kalium, dan natrium yang telah bertambah atau ditarik oleh gravitasi dan terkumpul di sekitar bintang kuno.

Sedangkan katai putih sendiri terbuat dari hidrogen atau helium, yang membuat sisa-sisa planet berbatu akan memasok elemen unik lainnya, begitu kesimpulan para peneliti.

Namun, pada katai putih lain yakni WDJ1922+0233, peneliti menemukan ciri yang sangat berbeda dan misterius. Bintang tersebut diketahui telah menarik puing-puing planet yang mirip dengan kerak bumi yang berbatu.

Dipenuhi Kuburan Planet

Para astronom mengatakan tata surya yang ditemukan melalui katai putih itu dipenuhi dengan kuburan bekas planet. Lebih dari 95 persen bintang, seperti matahari, berevolusi menjadi katai putih.

Pada saat bintang akan mati, mereka berkembang menjadi raksasa-raksasa merah yang sangat banyak, kemudian menghancurkan atau mengganggu objek di dekatnya.

"Saat matahari kita mengembang, ia akan menelan planet-planet seperti Merkurius, Venus, dan bahkan mungkin Bumi, sebelum melepaskan lapisan terluarnya. Raksasa merah akan meninggalkan peninggalan planet dan bulan yang hancur. Bintang sisa itu sendiri akan menjadi katai putih," Elms mencontohkan.

"Matahari kita akan berevolusi menjadi katai putih, kira-kira dalam 5 miliar tahun," tutupnya.



Simak Video "Astrobiolog Sebut Gas Tertawa Bisa Jadi Tanda Kehidupan di Exoplanet"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/nwy)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia