Psikologi Pendidikan: Pengertian, Tujuan, dan Sejarah Perkembangannya

Psikologi Pendidikan: Pengertian, Tujuan, dan Sejarah Perkembangannya

Cicin Yulianti - detikEdu
Selasa, 15 Nov 2022 08:30 WIB
puisi untuk guru
Foto: Getty Images/faidzzainal/ilustrasi pendidikan
Jakarta -

Dalam menafsirkan perilaku manusia beserta beberapa masalah yang mereka miliki, terdapat sebuah studi ilmu yakni psikologi. Adapun cabang psikologi yang secara khusus mengkaji aktivitas atau perilaku peserta didik adalah psikologi pendidikan.

Psikologi pendidikan memiliki fokus dalam mengkaji pembelajaran di lingkungan pendidikan. Oleh karena itu, di sekolah atau kampus, kita sering mengisi angket berupa kuesioner yang berhubungan dengan potensi atau pengembangan sistem pendidikan saat itu.

Apa itu Psikologi Pendidikan?

Mengutip buku Psikologi Pendidikan karya Pupu Saeful Rahmat (2018), psikologi pendidikan adalah pengetahuan kependidikan yang didasarkan atas hasil temuan riset psikologis.

Selain itu, psikologi pendidikan dapat diartikan sebagai salah satu cabang dari ilmu psikologi yang secara khusus mempelajari perilaku individu.

Menurut Barlow (1985), psikologi pendidikan adalah pengetahuan yang berdasarkan pada riset psikologis yang menyediakan serangkaian sumber untuk membantu proses belajar mengajar secara efektif.

Sedangkan menurut Witherington, psikologi pendidikan adalah sebuah studi sistematis mengenai proses-proses dan faktor-faktor yang berhubungan dengan pendidikan manusia.

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari psikologi.

Adapun tujuan psikologi pendidikan untuk menemukan beberapa fakta, generalisasi, dan teori psikologi yang berhubungan dengan pendidikan dengan metode ilmiah tertentu, untuk mencapai efektivitas dalam proses pendidikan.

Sejarah Psikologi Pendidikan

Dalam buku Psikologi Pendidikan oleh Muhammad Rizqi dkk (2022), disebutkan bahwa sejarah psikologi pendidikan tidak dapat terlepas dari perkembangan psikologi secara umum.

Beberapa mengatakan bahwa psikologi pendidikan sudah menjadi perhatian beberapa tokoh terkenal seperti Plato (427-347 SM), Aristoteles (384-322 SM), Socrates (469-399 SM), dan tokoh lainnya.

Selain itu, beberapa tokoh dalam islam pun menjadi pengembang cikal bakal ilmu psikologi pendidikan seperti Al-Ghazali (505 H), Fachruddin Ar-Razi (606 H), Al-Junaid Baghdadi (298 H), dan Al-Asyari (324 H).

Mereka mengatakan bahwa psikologi menjadi bagian dari ilmu tasawuf dan ushuluddin yang mengkaji jiwa manusia secara serius.

Menurut Restian (2020), terdapat beberapa tokoh psikologi yang turut mempsikologikan pendidikan seperti Pestalozzi, Herbart, Froebel dan lainnya.

Mereka memiliki keinginan dalam merubah pendidikan sesuai dengan tingkat usia, metode, dan kemampuan anak didik.

Berkembang hingga ke Indonesia

Perkembangan psikologi pendidikan mulai terlihat pada akhir abad ke-19 dengan adanya penelitian ilmiah di bidang psikologi pendidikan.

Penelitian tersebut menghasilkan kurva daya ingat yang menggambarkan bahwa kemampuan mengingat seseorang tentang objek-objek akan semakin lemah dan berkurang atau tidak akan tetap sama.

Selanjutnya, psikologi pendidikan semakin naik ke permukaan setelah terdapat penelitian yang dilakukan oleh Alfred Binet dan Theodore Simon untuk mengetahui prestasi belajar para peserta didik melalui pendekatan psikologi.

Akhirnya, riset tersebut menjadi sebuah nama tes yakni Intelegensi Binet-Simon yang dipakai oleh Amerika Serikat setelah beberapa kali direvisi.

Setelah berkembang di Amerika Serikat, psikologi pendidikan kajiannya dilakukan juga oleh ahli-ahli psikolog di daerah lain, salah satunya ke Indonesia.

Menurut Nurliani (2016), sejarah psikologi pendidikan banyak berkembang di Amerika Serikat dibandingkan di tanah kelahirannya yakni Eropa.

Salah satu laboratorium di Amerika Serikat yang dibuat oleh Wundt menjadi peran yang sangat besar dalam mengembangkan salah satu cabang dari ilmu psikologi ini.

Adapun tokoh terkenal yang dilahirkan dari keberadaan laboratorium tersebut adalah E.L Thorndike yang kemudian dikenal sebagai bapak psikologi pendidikan Amerika Serikat.



Simak Video "Kok Kamu Klepto Sih?"
[Gambas:Video 20detik]
(faz/faz)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Ranking PTN

Berikut daftar 5 Perguruan Tinggi terbaik Indonesia